
Pagi ini nyonya Artur kelihatan bahagia sekali. Entah apa yang membuat wanita paruh baya itu tampak bahagia seperti sekarang. Seketika dia melihat putrinya sudah rapi sepagi ini. Biasanya Elea belum bangun jam segini.
"Selamat pagi anak mama. Mau kemana?"
Elea yang baru saja turun dari tangga menoleh ke arah sang mama.
"Pagi, ma. Aku mau ke kampus. Jadwal kelas pagi hari ini," jawab gadis itu.
"Sepagi ini?"
Elea mengangguk. "Iya."
"Mobilnya sudah selesai diperbaiki kan?"
"Iya, sudah."
"Ya sudah, hati-hati."
"Iya, ma. Bye .." Elea melambaikan tangannya sebelum kemudian di pergi.
Sebelum pergi bersama mobilnya, Elea mengecek terlebih dahulu ponselnya. Ia masih berharap jika akun media sosialnya yang ia DM untuk mencari tahu tentang Olyn membalas pesannya. Tapi ternyata, sudah beberapa hari akun itu tidak juga membalas pesannya.
Elea terdiam sejenak. "Bagaimana jika dia memberi tahu Olyn kalau aku DM dia?"
"Apa mungkin dia memang sudah memberi tahunya dan Olyn minta agar dia tidak pernah membalas DM ku."
"Aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku harus mencari tahu siapa Olyn sebenarnya. Dan apa maksud akun itu melontarkan komentar seperti itu. Mencurigakan."
__ADS_1
Elea memasukan kembali ponselnya ke dalam tas kecil yang ia bawa. Sebelum kemudian menghidupkan mesin mobil lalu pergi meninggalkan pelataran rumah.
Sampai di kampus, ia cek lagi ponselnya. Semenjak mengirimkan DM ke akun yang ia kira itu adalah teman Olyn, tempat dimana ia bisa mencari tahu sosok wanita itu, ia jadi sering mengecek ponselnya hanya untuk memastikan jika akun itu membalas pesannya.
Begitu membuka room chat akun media sosialnya, iris matanya melebar dan ia sangat tidak percaya jika pesan yang ia tunggu selama beberapa hari ini mengirimkan balasan.
"Oh my god. Akhirnya dia balas juga."
Elea tidak sabar untuk membaca balasan pesan tersebut. Usai membaca balasan pesannya, ia segera mengetikan balasannya lagi. Tidak lama, ia mendapatkan lagi balasan pesan. Dan kali ini sangat lancar. Elea semakin semangat untuk menjalankan misinya.
***
Di tempat lain, di Swiss.
Beberapa hari ini Olyn tidak sempat untuk membuka ponselnya. Semenjak ia memposting foto di akun sosial media, ia belum lagi mengecek ponselnya.
Olyn membuka kolom komentarnya dan ia mulai membaca satu persatu komen mereka. Ada beberapa yang mengucapkan selamat dan ada juga yang tidak percaya jika ia sudah menikah. Ada satu komentar yang menarik perhatiannya.
Olyn bersih ke room chat. Banyak juga yang DM ke akunnya usai posting foto dengan Jona. Ia tidak bisa membuka satu persatu DM dari mereka saking banyaknya.
Olyn hanya membuka DM dari teman dan orang-orang terdekatnya saja. Dan ia mendapat DM dari Jennie.
Jennie.Latistyia_
Congrats ya, Lyn
Lyn, ada yang DM aku
__ADS_1
Dia ngaku adiknya suami kamu
Nama akunnya Leanorelea
Apa benar dia adik iparmu?
Lyn
Olyn
Olyn terkejut mendapati pesan tersebut dari Jennie. Dia segera mengecek nama akun yang Jennie maksud. Dan ternyata itu merupakan akun media sosial Elea.
Pikirannya langsung tertuju pada satu hal.
"Elea pasti sedang mencari tahu siapa aku melalui Jennie."
Olyn melihat kembali komentar Jennie di kolom komentarnya. Ia berpikir Elea bisa DM Jennie karena melihat komentar yang Jennie tulis di postingan fotonya.
"Gawat!" ujarnya.
Olyn segera menghubungi Jennie. Tapi sayang Jennie sudah tidak aktif. Bahkan ia hubungi nomernya lewat WA juga tidak aktif.
"Apa Jennie sudah memberi tahu siapa aku pada Elea?" pikir Olyn.
"Aku harap Jennie tidak memberitahunya."
Perasaan Olyn berubah tidak enak. Ia jadi khawatir jika Jennie sudah memberi tahu siapa dirinya pada Elea. Pasalnya pesan yang Jennie kirimkan dua hari lalu dan ia baru membuka pesannya.
__ADS_1
_Bersambung_