
Sepanjang perjalanan pulang Olyn masih tidak menyangka jika pacar Elea adalah Herry. Bukan apa-apa, ia kini mulai mengkhawatirkan adik iparnya karena ia tahu betul bagaimana Herry.
"Jona harus tahu kalau adiknya ternyata berhubungan dengan Herry."
Olyn akan memberi tahukan soal ini kepada Jona, karena Jona harus bisa menghentikan hubungan Elea dengan Herry.
Tidak ada yang Olyn pikirkan lagi selain ingin segera memberi tahukan soal ini pada suaminya.
Sampai di rumah, Olyn mendapat kabar jika hari ini Jona pulang telat dan kemungkinan malam. Olyn memikirkan ulang apa ia harus memberi tahu soal hubungan Elea dan Herry saat itu juga atau tunggu sampai nanti menunggu sampai Jona tidak sibuk dengan pekerjaannya. Ia tidak ingin menambah pikiran suaminya yang sedang kacau karena masalah di kantor.
Olyn tertegun. Sambil memikirkan bagaimana cara memberi tahu Jona tentang Elea yang berhubungan dengan mantan pacarnya. Ia khawatir jika hal ini di salah artikan oleh Jona. Rupanya ini akan menjadi sesuatu yang sensitif juga tentunya.
Olyn menghabiskan waktunya hanya untuk berpikir bagaimana cara memberi tahu Jona tentang hubungan Elea dengan Herry. Sampai ia tidak sadar jika ia harus masak untuk makan malam nanti.
Di tempat lain, seorang gadis pun tengah duduk menyandar di sandaran ranjang tempat tidurnya sambil memikirkan keanehan yang terjadi tadi sore.
"Kenapa ya kakak ipar seolah menghindar saat Herry berkenalan dengannya?"
"Kenapa mereka bisa kebetulan ada di sana? Herry belum sempat jawab kenapa dia bisa ada di sana bersama kakak ipar?"
Elea benar-benar merasa ada yang aneh dan ia merasa curiga. Tapi entah apa yang harus di curigai dari mereka.
"Apa Herry dan kakak ipar pernah bertemu sebelumnya?" pikir Elea lagi.
Tidak lama kemudian, Elea menepis pemikiran itu.
"Ah itu tidak mungkin. Herry bilang dia baru kembali dari Paris setelah tinggal selama dua tahun di sana. Jadi mereka pernah bertemu dimana sebelumnya?"
Elea mengedikkan barunya. Ia yakin jika itu hanya suatu kebetulan saja. Herry dan kakak iparnya tidak ada hubungannya sama sekali.
Perhatian Elea seketika tersita pada nama yang muncul di layar ponselnya ketika mengeluarkan suara dering panggilan video call masuk. Raut wajahnya seketika berubah bahagia mendapati video call dari pria tercintanya. Tanpa berpikir apapun lagi, ia segera menjawab video call tersebut.
"Hallo, baby .." ucap Elea di sambut hangat oleh si penelepon.
"Hallo juga, sayang. Kamu lagi apa? Kelihatannya bahagia sekali."
"Aku bahagia karena aku di video call sama pacar aku yang ganteng ini."
"Dasar gembel."
__ADS_1
"Heh?"
"Gombal maksudnya, hehe .."
Pipi Elea seketika merona menahan salting.
"Kamu cantik sekali sih pakai tanktop hitam, aku jadi tambah cinta sama kamu."
Pujian Herry membuat hati Elea semakin di buat melayang dan mabuk kepalang.
"Masa sih? Kamu pasti bohong."
"Aku serius, sayang. Kamu cuma pakai tanktop saja cantik, apalagi kalau gak pake tanktop."
"Heh, apasih?"
"Iya, coba deh dibuka tanktop nya. Pasti cantiknya nambah, cintaku juga nambah."
"Ih kamu ada-ada saja, baby."
"Aku serius, baby. Coba deh. Yah."
"Coba buka, sayang. Aku mau lihat."
"Lihat apa sih, sayang?"
"Lihat pacar aku yang cantik ini. Yah. Buka yah. Please, aku mau lihat kamu cantik."
Suara Herry tiba-tiba terdengar pelan dan juga lembut. Dia terus membujuk Elea supaya menuruti keinginannya yang terdengar nyeleneh bagi Elea.
"Ayo, baby. Aku mau lihat, sayang." Suara Herry terdengar semakin lembut, sehingga Elea mudah terbuai akan rayuan pria itu.
"Ini beneran?"
"Iya, sayang. Aku mau lihat, ya."
Elea terdiam sesaat. Sebelum kemudian ia menuruti permintaan Herry. Di sebrang sana, pria itu mengulas senyum. Bisa dengan mudahnya membujuk Elea.
Elea memperlihatkan tubuhnya yang tanpa tanktop pada Herry. Cukup singkat, sebelum kemudian dia menutupinya menggunakan bantal.
__ADS_1
"Ah, aku malu, sayang .." ujar Elea.
"Jangan di tutupi, sayang. Aku mau lihat, kenapa kamu harus malu? Aku pacarmu."
"Aku malu, baby."
"Kamu cantik sekali tanpa tanktop itu. Aku jadi makin sayang cinta sama kamu."
"Ah serius?"
"Aku serius, sayang. Aku mau lihat lagi, aku mau lihat pacarku yang cantik ini. Yaah .."
Dengan malu-malu, Elea pun mulai menyingkirkan bantal yang menutupi bagian dadanya itu.
"Aahh .. Aku gak kuat lihat kecantikan kamu, sayang .. Kamu cantik sekali, sih," puji Herry semakin membuat Elea melayang-layang.
"Ah kamu serius, baby?"
"Iya, kamu cantik sekali. Tapi sayang aku cuma bisa lihat kamu cantik gini lewat video call. Andai aku bisa lihat kecantikan kamu kayak gini secara langsung."
"Hah, gimana caranya?"
"Besok aku mau ngajak kamu ke sebuah tempat. Nanti kamu buat alasan ada tugas di rumah teman dan harus nginap. Supaya kita bisa berduaan lama-lama. Kamu mau kan menghabiskan waktu bareng aku?"
Dengan cepat Elea menganggukan kepalanya. "Iya, baby. Aku mau. Kita mau kemana memangnya?"
"Rahasia. Biar nanti jadi surprise."
"Aku mau tahu dulu kita kemana?"
"Nanti kamu tahu sayang. Tapi kamu harus janji, kamu harus kasih lihat kecantikan kamu seperti sekarang sama aku secara langsung. Gimana?"
Elea pun mengangguk setuju. "Iya, baby."
"Janji?"
"Janji, sayang."
Elea terlihat senang mendapat pujian dari Herry yang terus menerus. Hingga ia tidak sadar apa maksud dibalik pujian pacarnya.
__ADS_1
_Bersambung_