
Ting ..
Sebuah notifikasi pesan masuk membelah keheningan di antara Jona dan Olyn. Wanita yang tengah duduk di sofa sambil memijat kepala suaminya yang tiduran di pangkuannya langsung meraih ponsel di atas meja. Membuka chat tersebut.
Jennie:
[Mengirim foto]
Lyn, ini mantan dan adik iparmu bukan, ya?
Iris mata Olyn seketika melebar. Jona yang semula memejamkan mata lantaran sedang menikmati pijatan istrinya, seketika membuka mata lantaran pijatannya terhenti.
"Chat dari siapa?" tanya Jona penasaran lantaran ia melihat perubahan wajah Olyn.
Olyn langsung memperlihatkan layar hp isi chat dari Jennie, temannya. Jona refleks terbangun usai membaca isi chat tersebut.
"Bukannya mama tadi bilang Elea kuliah?"
Jona melihat kembali layar ponsel istrinya dan melihat jam di pojok atas kiri. Biasanya jam segitu Elea memang sudah selesai kelas, tapi tetap saja pikiran Jona tidak tenang kali ini.
Jona mengambil alih ponsel Olyn. Ia lekas menghubungi nomer papanya yang tersimpan di ponsel sang istri. Tidak berapa lama sambungan telepon terhubung.
"Halo, pa. Pa, Elea sudah sampai rumah?" tanya Jona berusaha tenang.
"Izin nginap kerja kelompok di rumah temannya?" Jona terkejut usai mendengar apa yang di katakan oleh papanya.
__ADS_1
"Nama temannya siapa, pa?"
"Gak ada apa-apa, pa. Ini kebetulan aku lagi jalan dekat kampusnya Elea, tadinya aku mau jemput dia sekalian. Tapi aku coba telepon nomernya gak aktif. Makanya aku tanya papa Elea sudah sampai rumah atau belum."
"Iya, pa."
Sambungan telepon pun berakhir. Jona langsung menatap istrinya.
"Sayang, kamu coba telepon teman kamu, tanyain itu mereka lagi dimana. Terus kalau bisa tolong ikuti mereka."
Olyn mengangguk menurut. Dia mengambil alih ponselnya dari tangan Jona, lalu menghubungi nomer Jennie. Sayangnya Jennie tidak mengangkat teleponnya.
"Kenapa? Gak di angkat?"
"Iya, coba chat saja."
Olyn pun mengirim chat pada Jennie. Jona tidak sabar menunggu balasan chat itu.
Sudah sepuluh menit sejak mengirim chat, Jennie belum kunjung mengirim balasan.
"Coba telepon sekali lagi," pinta Jona dan Olyn pun melakukan apa yang diminta.
Jennie tidak juga menjawab teleponnya. Ia coba berulang kali tapi tetap saja hasilnya sama. Jona jadi gelisah. Ia yakin sekali jika alasan Elea izin nginap di rumah temannya itu hanya alasan supaya dia bisa berduaan dengan pacarnya. Berduaan? Itu artinya Elea akan nginap dan tidur dengan pria itu.
Tidak ingin diam begitu saja. Jona langsung bergerak untuk mencari tahu keberadaan Elea melalui teman kampusnya. Ia meminta Olyn untuk mencari akun media sosial Elea dan mencari teman se kampusnya yang bernama Mia. Siapa tahu mereka saling follow di media sosial. Setidaknya itu biasa memudahkannya.
__ADS_1
Olyn melakukan apapun yang di minta oleh Jona, ia mencari akun media sosial teman Elea dari pengikut akun Elea sendiri.
"Ketemu, sayang?" tanya Jona tidak sabar.
"Sebentar."
Olyn menemukan akun dengan username mialezatos di kolom komentar postingan Elea. Mungkin itu adalah Mia yang di maksud.
"Aku coba DM akun yang ini. Siapa tahu ini Mia temannya Elea."
Olyn mengirim pesan pada akun tersebut. Menanyakan apa benar hari ini Elea akan menginap di rumahnya untuk tugas kuliah. Dan Mia pun membenarkan.
"Apa katanya? Sudah dibalas?"
Olyn memperlihatkan layar ponsel balasan pesan dari Mia. Meski demikian, Jona masih tidak percaya jika Elea memang nginap untuk tugas kuliah. Apa mungkin Mia sudah di kongkalikong sebelumnya.
"Kalau begitu, coba tanyakan dimana rumahnya?"
Olyn melakukan lagi apa yang diminta suaminya. Tapi begitu ditanya dimana alamat rumahnya, Mia tidak membalas. Dia hanya membaca pesannya saja.
"Tidak di balas, sayang."
Jona menarik napas dalam-dalam. Ia yakin sekali jika itu kebohongan mereka. Satu-satunya harapan mereka saat ini adalah Jennie, berharap Jennie secepatnya membalas pesan mereka.
_Bersambung_
__ADS_1