Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Memberi Tahu


__ADS_3

Selama di kantor Jona tidak begitu fokus dengan permasalahan yang ada. Ia meminta sekretarisnya yang harus menghandle kasus karyawan yang membawa uang kantor sebanyak lima puluh juta. Meskipun nominalnya tidak begitu besar, tetap saja pelaku harus bertanggung jawab dan di proses hukum.


Beruntung pelakunya sudah bisa di temukan tempat persembunyiannya oleh pihak kepolisian. Jadi tinggal menunggu proses hukumnya saja. Tidak bisa selesai dengan sekedar meminta maaf, karena orang seperti itu harus di beri pelajaran supaya jera. Apapun alasannya.


Sepulang dari kantor, Jona mengajak Olyn untuk segera menuju tempat kediaman mama papanya. Begitu sampai di sana, ia langsung mencari keberadaan Elea. Nyonya Artur yang kaget mendapati putra sulungnya datang dan langsung pergi ke kamar putri bungsunya terheran-heran.


"Jona, kamu kenapa? Kamu cari adik kamu?" tanya nyonya Artur menghampiri.


"Iya, ma. Elea mana?"


"Elea sudah berangkat kuliah. Kenapa? Ada apa? Tumben datang-datang cari Elea?"


Jona hendak memberi tahu mamanya, tapi di kejauhan Olyn memberi isyarat untuk tidak mengatakan sekarang dalam keadaan emosi. Lebih baik nanti bicara baik-baik bersama dengan tuan Artur sebagai kepala rumah tangga sekaligus papa mereka.


Beruntung Jona mengerti akan maksud istrinya. Ia pun mengajak mamanya untuk pergi ke ruang keluarga dan bicara di sana.

__ADS_1


Nyonya Artur terlihat kebingungan sekaligus penasaran sebenarnya apa yang ingin Jona katakan padanya dan juga papanya.


"Ada apa, Jona? Jangan buat mama jadi khawatir?" nyonya Artur sudah tidak sabar ingin segera mendengar apa yang ingin Jona sampaikan padanya.


Kemudian tuan Artur yang membuka awal pembicaraan di antara mereka.


"Jona, Olyn, katakan pada kami apa yang ingin kalian sampaikan tentang Elea?"


Jona dan Olyn saling menatap, Olyn menganggukan kepala kecil sebagai tanda jika ini sudah waktunya bicara. Jona pun mulai mengatakannya pada mereka.


"Sekarang aku bukan cuma tahu siapa sosok laki-laki yang saat ini menjadi pacar adikku, tapi aku juga tahu siapa dia sebenarnya," imbuh Jona.


"Maksud kamu?" tanya tuan Artur.


"Laki-laki yang saat ini menjadi pacar Elea, adik perempuanku, putri bungsu kalian, tengah menjalin hubungan dengan laki-laki yang tidak pantas kalian sebut dia pria baik-baik."

__ADS_1


Tuan dan nyonya Artur tengah mencerna baik-baik ucapan Jona.


"Jadi maksud kamu, sebenarnya pacar Elea itu bukan pria yang baik?"


"Bukan cuma pria yang tidak baik, tapi dia pria yang sangat buruk," jelas Jona.


Tuan dan nyonya Artur saling menatap satu sama lain. Bukan mereka tidak percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Jona, tapi ia sudah ketemu secara langsung dan pacar Elea terlihat baik, sopan, dan ramah.


"Memangnya dia kenapa? Apa dia pernah melakukan suatu tindak kejahatan yang membuat dia di cap sebagai pria buruk?"


Tuan Artur ingin memastikan sekali lagi.


"Apapun itu, dia bukan laki-laki yang baik seperti yang kalian pikirkan. Aku hanya coba ingatkan sama mama papa, dan sekali lagi aku akan minta pada Elea untuk mengakhiri hubungannya dengan dia," tegas Jona.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2