Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Hari Sial


__ADS_3

Untuk beberapa hari kedepannya Jona bilang akan sedikit sibuk dengan pekerjaan lantaran selain ada masalah mengenai karyawan, ada juga masalah mengenai klien yang tiba-tiba membatalkan kontrak kerja samanya dengan pihak perusahaannya.


Olyn juga sedikit sibuk dengan endorse nya. Siang ini ia di minta untuk ketemuan di sebuah kafe karena ada yang ingin di bicarakan secara langsung.


Usai mendapat izin dari suaminya, Olyn pun pergi menemui orang yang ingin mengendorse nya. Kebetulan Olyn belum memiliki manager jadi semua yang ingin endorse langsung melalui dirinya.


Pertemuan berjalan dengan lancar dan mereka ingin mengendorse produk kosmetik karena kebetulan Olyn memang memiliki kulit wajah yang bersih dan cerah. Olyn cukup memposting di akun media sosial nya dengan kontrak selama satu bulan saja. Biasanya Olyn hanya mengambil emdorse kontrak seminggu atau bahkan sehari juga ada yang cukup ia posting di story. Tapi kali ini kontrak paling sebentar itu sebulan dan ia menyepakati kontraknya.


Sialnya ketika ia akan pulang usai pertemuan barusan, ia lagi-lagi harus bertemu dengan sosok yang tidak ingin ia lihat lagi di muka bumi ini.


Olyn dengan cepat melangkah ke arah mobilnya di parkiran dan membuka pintu mobilnya.


Trek ..


Brakk ..


Baru saja ia membuka pintu mobilnya dan hendak masuk, namun tangan seseorang tiba-tiba menjangkau pintu mobilnya dan menutupnya kembali. Ia menoleh untuk memastikan siapa yang melakukan itu, dan ternyata dugaannya benar. Manusia itu.


"Mau kemana sih? Kenapa terburu-buru sekali, Olyn?"


Bukan hanya wajahnya, Olyn bahkan tidak ingin mendengar suara dari sosok yang satu itu.


"Pergilah, aku tidak ingin melihat bahkan mendengar suaramu lagi!" usir Olyn.

__ADS_1


Pria itu menyunggingkan sebelah sudut bibir membentuk senyum kecil.


"Kenapa, sayang? Masih kecewa ya sama aku? Atau masih cinta sebenarnya?"


"Stop, Herry! Aku bahkan jijik mendengar kalimat kamu barusan?"


"Oh yeah?"


"Ya. Jadi lebih baik sekarang kamu pergi dan jangan pernah muncul lagi di hadapan aku."


Olyn membuka pintu mobilnya tapi lagi-lagi di cegah oleh Herry.


"Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Olyn. Mungkin kita memang di takdirkan untuk bertemu lagi."


Herry paham maksud Olyn barusan. Ia tidak bisa menerima kekurangan Olyn dulu karena ia tidak begitu percaya soal takdir jika Olyn adalah wanita infertil.


"Iya, maaf. Tapi jujur, kita sudah beberapa kali bertemu tanpa sengaja dan aku senang bisa bertemu lagi sama kamu."


"Aku yang tidak senang. Aku justru merasa ini adalah kesialan karena lagi-lagi aku harus melihat sosok yang tidak ingin aku lihat lagi."


"Kenapa, Lyn? Sebegitu dalamnya kah rasa kecewa kamu terhadap aku?"


"Aku tidak ingin membahasnya lagi."

__ADS_1


"Aku sudah berakhir dengan dia, Lyn? Dan ternyata dia tidak lebih baik dari kamu sekalipun dia wanita yang sempurna."


"Aku tidak perduli. Lagipula sekarang aku sudah bahagia dengan suami aku. Jadi jangan pernah datang lagi ke kehidupan aku."


"Yakin kamu bahagia?"


"Ya, tentu saja aku bahagia."


"Apa yang membuat kamu bahagia menikah dengan seorang pria impoten?"


Pertanyaan Herry barusan membuat Olyn seketika terdiam dengan iris mata yang membulat lebar. Wajah beserta tubuhnya menegang seakan terkejut mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Herry. Kenapa pria itu bisa tahu soal Jona?


Olyn menutupi keterkejutan nya dengan tersenyum.


"Jangan asal bicara ya kamu!"


"Aku benar kan, Lyn? Suami kamu itu pria impoten kan? Jadi bagaimana kamu bisa bahagia menikah dengannya? Kamu jadi gak bisa melakukan apa yang dulu kita lakukan dan membuatmu senang sama dia."


Plakk ..


Sebuah tamparan dari Olyn mendarat mulus di pipi sebelah kiri Herry dan meninggalkan merah bekas tamparan. Olyn sudah tidak tahan lagi ingin melakukannya dari tadi, hanya saja ia coba untuk tahan sampai akhirnya ia tidak tahan lagi untuk melakukannya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2