Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Mencurigakan


__ADS_3

"Apa yang membuat kamu bahagia menikah dengan seorang pria impoten?"


Pertanyaan Herry barusan membuat Olyn seketika terdiam dengan iris mata yang membulat lebar. Wajah beserta tubuhnya menegang seakan terkejut mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Herry. Kenapa pria itu bisa tahu soal Jona?


Olyn menutupi keterkejutan nya dengan tersenyum.


"Jangan asal bicara ya kamu!"


"Aku benar kan, Lyn? Suami kamu itu pria impoten kan? Jadi bagaimana kamu bisa bahagia menikah dengannya? Kamu jadi gak bisa melakukan apa yang dulu kita lakukan dan membuatmu senang sama dia."


Plakk ..


Sebuah tamparan dari Olyn mendarat mulus di pipi sebelah kiri Herry dan meninggalkan merah bekas tamparan. Olyn sudah tidak tahan lagi ingin melakukannya dari tadi, hanya saja ia coba untuk tahan sampai akhirnya ia tidak tahan lagi untuk melakukannya.


"Tutup mulut kamu, Herry! Jangan pernah bicara yang tidak-tidak tentang suami aku."


"Aku bicara fakta, sayang. Dia impoten kan? Lalu bagaimana kamu bisa bahagia dengannya? Apa kamu tidak akan merana? Seumur hidup itu lama, Olyn sayang. Jadi apa kamu yakin bisa bertahan hidup dengan pria yang bahkan tidak bisa memberi kamu kebahagiaan yang seharusnya di dapatkan dari seorang pasangan?"


"AKU BILANG CUKUP!" teriak Olyn kesal.


"Atau begini saja, deh. Aku siap jadi orang yang akan memberi kamu kebahagiaan yang tidak bisa kamu dapatkan dari suami kamu secara cuma-cuma. Kita bisa melakukannya lagi seperti dulu, baby."

__ADS_1


Herry melayangkan senyuman yang membuat Olyn semakin jijik pada pria itu. Ia ingin menampar pria itu rasanya, hanya saja seseorang datang dan mengurungkan niatnya untuk menggampar Herry untuk yang kedua kalinya.


"Sayang .. Kamu lagi apa di sini?"


Mendengar suara seseorang barusan membuat Olyn dan Herry menoleh secara bersamaan. Seketika Olyn terkejut mendengar gadis tersebut memanggil pria di hadapannya dengan kata barusan.


"Elea?"


"Kakak ipar? Sedang apa di sini? Kenapa kamu bisa sama pacar aku?"


Olyn lebih di kejutkan lagi oleh pernyataan adik iparnya barusan. Ia bahkan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Iya, kenapa?"


Olyn refleks melihat ke arah Herry, pria itu tersenyum menyeringai. Seperti ada sesuatu di balik senyumannya.


"Sayang, kamu lagi ngapain sama kakak ipar aku?" tanya Elea kemudian pada Herry.


"Oh ini kakak ipar kamu?" Herry pura-pura terkejut begitu Elea mengenalkan Olyn sebagai kakak iparnya.


"Iya, jadi ini istri kakak ipar kamu?" Herry bertanya seolah-olah dia tidak tahu, padahal ia pura-pura tidak tahu saja.

__ADS_1


Pria itu lekas mengulurkan tangannya pada Olyn untuk memperkenalkan diri di hadapan Elea agar ia di nilai sebagai pria yang sopan.


"Senang bisa bertemu dengan kakak ipar," ucap Herry di sertai dengan senyuman.


Olyn bisa membaca apa yang saat ini ada di dalam pikiran pria itu. Ia menggunakan kesempatan ini untuk segera pergi dari sana, masuk ke dalam mobilnya.


Melihat sikap kakak iparnya yang demikian, kening Elea berkerut dan merasa heran juga ada yang aneh.


"Ada apa dengannya?" gumam Elea.


Herry menarik tangannya kembali yang tidak mendapat sambutan dari Olyn. Elea lekas menatap wajah Herry.


"Apa yang kamu lakukan barusan dengan kakak ipar?" Elea menatap Herry dengan tatapan penuh kecurigaan.


Pria itu lekas mengalihkan perhatian dengan merangkul bahu Elea untuk mengajaknya masuk ke dalam kafe tersebut.


"Ayo, baby. Kita masuk ke dalam."


Herry mengajak Elea untuk masuk ke kafe tersebut, sementara Elea masih merasa ada yang aneh di antara pacar dengan kakak iparnya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2