
"Baiklah, mari kita mulai. Hari ini, aku akan mengajari kamu cara membela diri dalam situasi yang genting atau hal apa pun yang mungkin akan kamu alami." Kata Dewa.
"Posisi pertama yang akan kita pelajari adalah apa yang harus dilakukan ketika kamu di ancam di bawah todongan senjata tajam. Jika orang memegang pistol ke kepalamu dari belakang, maka hal yang paling benar untuk dilakukan adalah tidak panik. Aku akan menunjukkan kepada kamu apa yang harus dilakukan." kata Dewa sambil berjalan ke salah satu laci di ruang gym itu dan mengeluarkan sebuah pistol.
"Sebelum ini, jika aku melihat seseorang dengan senjata api seperti itu aku mungkin akan panik dan takut, tapi dengan ingatanku yang sudah kembali seperti ini, hal itu sepertinya yang biasa dalam hidupku." Gumam Luna. Dewa mengeluarkan semua peluru dari pistolnya sebelum iya berjalan kembali ke tempat Luna berdiri. Dia berjalan di belakang Luna dan menodongkan pistol ke kepala Luna.
"Ketika kamu di ancam dengan posisi seperti ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. Kamu harus berpikir dengan baik untuk bisa melepaskan senjata dari tangan mereka dan mengendalikan situasi." kata Dewa.
"Sekarang aku ingin kamu menodongkan pistol ke kepalaku, jadi aku bisa mengajari kamu apa yang harus dilakukan." kata Dewa sambil menyerahkan pistol itu dan melangkah ke depan Luna.
"Seperti ini? " Tanya Luna. Iya melangkah di belakang Dewa dan menodongkan pistol ke kepala suaminya.
"Iya. Kalau kamu lihat posisi sudut yang baik seperti ini, kamu bisa mengggunakan sikutmu untuk menyerang orang itu. Setelah itu ambil senjatanya dengan cepat dan hadapi orang itu." kata Dewa sambil mempraktekkan. Luna melihat pistol itu sudah ada di tangan Dewa. Dewa bahkan tidak memukul Luna dengan sikutnya, tapi Dewa berhasil merebut pistol dari tangan Luna dengan begitu cepat.
"Gimana caranya kamu bisa mengambil pistol itu, kok aku ngga sadar ya? " Tanya Luna.
__ADS_1
"Ini sangat mudah. Seperti yang aku katakan tadi, kamu harus tenang, jangan panik. Di saat kamu tidak panik, orang yang mengancammu akan merasa terganggu. Dan hal tersebut sangat mudah untuk kita mengendalikan situasi. Sekarang kamu harus melakukan apa yang tadi aku ajarkan." Luna segera melakukan apa yang di ajarkan oleh Dewa tadi.
Dewa dan Luna benar-benar merasa lelah setelah berlatih. Luna merebahkan tubuhnya di atas lantai Gym. Luna merasa lelah hingga iya merasa tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Luna ingin segera bisa pergi dari situ. Ingin segera mandi, makan dan tidur. Tapi ngga bisa bangun karena lelah. Beberapa saat kemudian, Dewa datang dengan membawa 2 botol air minum. Luna segera mengambil satu botol dari tanhan Dewa.
"Terima kasih." Ucap Luna setelah menghabiskan satu botol air minum. Iya segera mencoba untuk bangun dari rebahannya. Namun, iya tak kuat untuk berdiri sendiri. Luna berharap akan ada yang membantunya.
"Sama-sama sayang" kata Dewa sambil mengangkat Luna dari lantai.
"Ahh, Dewa kamu tidak perlu menggendongku, aku bisa jalan sendiri." kata Luna sambil melingkarkan tangan di leher suaminya. Sedangkan Dewa menggendong Luna tanpa berkata sepatah katapun.
"Aku lihat kamu jatuh saat akan mencoba untuk berdiri. Lebih baik aku menggendongmu saja. Aku sangat terpesona dengan Senyum sangat indah di wajah cantikmu." kata Dewa dengan senyum menyeringai ke arah Luna. Iya langsung membawa Luna keluar dari tempat gym menuju ke kamarnya.
"Baiklah..." kata Luna sambil meluncur ke kamar mandi Dewa yanh mewah itu.
"Setelah kamu selesai mandi, aku akan menyuruh pelayan membawakan makananmu ke atas, jadi kamu tidak perlu turun. Aku akan mandi di kamar sebelah, jika kamu membutuhkanku, kamu telepon aku ya." kata Dewa.
__ADS_1
"Terima kasih, sayang." Kata Luna.
"Sama-sama." kata Dewa dan langsung berjalan keluar dari kamar mandi.
Luna berendam selama 20 menit di dalam bathup untuk membantu mengendurkan ototnya yang terasa kaku. Setelah itu iya mandi selama 10 menit untuk membersihkan semua sabun yang menempel di tubuhnya.
Luna keluar dari kamar mandi setelah iya selesai mandi. Saat sudah berada di luar kamar mandi, iya melihat Dewa yang sudah memakai pakaian kerjanya. Luna masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil salah satu baju Dewa untuk iya gunakan. Tapi, pandangannya tertuju pada satu stel baju yang sudah di siapkan di atas meja. Luna tersenyum dan langsung mengambil baju itu lalu menggunakan baju tersebut.
"Aku sudah terlambat, jadi ngga bisa nemenin kamu makan." Kata Dewa saat Luna baru saja keluar dari tempat ganti baju.
"Sampai jumpa nanti sayang." Kata Luna sebelum Dewa keluar.
"Sama-sama." Jawab Dewa.
"Terima kasih ya udah nyiapin baju untuk aku." Ucap Luna.
__ADS_1
"Bukan hal yang berat sayangku, ratu di hatiku." Kata Dewa sambil memeluk Luna dan mencium bibir mungil sang istri. Setelah itu, Dewa keluar dari kamar.
Setelah Dewa pergi, Luna segera memakan makanan yang di bawakan oleh pelayan tadi. Setelah makan, Luna berbaring di atas tempat tidur. Iya mencoba untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, tanpa sadar, Luna tertidur saking ngantuknya.