Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Dijemput


__ADS_3

Jam tiga sore Elea baru saja selesai kelas kuliahnya. Ia mendapat notifikasi pesan masuk dari sang pacar.


My Herry:


Baby, aku jemput di depan kampus, ya.


Senyum di bibir gadis itu terlihat merekah sempurna. Sebelumnya ia sudah memberi tahu jika ia mendapat izin dari papanya jika hari ini akan ada tugas kelompok di rumah temannya yaitu Mia. Padahal itu hanya alasan belaka supaya ia bisa berduaan dengan Herry sepanjang malam nanti.


Elea mempercepat langkahnya keluar gerbang kampus dan mencari mobil Herry. Dari kejauhan seorang pria yang berdiri di samping body melambaikan tangan padanya. Elea ikut melambaikan tangan dan segera menuju pria itu.


"Hai, sayang."


"Iya, hai .."


"Gimana kelasnya? Lancar?"


"Lancar dong," jawab Elea dengan penuh percaya dirinya.


"Ya sudah, sekarang kita mau jalan kemana dulu? Sudah makan siang?"


"Belum, tadi belum sempat makan siang."


"Kalau begitu kita mampir ke restoran dulu bagaimana?"


Elea mengangguk setuju. "Iya, ayo."


Herry lekas membukakan pintu mobil samping untuk Elea. Gadis itu lekas masuk dengan wajah ceria dan semangat. Rasanya ini akan menjadi malam panjang bersama sang pacar dan ia sudah tidak sabar.

__ADS_1


Herry berjalan mengitari mobilnya usai menutup kembali pintu mobil untuk Elea, ia lekas menyusul masuk ke bagian kemudi.


Tanpa menunggu lama lagi, Herry pun menghidupkan mesin mobil dan mobil pun melesat meninggalkan area kampus.


Herry menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang tidak jauh dari kampus Elea. Ia turun dan membukakan pintu mobilnya untuk sang kekasih. Gadis itupun turun.


"Thanks, baby."


"Sama-sama, sayang."


Usai menutup kembali pintu mobilnya, Herry merangkul bahu Elea untuk masuk ke dalam restoran tersebut. Mereka memilih meja tengah bagian pinggir kemudian memesan menu usai pelayan datang. Restoran nya tidak terlalu ramai. Namun ada beberapa pengunjung yang memang sedang makan.


"Aku mau yang ini, minumnya lemon tea saja. Aku suka lemon tea," kata Elea.


Mereka memesan menu yang sama dan itu bagi Elea sangatlah sweet. Ia belum pernah bertemu dengan pria semanis Herry. Meski usia mereka terbilang cukup jauh beda tujuh tahun, tapi baginya tidak masalah.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka mengobrol ringan. Herry mulai mengeluarkan gombalan dan rayuan maut yang membuat hati Elea semakin berbunga-bunga. Tidak lupa Herry juga memuji kecantikan gadis itu supaya Elea semakin terbuai akan rayuannya.


"Mereka seperti tidak asing. Dia seperti mantan pacar Olyn, dan yang satunya seperti adik iparnya," ujarnya.


Setelah di lihat dan di perhatikan secara seksama, ternyata memang benar. Ia sedikit terkejut saat mengingat sesuatu. Ia lekas mengambil ponselnya, mengambil foto mereka berdua, lalu mengirimnya pada seseorang di room chat.


Usai mengirim chat tersebut, ia kembali memperhatikan dua orang itu. Dan tidak sengaja mendengar apa saja yang mereka bicarakan. Tidak ingin mereka berdua sampai melihat dan mengenali dirinya, ia pun pindah posisi duduk ke kursi sebrang dengan membelakangi meja mereka.


"Aku beruntung bisa dapetin gadis secantik dan seimut kamu, sayang," kata Herry.


"Ah masa sih, baby?"

__ADS_1


"Iya, apalagi kamu yang tadi malam itu. Aku jadi tambah cinta sama kamu. Aku jadi tidak sabar ingat melihat cantik dan imutnya kamu nanti malam seperti yang di video call tadi malam."


"Aku jadi malu, sayang. Jadi nanti kita serius menginap di hotel?"


"Iya, aku serius, sayang. Tapi kalau misalkan kamunya ragu dan tidak jadi, aku bisa batalin."


Ekspresi Herry berubah dan Elea tidak mau mengecewakan Herry.


"Aku mau, baby. Aku juga serius, makanya aku bikin alesan nginap di rumah teman aku."


Sudut bibir Herry terangkat membentuk sebuah senyum.


"Iya, sayang."


Herry lekas memberi kecupan singkat di pipi sebelah kanan Elea. Wanita itu merasa lega lantaran Herry tidak jadi kecewa padanya.


Sementara wanita yang sedari tadi menguping tengah menyesali sesuatu. Ia tidak sempat merekam pembicaraan mereka dan ia terpaksa harus segera pergi karena ia ada janji dengan seseorang.


Ketika wanita itu berjalan dan melewati meja mereka, Elea tidak sengaja melihatnya sekilas dan tidak begitu jelas. Ia sampai membalikkan badan untuk memastikan orang yang baru ia lihat adalah seseorang yang seperti dugaannya.


Herry mengikuti arah pandang Elea.


"Kenapa? Kamu lihat siapa?"


Elea kembali beralih pada Herry kemudian ia menggelengkan kepalanya kecil.


"Enggak, bukan siapa-siapa," jawab Elea dengan senyum kecil.

__ADS_1


Dalam hati, ia merasa seperti mengenal wanita tersebut. Dan entah kenapa, hatinya merasa terganggu dan mulai tidak tenang usai melihat wanita barusan.


_Bersambung_


__ADS_2