Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Kenyataan


__ADS_3

"Awalnya aku marah, tapi sesaat kemudian aku ingat. Berada di dunia Mafia dan berkencan dengan seseorang dari luar anggota mafia adalah risiko besar yang harus diambil nantinya. Jadi aku pikir kalau aku yang berada di posisimu, aku akan melakukan hal yang sama. Tapi aku sebenarnya merasa sedikit tak enak hati. Merasa kalau mungkin saja kamu tidak percaya sama aku untuk sekedar terbuka denganku. Dan itu menyakitkan sekali sayang." Luna berkata merasa sakit hati karena Dewa tidak pernah memberitahu dirinya. Luna pun menangis di depan Dewa.


"Aku yakin, kamu pasti bingung kan kenapa aku nangis?" Kata Luna.


"Awalnya aku tidak menganggap serius semua pemikiran bodohku ini. Tapi sekarang aku tahu, aku benar-benar merasakan sakit saat tahu kamu tidak percaya sama aku. Dan yang lebih menyakitkan lagi, adalah ketika orang yang kamu cintai tidak bisa percaya kepadamu. dia tidak bisa memberitahukan semua hal yang dilakukan." kata Luna sambil mengusap air matanya. Luna menganga. Iya tidak percaya Jika dia baru saja mengatakan dirinya mencintai Dewa.


"Ya Tuhan... Aku mencintai Dewa." gumam Luna dalam hati. dia tidak percaya bahwa cintanya kepada dewa akan sangat besar. Tapi hal itu juga sangat menyakitkan ketika tahu Dewa tidak sepenuhnya percaya terhadap dirinya. Luna tidak percaya dengan adanya suatu pria di dalam hidupnya yang telah membuatnya merasakan sakit. sekaligus seorang pria yang membuat dirinya merasakan berbagai macam dalam sekejap. seorang pria yang bisa membuat dirinya Paling Bahagia. terkadang Luna bertanya pada dirinya sendiri, Bagaimana mungkin ia bisa mencintai pria yang telah membuatnya menderita sejak awal bertemu. Dewa mungkin bukanlah orang yang romantis yang pernah dikenal oleh Luna. dewa adalah orang yang biasa yang bisa membuat Luna jatuh cinta kepadanya. ketika Luna menatap Dewa, nafasnya selalu berhembus dengan buru-buru. dan juga Luna teringat hal-hal kecil yang pernah dia lakukan terhadap dirinya. dan dengan hal-hal kecil itu, tidak bisa membuat Luna untuk tidak jatuh cinta kepada dewa. Iya tidak pernah mencintai pria manapun di dalam hidupnya seperti dia mencintai Dewa. tapi kalau dipikir-pikir, ini bukan hari di mana Luna memiliki perasaan yang begitu dalam terhadap Dewa. apa yang dia katakan hari ini, adalah bentuk kejelasan dari perasaan yang dirasakannya selama ini. Luna juga tidak bisa menyalahkan Dewa dengan apa yang Dewa lakukan. bagaimanapun juga Luna adalah putri dari seorang pimpinan mafia. Luna berpikir jika Dewa salah jika dia memberitahu Luna tentang semuanya. sangat tidak masuk akal Jika ia marah kepada dewa hanya karena hal itu.

__ADS_1


" Sayang, tolong berhenti menangis ya. Melihatmu menangis hanya membuatku semakin sakit. Maaf aku tidak memberitahumu, aku takut, jika aku memberitahumu... Kamu akan meninggalkanku karena mengetahui semuanya. Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu. Aku sangat menyesal." kata Dewa sambil menyeka air mataku Luna.


"Jadi bukan karena kamu tidak percaya padaku? Dan kenapa kamu takut aku akan meninggalkanmu? Dewa, meskipun keluargaku dan keluargamu berada dalam bisnis yang sama aku tidak akan meninggalkanmu, bahkan jika saya tidak terlibat dalam pekerjaan ini." kata Luna merasa lebih baik saat tahu Dewa tidak memberi tahu dirinya takut Luna akan meninggalkannya, bukan karena dia tidak percaya.


" Karena kamu sudah mengatakannya, membuat akymu semakin berharap kepadamu. Sayangku, maaf aku tidak memberirahumu, aku terlalu takut untuk memberitahumu tentang semua ini. Aku tidak sanggup kehilanganmu." kata Dewa sambil memeluk Luna dengan erat.


"Sayang, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk memantaskan diri karena aku telah mendapatkan wanita luar biasa seperti kamu. Aku berjanji kepada kamu, kalau aku tidak akan pernah lagi menyembunyikan apa pun darimu, mulai sekarang. Aku benjanji. Saat aku tahu kalau kamu tidak akan pernah meninggalkanku, membuat semua takutku hilang." kata Dewa dengan senyum lebar di bibirnya.

__ADS_1


"Aku senang mendengar semua itu." kata Luna sambil tersenyum. Iya bahagia mengetahui jika Dewa tidak akan menyimpan rahasia lagi darinya. Dan itu juga membuat semua ketakutan dalam diri Luna yang berpikir mungkin Dewa tidak mempercayai dirinya hilang seketika.


"Ayo, kita tidur." kata Dewa sambil menarik Luna ke atas tempat tidur.


" Selamat malam sayang ku." kata Luna kali ini dengan penuh arti.


"Selamat malam, Ratu di hatiku." kata Dewa sambil mencium keningku Luna. Iya tersenyum membayangkan semua hal indah yang telah di laluinya bersama sang suami. Meskipun pernikahan mereka belum go publik, tapi Dewa sudah menunjukkan sikapnya sebagai seorang suami yang sangat baik. Membuat Luna semakin tenang dan percaya dengan lelaki yang saat ini memeluknyabdirinya dengan erat itu. Sebuah kebahagiaan tersendiri yang membuat Luna seakan di ajak terbang. Melewati indahnya mimpi yang berubah jadi nyata. Tenggelam dalam perasaan cinta yang semakin dalam kepada sang suami. Akhirnya mereka pun tertidur dengan berpelukan erat. Erat sekali.

__ADS_1


__ADS_2