
Lagi-lagi Jona mendapati menu makan yang sama seperti menu makan malam tadi. Yaitu daging dan bawang putih. Semalam ia merasakan perutnya panas mungkin akibat terlalu banyak memakan bawang putih. Dan pagi ini ia kembali bertemu sama menu itu.
"Ahh kenapa harus bawang putih lagi sih?"
Jona mengeluhkan menu makannya.
"Namanya juga lagi usaha. Jadi bukan cuma sekali saja."
"Sampai kapan?"
"Sampai ada perubahan," jawab Olyn.
"Bagaimana jika hasilnya nihil?"
"Itu bagian dari usaha juga. Yang terpenting kan harus ada usaha apapun itu hasilnya."
Olyn menggerakan tangannya membentuk semangat untuk suaminya. Tidak hanya itu, Olyn juga ikut makan bawang putihnya beberapa biji supaya Jona tidak merasa menderita sendiri. Dan jujur, aroma bawang putihnya masih sangat menyengat. Tapi yang namanya untuk obat, maka mau tidak mau harus di konsumsi.
Siangnya, Jona lebih memilih untuk makan siang di luar saja. Sebab dengan begitu Olyn tidak akan bisa memesan menu khusus untuknya. Karena menu sudah tercantum di daftar menu. Tapi Olyn tidak mau makan siang di luar. Alhasil, makan siang di luar batal dan ia terpaksa makan dengan menu yang sama lagi.
"Aku bisa sakit perut kalau terus menerus makan bawang putih," keluh pria itu usai menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sementara Olyn duduk di tepi ranjangnya.
__ADS_1
"Jangan menyerah, tetap semangat. Aku yakin sedikit banyaknya, lambat laun pasti akan ada perubahan."
"Mana ada perubahan. Yang ada efeknya jadi sakit perut. Perutku panas serasa terbakar," sahut pria itu sedikit kesal juga.
Olyn hanya bisa senyum mendengar setiap keluhan suaminya. Tapi jika di pikir-pikir lagi kasihan juga. Tapi di sisi lain itu bagian dari proses supaya apa yang ia harapkan selama ini bisa terwujud. Meski pada akhirnya harapan itu akan terkubur bersama kenyataan.
Tiba-tiba Jona tidak mendengar Olyn bicara lagi. Ia lirik wanita itu tengah duduk sambil melamun. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh wanita itu. Jona bangun lalu ikut duduk di samping istrinya.
"Apa yang kamu pikirkan?"
Olyn terlonjak kaget lantaran Jona tiba-tiba bisa ada di sampingnya. Hal itu membuat Jona merasa ada yang aneh dari Olyn. Ia yakin jika istrinya pasti tengah menyimpan sesuatu yang ia tidak tahu.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Jona lagi.
"Apa yang terjadi?"
"Sepertinya Elea tidak patah semangat dan pantang menyerah untuk mencari tahu siapa aku," jawab Olyn kemudian.
"Maksudmu?"
"Bahkan aku sedang di sini, dia di sana tidak berhenti mencari tahu siapa aku, Jona. Dia mencari akun media sosial ku lalu menghubungi teman-teman terdekatku untuk mencari tahu siapa aku."
Jona diam sejenak. Ia belum begitu paham dengan maksud Olyn.
__ADS_1
"Bagaimana caranya Elea bisa tahu teman temanmu?"
"Aku posting foto kita di akun media sosial ku. Dan temanku mengucapkan selamat di kolom komentar postinganku. Mungkin karena itu Elea jadi berpikir jika dia adalah temanku. Karena komentarnya yang mengundang kecurigaannya juga."
"Mengundang kecurigaan gimana?"
"Jadi temanku, Jennie, dia memberi komentar yang mengundang kecurigaan Elea. Dia menuliskan komentar ucapan selamat karena ada pria yang mau menikah denganku juga. Begitu, Jona. Lalu Jennie DM aku dan dia bilang kalau Elea DM dia."
"Kamu coba hubungi teman kamu itu supaya tidak memberikan informasi apapun tentang kamu pada Elea."
"Aku sudah coba hubungi Jennie, tapi dia tidak bisa di hubungi juga."
"Kapan dia memberi tahumu kalau Elea DM dia?"
"Tiga hari lalu, dan kemarin aku baru sempat buka akun media sosialnya. Aku takut jika Jennie memberi tahu siapa aku pada Elea. Mungkin mama bisa saja menerima siapa aku, tapi bukan dari mulut Elea."
Jona diam sambil mencari solusi dan juga cara supaya Olyn bisa tenang.
"Jika Jennie benar-benar temanmu, dia tidak akan memberi tahu siapa dirimu pada orang yang tidak dia kenal. Sekalipun Elea itu adik ipar kamu. Jennie justru akan berpikir jika Elea bertanya siapa dirimu padanya, itu berarti kamu menyimpan rahasia dirimu. Jika Jennie teman yang baik, maka dia tidak akan membongkar jati diri kamu pada siapapun. Percayalah."
Jona berusaha menenangkan Olyn. Dan apa yang di katakan oleh Jona barusan ada benarnya juga. Setidaknya Olyn kini merasa sedikit tenang dan berharap demikian.
_Bersambung_
__ADS_1