
Suara gemericik air yang terdengar selama hampir tiga puluh menit kini mulai berhenti. Tidak lama kemudian Jona keluar dari kamar mandi dan mengeluh perutnya masih sakit akibat makanan pedas yang ia makan tiga hari lalu.
"Gimana? Sekarang perutnya masih mendingan?" tanya Olyn memastikan, ia jadi cemas melihat suaminya bolak-balik kamar mandi terus menerus sejak tadi.
"Masih mules. Sekarang aku jadi lemes banget, sayang." Jona menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.
"Pakai minyak angin lagi, ya. Atau kalau mulesnya belum juga hilang, nanti kita ke klinik, ya."
Olyn mengambil minyak angin yang sebelumnya sudah ia oleskan ke perut suaminya. Jona juga sudah minum obat sakit perut, akan tetapi mulesnya belum kunjung hilang dan terus masih bolak-balik kamar mandi.
"Kalau aku sakit perut kayak gini biasanya aku di buatkan ramuan sama si bibi di rumah. Biasanya langsung sembuh. Tapi gak tahu itu ramuan apa, racikan nya tradisional buatannya sendiri," kata Jona.
"Kalau begitu aku mau telepon mama buat tanya si bibi biasanya bikin ramuan itu bahannya apa aja, nanti biar aku yang buatkan."
"Kalau begitu ke rumah mama sekarang. Nanti kalau bahan yang bibi sebutkan gak ada di sini, harus beli dulu, jadinya lama."
Olyn setuju jika itu keinginan Jona. Akhirnya mereka siap-siap pergi ke tempat kediaman tuan nyonya Artur.
__ADS_1
Selama perjalanan menuju rumah mama papanya, Jona sampai berhenti dua kali di pom bensin untuk buang air besar. Sebisa mungkin ia tahan, tapi semakin di tahan semakin mules rasanya.
"Assalamu'alaikum, ma, pa," salam Olyn begitu sudah sampai dan menghampiri mama papanya yang tengah duduk santai di ruang keluarga.
"Walaikum salam .. Eh Olyn, Jona."
Nyonya Artur refleks berdiri untuk menyambut putra dan menantunya.
Jona merasa mules lagi, dia segera lari naik ke tangga untuk pergi ke kamarnya.
"Jona kenapa?" tanya tuan Artur yang masih stay duduk di sofa.
"Jona sakit perut, ma, pa. Dari tadi pagi dia bolak-balik ke kamar mandi. Padahal sudah minum obat dan aku kasih minyak angin di perutnya. Aku juga sudah ajak dia buat ke klinik tapi katanya mau kesini aja minta di buatkan ramuan sama si bibi," jelas Olyn.
"Oh iya, Jona memang suka di buatkan ramuan kalau dia perutnya lagi sakit. Dari kapan memang sakit perutnya?"
"Tadi malam udah kerasa, cuma tadi pagi bolak-balik ke kamar mandinya sampai sekarang. Aku gak tega lihatnya. Mana wajahnya udah pucet banget, dia juga bilang emes banget katanya."
__ADS_1
"Kalau begitu mama mau minta si bibi buat bikin ramuannya sekarang."
"Iya, ma."
Nyonya Artur melipir pergi untuk menemui asisten rumah yang biasa membuatkan ramuan tradisional untuk Jona jika sakit perut. Olyn pun pamit permisi pada papa mertuanya untuk ke kamar menemui Jona.
Saat menutup pintu kamar dan hendak menuju ranjang tempat tidur, Olyn tidak sengaja mendengar suara yang nyaris membuatnya tertawa jika tidak segera ia tahan.
Brooottt ..
Brewekkk wekwekkk ..
Pruutttt ..
Olyn hanya bisa menahan tawa mendengar suara-suara yang berasal dari kamar mandi. Mungkin Jona lupa menghidupkan air supaya bisa mendistrak suaranya.
_Bersambung_
__ADS_1