
Tok tok tok ..
Mendengar suara pintu kamar di ketuk oleh seseorang, Olyn bergegas bangun dari duduknya untuk membukakan pintu. Dan begitu pintu di buka, muncul si bibi asisten rumah dari balik pintu.
"Ini ramuan untuk tuan Jona. Nanti kalau misalkan masih terasa sakitnya, bibi buatkan lagi untuk malam sebelum tidur."
Olyn menerima secangkir ramuan yang di buat oleh si bibi.
"Iya, bi. Terima kasih, mudah-mudahan saja sekali minum Jona sudah sembuh."
"Iya, biasanya juga sekali. Kalau mulesnya parah, biasanya bisa sampai dua kali."
"Iya, bi."
Brottt ..
Terdengar suara lagi dari kamar mandi. Si bibi merasa harus segera kembali ke dapur lantaran takut wanita di hadapannya malu jika ia mendengar suara-suara Jona yang berasal dari kamar mandi.
Olyn menutup pintunya setelah si bibi pergi dari sana. Lalu meletakkan cangkir berisi ramuan tersebut di atas nakas, menunggu Jona keluar dari kamar mandi.
Olyn berjalan ke arah pintu kamar mandi dan mengetuk pintunya perlahan, untuk memastikan apakah Jona masih lama di dalam atau tidak.
"Sayang .. Masih belum selesai juga?"
__ADS_1
"Sebentar lagi, masih mules soalnya," teriak Jona dari dalam.
"Ramuannya sudah jadi, kalau udah gak terasa mulesnya, keluar dulu. Minum dulu ramuan si bibi."
"Iyaa .."
Olyn kembali dan duduk di tepi ranjang menunggu suaminya keluar dari kamar mandi. Tidak berapa lama, Jona keluar dan pelipisnya penuh dengan keringat dingin.
Ia langsung bangkit berdiri begitu Jona berjalan ke arahnya.
"Masih parah mulesnya?"
Jona mengangguk lemas. Kemudian duduk di tepi ranjang.
"Ini ramuannya, di habiskan, ya."
Jona menerima cangkir tersebut lalu meminum ramuannya dengan sekali tegukan.
"Kata bibi, kalau masih mules, nanti sebelum tidur di buatkan lagi ramuannya. Tapi misal besok masih juga gak ada perubahan, kita ke klinik atau rumah sakit langsung. Biar dapat penanganan dari Dokter langsung. Aku takut ada yang bermasalah."
Jona mengangguk lagi. Ia menyerahkan cangkir yang sudah kosong pada istrinya.
"Masih mau ke kamar mandi?"
__ADS_1
Jona menggeleng.
"Kalau begitu tiduran dulu, ya. Siapa tahu kalau udah minum ramuan, mulesnya berkurang dan gak bolak-balik kamar mandi terus menerus."
Jona mengangguk lagi. Ia pun membaringkan tubuhnya di bantu oleh Olyn. Olyn menyelimuti suaminya, lalu mematikan sementara pendingin ruangan.
Olyn tidak tega melihat suaminya sedari tadi bolak-balik kamar mandi terus menerus bahkan sudah tidak terhitung lagi. Ia berharap dengan ramuan itu bisa membuat Jona mampet dan tidak bolak-balik lagi.
Jona seketika bangun duduk.
"Kenapa? Mau ke kamar mandi lagi?"
Jona diam untuk beberapa detik. Sebelum kemudian dia membaringkan tubuhnya kembali.
"Enggak jadi," jawab pria itu.
Olyn bernapas dengan lega. Ia kira Jona akan ke kamar mandi lagi. Ia tahu jika perutnya pasti masih mules. Dan keinginan untuk ke kamar mandi lagi pasti masih ada. Hanya saja ia berharap tidak sesering sebelumnya.
Lima menit berikutnya, Jona pun tidur. Olyn benar-benar merasa lega.
"Semoga setelah bangun tidur nanti, mules nya sudah hilang. Dan sembuh lagi."
Olyn menatap wajah suaminya dalam waktu yang cukup lama. Ia tidak ada niatan untuk pergi dari sana. Ia rela menunggu sampai nanti Jona terbangun lagi.
__ADS_1
_Bersambung_