
"Luna... Mama sudah memindahkan semua barang-barang kamu ke rumah papa ya. Kita akan tinggal bersama papa dan David mulai sekarang. Kamu nggak keberatan kan? " kata Mama Luna saat ia menghubungi putrinya melalui ponsel. Dia harus menyuruh Luna kembali ke rumah baru. Lebih tepatnya rumah yang telah ditempati oleh Papa Luna dan kakaknya.
"Aku ngga keberatan mah. Aku Justru malah senang karena kita bisa hidup bersama lagi dengan papa dan kakak. Hanya itu yang Luna harapkan selama ini." Jawab Luna dari seberang telepon.
"Luna sebentar lagi sampai di rumah ma." Kata Luna. Akhirnya sang Mama pun mengakhiri panggilan tersebut dan menunggu putrinya datang.
Beberapa saat setelah panggilan tersebut mati, Luna telah sampai di rumah papanya yang tadi pagi ia tinggalkan. Iya langsung berjalan menuju ke dapur untuk mencari sang Mama Apakah ada di sana.
"Mama... aku pulang. "Ucap Luna saat melihat mamanya di dapur.
"Hei Aluna shea." jawab mama Luna.
"Astaga... Mama memanggil nama lengkapku. Berarti aku dalam masalah besar." Luna benar-benar merasa terkejut karena mamanya memanggil namanya secara lengkap. Karena mama Luna tidak pernah memanggil Luna dengan sebutan tersebut kecuali putrinya melakukan kesalahan.
"Dimana kamu tadi malam? " kata Mama Luna dengan wajah yang datar.
__ADS_1
"Mah... Aku bisa jelaskan terlebih dahulu." Kata Luna sambil melangkah untuk mendekati mamanya dan mencoba untuk menjelaskan.
"Oke, Mama akan mendengarkan penjelasan kamu. " ucap Mama Luna dengan nada yang berbeda dengan biasanya.
"Semalam Luna pergi dengan Dewa. Luna tahu kalau mama akan menanyakan Kenapa aku nggak ngasih tahu Mama sebelum pergi. Masalahnya, aku tidak Berencana untuk pergi bersama dewa tadi malam itu. Aku mengalami mimpi buruk dan tanpa sadar aku menelpon Dewa. Saat dewa mendengar aku menangis, dia langsung datang. Luna meminta dewa untuk mengajak Luna ke rumahnya. Aku pergi secara diam-diam karena tidak ingin membangunkan siapapun. Maafkan Luna yang tidak memberitahu Mama terlebih dahulu. Luna tahu kalau Luna hampir saja membuat Mama terkena serangan jantung ketika Mama tahu dari security kalau aku pergi tadi malam. Aku tahu dengan keadaan paman yang sudah mengetahui keberadaanku atau semuanya membuat keselamatanku benar-benar terancam. Aku sangat menyesal telah membuat mama merasa khawatir. Tapi aku tidak bermaksud untuk melakukan itu semua." Kata Luna sambil memeluk mamanya dan menjelaskan semua yang terjadi. Ia pun meminta maaf dan mengakui semua kesalahannya.
"Mama tahu kamu sudah Cukup dewasa untuk bisa menjaga dirimu sendiri. Tapi mama hanya ingin mengetahui Di mana kamu berada kapanpun itu. Sebagai orang tua mama hanya ingin memastikan kamu aman dan selamat. Dan seperti yang kamu katakan barusan. Saat ini pamanmu sudah mengetahui keberadaan dirimu, dan dia tidak akan tinggal diam dengan semua ini. Semua itu benar-benar mengancam keselamatan kamu sayang. " kata Mama Luna sambil membalas pelukan putrinya.
"Luna tahu ma. Maafkan Luna. Luna sangat menyayangi mama. " kata Luna sambil mengecup pipi mamanya.
"Mama juga sangat menyayangimu sayang." jawab mama Luna sambil balas mencium kening sang putri.
"Iya sayang." Jawab Mama Luna dengan mengangguk. Nona pun berjalan ke atas menuju ke kamarnya untuk mengganti baju. Ia menggunakan celana jeans dan kemeja berwarna abu-abu. Serta sepasang sepatu kets. Setelah selesai Ia pun berjalan ke bawah untuk menemui mamanya. Namun belum sempat Luna mengatakan apapun kepada mamanya, sebuah panggilan masuk di ponselnya.
"Halo sayang." Jawab Luna.
__ADS_1
"Iya sayang... Apa kamu sudah sampai di rumah." Katanya Dewa kepada Luna dari telepon.
"Iya sudah... Bagaimana kamu di tempat kerja? " kata Luna sambil berjalan ke dapur.
"Semua pekerjaanku baik-baik saja. Oh ya aku mau ngasih tahu kalau aku sudah menemukan seseorang untuk menjadi asisten di kantor. Jadi kamu nggak usah khawatir. " kata Dewa memberitahu istrinya.
"Bagus dong sayang. Aku berharap semoga saja Dia bisa bertahan lama.
"Oh iya, aku menelponmu bukan karena hal itu saja. Tapi aku juga ingin ngasih tahu kamu kalau sahabat aku Ferdi ada di sini. Aku Berencana untuk makan malam sama dia. Apakah kamu ada waktu malam ini? " Tanya Dewa.
"Oke sayang. Aku sedang ngga punya rencana mau ngapa-ngapain. Aku ada waktu untuk menemanimu, Oh iya jam berapa makan malamnya?" Tanya Luna kembali.
Nanti jam 07.00 malam. Aku tidak bisa menjemputmu. Kelihatannya aku akan pulang sedikit terlambat sedangkan tadi Pak sopir bilang kalau dia tidak bisa mengantarkan aku. Apa kamu nggak papa kalau berangkat sendiri? " kata Dewa kepada Luna.
"Nga apa-apa sayang. Kamu jangan khawatir. Aku akan datang tepat waktu." Jawab Luna.
__ADS_1
"Oke, nanti aku akan menghubungimu lagi." Kata Dewa.
"Oke sayang. I love you." Jawab Luna sambil meletakkan ponselnya ke meja