Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Menegangkan


__ADS_3

"Semalam kamu nginap di hotel dengan pacarmu kan?" seru Jona lagi.


"Kak Jona bicara apa sih? Jangan asal menuduh ya, kak. Kakak memangnya punya bukti apa?"


Elea mencoba menantang mereka, namun tiba-tiba Olyn maju dan memberikan ponselnya. Begitu ia lihat, ia tidak menyangka jika Olyn punya foto ketika dirinya bersama Herry di restoran.


Elea seketika diam. Ia sedang menyusun alasan apa yang harus ia berikan pada mereka supaya mereka percaya.


"Kenapa dia punya foto aku dengan Herry?" ucap Elea dalam hati.


Gadis itu mencoba mengingat kejadian di restoran, ketika ia merasa melihat seseorang yang tak asing baginya. Ya, orang itu sepertinya memang Jennie, temannya Olyn.


"Ah iya, itu memang aku sama Herry. Kita sempat makan bareng di restoran itu setelah aku selesai kuliah. Dia juga yang mengantarkan aku ke rumah Mia. Jadi cuma karena itu, kalian menuduh aku semalam tidur dengan Herry?"


"Jangan meyangkal, Elea. Jelas-jelas kalian sedang merencanakan nginap di hotel dengan Herry kan?" kata Olyn dengan nada lirih namun cukup memancing emosi Elea.


"Apa sih? Kenapa kamu jadi ikut-ikutan menuduh ku? Oh ya aku tahu, ini semua pasti ulah kamu kan? Kamu sengaja menyebar fitnah sama mama, papa, kak Jona, menuduh aku nginap di hotel dengan Herry karena kamu belum bisa terima kalau Herry sekarang pacaran sama aku?"


Elea mencoba membalikan keadaan dengan bicara yang tidak-tidak. Dia sudah terpengaruh oleh omongan Herry semalam.

__ADS_1


"Jaga bicara kamu, Elea!" seru Jona.


"Kenapa, kak? Apa kakak belum tahu juga kalau sebenarnya pacar aku itu mantan istri kakak?"


Kalimat Elea barusan cukup membuat tuan dan nyonya Artur kebingungan.


"Apa maksud kamu, Elea?" sahut tuan Artur.


Elea menyunggingkan sudut bibirnya.


"Pa. Jadi begini, pacar aku itu dulu pernah memiliki hubungan dengan dia," tunjuk Elea tepat di depan wajah Olyn dan segera di tepis oleh wanita itu.


"Cukup, Elea!" seru Olyn.


"Elea!"


"Aku tahu kok, kamu belum bisa move on dari Herry. Kamu pasti sedang merencakan sesuatu supaya aku berpisah sama Herry dan kamu bisa berhubungan lagi dengannya."


"Aku bilang cukup, Elea!"

__ADS_1


Plakk ..


Sebuah tamparan dari Olyn mendarat mulus di pipi Elea. Olyn sudah tidak tahan dan geram dengan tuduhan gadis itu yang pandai membalikan keadaan. Padahal ia melakukan ini semua demi menyelamatkan dirinya dari pria brengsekk itu.


Semua orang terhenyak melihat Olyn yang menampar Elea. Tidak terima putrinya di tampar oleh sang menantunya, nyonya Artur pun maju ke hadapan Olyn.


"Berani sekali kamu menampar Elea, Olyn!"


Jona juga ikut maju untuk melerai mamanya agar tidak sampai berujung perdebatan dengan istrinya.


"Ma, cukup, ma. Lagian kenapa mama bela Elea melulu? Seharusnya mama bijak dalam menyikapi hal ini. Aku tahu Elea putri satu-satunya mama, tapi mama jangan pernah membelanya ketika dia salah."


"Jona, istri kamu menampar adik kamu dan kamu masih melindungi dia? Kamu tidak dengar apa yang di katakan oleh adik kamu barusan? Jika ini semua hanya akal-akalan istri kamu saja karena ternyata Herry adalah mantan pacarnya. Atau kamu ternyata sudah tahu dari sebelumnya dan istri kamu mencoba menjelekkan Herry supaya kamu ikut membencinya?"


"Ma!"


"Mama tidak menyangka jika menantu yang selama ini mama kira adalah wanita baik-baik menyimpan banyak kebusukan."


Olyn cukup hati dengan perkataan mertuanya barusan. Tapi ia tidak bisa melawan karena sebisa mungkin ia harus bisa menahan diri dari amarahnya.

__ADS_1


_Bersambung_


Jangan lupa mampir di novel yang baru judulnya GAIRAH PEMBANTUKU 🤗


__ADS_2