Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Sebuah Usaha


__ADS_3

Jona terkaget-kaget dengan menu makan malam ini. Yaitu daging dan bawang putih yang sudah di tumis. Ia sontak melihat ke arah istrinya yang tengah mengulas senyum padanya melihat menu makan tersebut.


"Aku sengaja pesan menu bawang putih dan daging sebagai usaha aku untuk membuatmu normal kembali. Katanya bawang putih itu bagus," jelas Olyn.


Jona hanya bisa menghela napas. Begitu ia lihat menunya dan sudah yakin jika itu pasti ulah istrinya.


"Aku tidak suka bawang putih. Aku bahkan benci baunya. Aku tidak akan sanggup jika harus memakannya."


"Kamu pasti akan menyukainya. Kamu akan melakukan apapun demi orang yang kamu cintai bukan?"


Lagi-lagi Jona hanya bisa pasrah. Kenapa Olyn jadi terobsesi supaya dirinya normal. Terpaksa ia harus memakannya.


Jona hampir muntah begitu makan satu biji bawang putih tersebut. Ia sungguh ingin memuntahkannya. Tapi melihat wajah Olyn yang memberi peringatan kepadanya, ia berusaha untuk bisa menelannya.


"Ini bahkan membuatku lebih tersiksa," umpat pria itu.


"Apa salahnya mencoba dan berusaha," sahut Olyn dan Jona kaget jika istrinya mampu mendengar umpatan nya.

__ADS_1


Jona memakan bawang putih tersebut satu persatu sambil menahan ingin muntah. Ia rasanya sudah tidak sanggup. Tapi Olyn kukuh minta ia untuk menghabiskannya.


Jona menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur usai makan malam yang membuatnya merasa tersiksa. Bau bawang putih di mulutnya tidak kunjung hilang meski sudah berulang kali menggosok gigi dan menghabiskan banyak pasta. Ia benci baunya.


Olyn datang lalu duduk di tepi ranjang. Dia baru saja mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Kemudian Olyn membisikkan sesuatu di telinga Jona.


"Mari kita lanjutkan usaha lainnya."


Kening Jona berkerut. Ia mendongakkan wajahnya menatap istrinya dengan seribu pertanyaan di kepalanya.


"Usaha apa lagi?" tanya pria itu.


"Mau apa?" Jona merasa waspada karena ia tahu jika Olyn wanita yang terkesan nackal juga.


Tatapan Olyn semakin tajam mengarah kepada itu Jona. Dengan sekejap Olyn berhasil meluluhkan suaminya dan melucuti celana pria itu.


"Aagghh .." Jona menahan sesuatu dalam dirinya ketika Olyn menghisap itu miliknya.

__ADS_1


"Ayolah, bangun. Aku mohon bangun," ucap Olyn penuh harap pada itu Jona.


Olyn terus memainkan benda pusaka Jona yang terlihat menggemaskan. Karena itu Jona tidak juga mau bangun dan berdiri tegak.


"Ayo, bangun."


"Aaaaaagghhh .."


Jona tidak kuasa lagi menahan geli ketika Olyn menjulurkan ujung lidahnya dan memainkan di atas kepala Joninya. Ia tidak lagi menahan rasa geli itu sehingga ia ingin buang air kecil.


Jona lari ke kamar mandi untuk buang air kecil akibat geli yang di timbulkan oleh Olyn. Olyn hanya bisa mengulas senyum melihat suaminya.


"Aku harap usahaku tidan sia-sia," gumam Olyn dan seketika raut wajahnya berubah sedih, entah apa yang ia pikirkan.


Olyn hanya ingin Jona bisa normal lagi sebab Jona bilang jika dulu dia memang pria normal sebelum kemudian menjadi pria impoten. Meskipun ia tidak berharap lebih atas usaha ini. Apapun yang terjadi, ia tidak akan kecewa dengan hasilnya.


Apa yang ia lakukan saat ini bukan berarti ia tidak menerima dengan kekurangan Jona. Karena baginya apa salahnya mencoba dan berusaha. Apapun itu hasilnya, yang terpenting sudah berusaha.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2