Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Lega


__ADS_3

Sambil menunggu bibi masak untuk makan malam, keluarga tuan Artur kini tengah duduk dan mengobrol santai di ruang keluarga. Tadinya Olyn mau ikut membantu si bibi masak di dapur, tapi tidak di perbolehkan oleh Jona. Biar duduk menemani dirinya di sampingnya.


"Sekarang sudah mendingan kan?" tanya nyonya Artur dan di angguki oleh Jona.


"Iya, masih mules, sih. Cuma gak bolak-balik ke kamar mandi kayak tadi pagi, apalagi pas siang parahnya."


"Nanti si bibi mau buatkan lagi ramuannya katanya, mudah-mudahan besok pagi perutnya sudah membaik."


"Lagian kamu makan apa, sampai bisa sakit perut lagi kayak dulu?" sahut tuan Artur.


Olyn menatap Jona ketika suaminya mendapat pertanyaan itu. Jona diam tidak menjawab lantaran mereka pasti sudah bisa menebak apa penyebab ia sakit perut.


"Pasti kamu makan makanan pedas lagi kan?" tebak tuan Artur dan di angguki Jona.


"Kenapa harus makan makanan pedas lagi, Jona? Kamu kan gak suka makanan pedas. Apa kamu masak masakan pedas untuk suami kamu, Olyn?" tanya nyonya Artur.

__ADS_1


"Bukan," jawab Jona mewakili. "Jadi tiga hari lalu kami makan di luar. Aku gak tahu kalau makanannya pedas, itupun aku cuma makan sedikit."


"Lalu kenapa di makan?"


"Aku cuma mencicipi aja, setelah tahu itu pedas aku gak lanjut makan. Tapi gak tahu efeknya bisa separah ini."


Nyonya Artur hanya bisa menghela napas. Kasusnya sama seperti waktu Jona sakit perut seperti ini. Bedanya waktu itu makan di rumah teman sahabatnya.


"Oh iya, Elea kemana? Kenapa aku belum melihat Elea dari tadi?" Olyn berusaha mengalihkan topik pembicaraan dengan mencari keberadaan adik iparnya.


Jona dan Olyn saling memandang. Olyn jadi ingat apa yang di katakan oleh Jona beberapa hari lalu di taman tentang Elea yang bolos kuliah. Mungkin tugas kuliah yang di katakan oleh mama mertuanya barusan juga merupakan salah satu alasan agar Elea bisa berduaan dengan pacarnya setelah jadian.


"Jadi menurut mama bagaimana? Apa mama papa yakin kalau pacar Elea pria baik-baik?" tanya Jona kemudian.


"Oh iya, tentu. Mama rasa dia pria yang baik, dia juga sangat sopan. Iya kan, pa?"

__ADS_1


Tuan Artur mengangguk membenarkan.


"Mama kira dia orangnya tulus dan penyayang. Oleh karena itu mama sama papa tidak masalah jika dia dekat dengan Elea selagi dia berniat serius. Lagi pula Elea juga sudah mulai dewasa dan dia sudah pantas menjalin cinta yang serius."


Jona mengangguk-anggukan kepalanya. Ia sedikit tenang jika laki-laki yang dengan dengan adiknya merupakan pria baik-baik.


"Aku cerita sama mama kalau Elea lagi dekat dengan seorang laki-laki karena aku sebagai kakaknya khawatir saja, ma, pa. Aku khawatir kalau Elea sampai memilih orang yang salah. Kalau menurut mama dan papa laki-laki itu baik, ya aku tenang aja."


"Kamu tidak perlu khawatir, Jona. Dia baik dan mama yakin dia bisa menjaga adik kamu."


"Iya, ma. Syukurlah kalau begitu."


Jona benar-benar merasa sangat tenang dan lega dengarnya. Sementara Olyn jadi penasaran pacar Elea seperti apa orangnya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2