
Herry mulai memancarkan tatapan yang membuat Elea benar-benar merasa takut sekarang. Rupanya Elea benar-benar sudah membacanya.
"Jack seorang mucikari. Dan gadis yang dia maksud adalah Olyn."
Jawaban Herry membuat Elea tercengang. Ia menatap pria itu dengan seribu pertanyaan di wajahnya.
"Aku bekerja sama dengan mucikari dan aku mendapatkan uang dari hasil menjual gadis padanya. Kata Jack, anak asuhnya sudah banyak yang hamil karena kliennya akan membayar lebih besar jika tidak memakai pengaman. Oleh karena itu, Jack meminta agar aku mencarikan gadis yang tidak bisa hamil supaya dia mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar."
"Aku jadi kepikiran Olyn. Aku rasa dia orang Jack cari selama ini. Tapi sayangnya aku gagal mendekati dia lagi karena dia sudah menikah. Tapi aku rasa kamu pantas menggantikan kakak ipar kamu, baby."
Kelopak mata Elea seketika melebar. Bola mata gadis itu membesar. Seringai jahat dari bibir Herry membuatnya takut sekali.
"Apa maksudmu, Herry?" Elea bertanya dengan nada gemetar.
"Aku tidak perlu menjelaskannya lagi, karena kamu pasti sudah mengerti."
Ketakutan Elea semakin membesar. Seketika ia teringat akan peringatan dari kakak iparnya untuk berhati-hati terhadap Herry karena dia pria yang licik.
Elea mundur saat Herry membungkukan badan mensejajarkan diri dengannya.
"Tapi kamu tenang saja, baby. Aku tidak akan memberikan kamu pada Jack semudah itu. Sebelum aku memberikan kamu padanya, aku yang harus mencoba kamu terlebih dahulu."
__ADS_1
Plakk ..
Sebuah tamparan Elea daratkan di pipi Herry. Betapa brenggsekknya pria itu.
Herry tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh gadis bau kencur itu. Dengan cepat ia membuka handuk putihnya dan memamerkan benda pusaka miliknya yang di tumbuhi oleh banyak bulu.
Manik mata Elea memantulkan betapa menjijikannya pria itu. Herry maju selangkah dan menarik tengkuk wanita itu, memaksa supaya Elea mengemmutt benda itu.
"Mmmm ..." Eela mencoba berteriak.
Herry menjambak rambut Elea cukup kasar, ia menggerakan kepala gadis itu maju mundur sesuai dengan gerakan. Dia mengancam akan melakukan sesuatu jika Elea tidak menuruti kemauannya.
Setitik air mata jatuh dari mata Elea, ia sudah tidak tahan lagi untuk melakukannya. Rasanya ingin muntah.
Dalam keadaan seperti itu, Elea berpikir cara untuk kabur dari sana. Tapi ia takut sekali, ia takut Herry melakukan sesuatu di luar pikirannya yang mengancam nyawa.
Herry merremmas bagian dada Elea dengan sangat kasar hingga pemiliknya meraung kesakitan.
Karena Elea sudah tidak tahan dengan itu dan tidak ingin pria itu berbuat nekad melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya Elea beranikan diri untuk kabur dengan cara menggigit batang pusaka pria itu yang masih bergerak maju mundur di dalam mulut.
Krek
__ADS_1
"Aaaaaarghhhh .."
Elea tidak langsung melepaskan gigitannya. Ia menahannya sebentar supaya efek yang di berikan melemahkan pria itu.
"Aaaa lepaksan!"
Herry menggonjang ganjing kepala Elea agar gadis itu melepaskan gigitannya. Pria itu menarik menjambak rambut, memberikan tamparan kiri kanan, dan juga menarik baju Elea hingga sobek bagian dada. Karena bagi Elea itu sudah cukup, ia juga tidak ingin pria itu membabi buta, akhirnya ia lepaskan gigitannya usai memberi penekanan yang dalam.
"Aaaaaaaaarrgghhhhhh ...."
Herry meraung kesakitan. Ini kesempatan untuk Elea kabur. Beruntung pintu kamar pria itu tidak terkunci jika di buka dari dalam. Sehingga ia bisa keluar dari sana.
Elea lari sekencang-kencangnya. Bergegas pergi masuk ke dalam lift dan barulah ia bisa bernapas dengan lega usai terlepas dari pria itu. Namun, sekujur tubuhnya masih bergetar hebat. Ia baru saja mempertaruhkan nyawanya dengan pria itu.
Hening. Hanya ada suara deru napasnya yang terdengar memburu. Ia jongkok dan memeluk lututnya. Air matanya mengalir begitu deras di sertai dengan isak tangis penuh penyesalan lantaran tidak percaya dengan apa yang telah di peringatkan oleh kakak dan kakak iparnya. Beruntung ia masih diberi keberuntungan oleh Tuhan dan bisa selama dari sesuatu yang mengancam nyawanya.
Setelah berhasil keluar dari apartemen Herry, Elea berjalan menyusuri tepi jalan. Ia terus menangis sepanjang jalan tanpa memperdulikan pandangan orang sekitar. Tangannya sibuk menutupi bagian dada yang terlihat karena bajunya robek akibat tarikan kasar tangan pria itu. Rambutnya berantakan dan ia sudah seperti orang yang tidak waras.
Sepanjang jalan ia mencari taksi. Ia tidak bisa memesan taksi online karena hp nya tertinggal di kamar pria itu.
_Bersambung_
__ADS_1