
Elea mendorong tubuh Herry menjauh dan melepaskan tautan bibirnya.
"Herry, apa yang kamu lakukan?" Elea masih syok dengan perlakuan Herry barusan.
Tanpa menjawab pertanyaan Elea, Herry kembali memagut bibir gadis itu dan mulai memainkannya. Elea dengan cepat mendorongnya lagi.
"Herry!" seru gadis itu.
"Baby, kamu tidak mau mengecewakan aku kan? Ini hal yang lumrah untuk kita lakukan sebagai sepasang kekasih, sayang," Herry coba membujuk Elea.
"Tapi, Herry-"
"Please .. Pelan-pelan saja. Aku yakin setelah ini kamu akan mulai terbiasa."
Herry memohon dan terus membujuk Elea sampai gadis itu pun memilih pasrah. Lagipula ini hanya ciuman saja, tidak lebih.
Herry kembali melakukannya. Pelan dan lembut juga tidak sampai menyakiti Elea. Ia ingin Elea bisa menikmati ciumannya.
Ini pengalaman pertama kali untuk Elea, ia sebelumnya tidak pernah melakukan ini. Entah kenapa tubuhnya sulit untuk menolak apa yang di lakukan oleh Herry.
__ADS_1
Tangan Herry mulai bergerak melucuti pakaian Elea yang sudah terbuka setengah. Ia hanya melanjutkan sampai benar-benar terbuka. Memperlihatkan tubuh polos Elea bagian atas.
Elea benar-benar merasa malu ketika Herry memandangi dadanya tanpa sehelai benang. Pria itu melempar senyum manis.
"I like it," ujar pria itu.
Tanpa aba-aba Herry mengullum boba buah kembar Elea dan yang satunya lagi ia remmas hingga membuat pemiliknya refleks berteriak.
"Aaaa .."
Elea menggigit bibir bawahnya ketika ia merasakan geli yang menjalar di sekujur tubuhnya. Darah yang mengalir di tubuhnya seakan memanas akibat perbuatan Herry.
Elea ingin Herry menghentikan semuanya, tapi Herry sulit untuk di hentikan. Bahkan suaranya seakan tidak di dengar olehnya.
"Ahh .. Emmh .. Herry .." Kini tidak ada lagi protes yang keluar dari mulut Elea, gadis itu rupanya sudah masuk ke dalam permainan.
Elea sudah jauh terrangsang, kini saatnya Herry meluncurkan roket miliknya.
Namun, baru sampai di bibir gua, pemilik gua tersebut mulai tersadar.
__ADS_1
"Herry stop, please!" pinta Elea dengan nada memohon.
Herry hendak mengabaikan permintaan Elea karena ini sudah terlalu jauh. Sudah saatnya ia memainkan puncak permainan.
"Herry, please. Stop, please."
Wajah Elea tampak memelas. Herry jadi berpikir jika ia tetap melakukannya dan memaksa untuk meluncurkan roketnya, maka Elea akan berpikir jika ia pria jahat.
"Ok. Hanya gesekan saja, tidak masuk. Aku janji," Herry memberi penawaran.
"Janji?"
"Ya, please."
Dengan berat hati Elea pun mengangguk mengizinkan. Herry pun dengan cepat melanjutkan aksinya sesuai janji. Elea bisa merasakan gesekan roket milik Herry di bibir kepunyaannya.
Elea hanya bisa pasrah di bawah kungkungan Herry. Hingga akhirnya Herry yang semula bergerak cepat kini mulai berhenti dengan napas yang terdengar memburu. Ia bisa merasakan ada cairan yang menembak ke bagian bawah perut dan terasa sangat hangat.
Setelah itu Herry pindah ke bagian sisi kosong sebelah Elea. Membaringkan tubuh polosnya di sana. Di antara napasnya yang tersengal, ia menoleh ke arah Elea.
__ADS_1
"Thanks, baby," ucap pria itu dan di akhiri dengan cium singkat di bibir ranum Elea.
_Bersambung_