Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Perdebatan


__ADS_3

"Apapun itu, dia bukan laki-laki yang baik seperti yang kalian pikirkan. Aku hanya coba ingatkan sama mama papa, dan sekali lagi aku akan minta pada Elea untuk mengakhiri hubungannya dengan dia," tegas Jona.


"Iya, tapi darimana kamu bisa menyimpulkan kalau pacar Elea itu bukan laki-laki yang baik, Jona?" nyonya Artur masih tidak mengerti kenapa Jona tidak memberi penjelasan yang jelas saja.


"Ma, sebaiknya mama percaya saja sama aku. Karena aku tidak mungkin membohongi kalian kan? Aku melakukan ini karena aku sayang sama Elea, aku tidak mau kalau adik satu-satunya aku, menjadi korban atas laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab."


Tuan Artur paham akan kalimat akhir yang di ucapkan oleh Jona. Dan Jona benar-benar menunjukan kekhawatirannya terhadap Elea.


"Baiklah, jika apa yang kamu katakan ini memang benar, maka papa yang akan meminta langsung pada pacar Elea untuk menjauhi Elea."


Nyonya Artur tidak setuju dengan keputusan suaminya yang di putuskan secara sepihak tanpa memikirkan perasaan putrinya.


"Pa, tapi mama rasa ini tidak adil untuk Elea. Papa lihat Elea akhir-akhir ini selalu terlihat bahagia bukan? Setelah bersama Herry, dia jadi kelihatan ceria. Kita harus pikirkan baik-baik soal ini lagi nanti. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Lagipula mama bukan tidak percaya dengan Jona, selagi kita kenal Herry ini baik dan Elea happy, kenapa tidak?"


"Ma! Mama gak mau kan kalau nanti Elea jadi korban dia?" seru Jona mulai kesal, kenapa mamanya tidak paham maksudnya.

__ADS_1


"Korban apa? Memangnya kejahatan apa yang pernah Herry lakukan, Jona? Kenapa kamu tidak bisa memberi tahu kami apa saja kejahatan yang pernah Herry lakukan sampai kamu secemas ini terhadap hubungan adikmu?"


Jona diam, ia bingung harus memberi tahu mamanya dengan cara apa lagi. Sebab ia tidak mungkin mengatakan jika Herry ini sebenarnya mantan pacar Olyn dulu.


"Kenapa diam, Jona? Kamu punya bukti kalah Herry pernah melakukan kejahatan?"


"Aku bisa jamin, ma, pa," sahut Olyn setelah lama memilih diam.


Semua pasang mata tertuju pada Olyn.


"Kenapa kamu bisa begitu yakin?" tanya nyonya Artur.


"Karena Jona suami aku. Jona tidak mungkin gegabah dalam menilai seseorang."


Jawaban Olyn membuat nyonya Artur terdiam. Tapi tetap saja, beliau merasa belum cukup untuk percaya ini semua.

__ADS_1


Suasana sudah tidak memungkinkan untuk mereka melanjutkan topik pembicaraan seputar hubungan Elea. Karena jika di lanjutkan maka akan menimbulkan perdebatan yang akan mengacu pada terbelah nya hubungan keluarga. Oleh karena itu, Jona memilih untuk pamit pulang lantaran ia rasa ini sudah cukup. Jona harap mama dan papanya mau mendengar apa yang ia sampaikan untuk berhati-hati dan juga memperingati Elea.


Di perjalanan, Jona kelihatan kesal usai berdebat dengan mamanya tadi. Seharusnya mamanya percaya dengan dirinya. Justru mamanya malah menyangkal tentang apa yang ia sampaikan. Padahal ia berniat baik demi keluarga.


"Aku tahu mama pasti tidak akan semudah itu percaya dengan apa yang kita katakan apalagi kita tidak bisa memberi bukti jika pacar Elea bukanlah laki-laki yang baik. Tapi setidaknya kita sudah memperingatkan mereka. Nanti kita bicarakan lagi supaya mereka yakin jika kita benar."


Olyn berusaha meredam emosi Jona dengan cara memberi sedikit penenang.


"Ini sudah tidak bisa di bicarakan baik-baik, sayang. Pasalnya, tujuan pria itu memacari Elea pasti karena dia ingin mengusik ketenangan rumah tangga kita. Oleh karena itu dia masuk ke keluarga kita dengan cara paling licik. Boddohnya Elea tidak mencari tahu terlebih dahulu latar belakang siapa pria yang saat ini bersamanya."


Olyn paham akan maksud suaminya. Tahu jika Herry adalah mantan pacarnya saja Jona sudah sangat emosi, apalagi dia tahu kalau mantan pacarnya itu sekatang malah berhubungan dengan adiknya.


Tidak ada pembicaraan lagi di dalam mobil. Jona sibuk memikirkan bagaimana caranya supaya hubungan Elea dan pria itu berakhir. Tapi sepertinya sulit, mamanya saja sampai tidak setuju dengan keputusan papanya hanya karena Elea terlihat bahagia semenjak dengan pria itu. Apalagi Elea sendiri, dia pasti akan mati-matian mempertahankan hubungannya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2