Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Hari pertama Jona di bawa ke pengobatan alternatif. Dia di beri obat-obatan tradisional dan juga di pijat di bagian titik tertentu. Jona tidak berharap banyak untuk sembuh, sebab ia tahu jika hal ini pasti akan berakhir sia-sia belaka.


Sementara Olyn begitu antusias. Dia banyak mengobrol dengan orang yang berusaha mengobati suaminya. Dan pria paruh baya itu mengatakan jika Jona memang sulit sekali untuk sembuh. Kecil kemungkinan untuk menjadi normal lagi.


Meski demikian, Olyn tidak menyerah dan pesimis seperti Jona. Sebab masih ada kemungkinan walaupun kecil.


Mereka pulang setelah terapi selesai.


"Minggu depan kita di minta untuk datang lagi ke sana. Mudah-mudahan cara ini berhasil, ya," ucap Olyn saat mereka dalam perjalanan pulang di mobil.


"Kamu saja yang ke sana, aku malas," jawab pria itu dengan nada datar.


Olyn hanya bisa menghela napas sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Pesimis sekali jadi orang. Padahal kalau kamu sembuh, penderitaan kamu akan berakhir," gerutu Olyn.


Jona tiba-tiba menghentikan mobilnya secara mendadak. Dia menatap wajah Olyn dengan tatapan yang tak biasanya.


"Aku akan datang ke tempat itu untuk satu kali lagi, setelah itu aku tidak mau lagi. Aku merasa akhir-akhir ini kamu terlalu terobsesi dengan kesembuhan aku. Kenapa? Kalau kamu memang belum bisa menerima aku sepenuhnya, lebih baik kamu cari pria yang bisa memberi sisi bahagia kamu itu."


Olyn tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Jona barusan. Jona menunjukkan sikap seolah-olah dia tidak nyaman dengan apa yang saat ini sedang ia lakukan demi kesembuhan dirinya. Dan Jona sendiri sebenarnya ingin mengatakan hal ini dari semenjak Olyn terus membahas ingin ia sembuh, padahal sudah jelas jika ia impoten permanen.


"Kenapa kamu bicaranya begitu? Padahal apa yang aku lakukan demi kesembuhan kamu juga, Jona!"


"Setidaknya kita harus berusaha?"


"Usaha untuk apa? Sekarang gimana kalau posisinya di balik? Apa kamu bisa sabar seperti aku?"

__ADS_1


"Oh jadi kamu tersinggung?"


"Entahlah, aku capek. Aku kira kamu wanita yang bijak, tapi ternyata kamu wanita yang boddoh."


Olyn benar-benar tidak menyangka jika hal itu akan keluar dari mulut Jona. Ia pun turun dari mobil dan pergi begitu saja. Jona tidak ada niatan untuk mengejar istrinya. Sebab ia sudah muak dengan rencana Olyn dengan alasan demi kesembuhan dirinya.


Olyn berjalan menyusuri tepi jalan dengan air mata yang berjatuhan. Ia masih tidak percaya jika semua akan seperti ini. Jika ia tahu pernikahan akan se menyakitkan ini, mungkin ia lebih baik tidak menikah dengan siapapun. Dan mungkin ini cara Tuhan untuk menyelamatkan dirinya dari rasa sakit cinta.


Olyn melihat ke belakang. Ia kira Jona akan turun dari mobil dan berusaha mencegah kepergiannya. Tapi mungkin itu hanya ada di drama perfilman saja. Nyatanya, Jona pergi meninggalkan dirinya.


"Jahat sekali kamu, Jona," ucap Olyn dengan bibir gemetar menahan isak tangis.


Saat ia hendak memesan taksi online, ia baru sadar jika hp nya tertinggal di mobil Jona. Akhirnya ia berjalan beberapa puluh meter untuk menemukan taksi.

__ADS_1


Olyn berniat untuk pulang ke rumahnya. Ia tidak ingin pulang ke rumah Jona. Dan ia rasa perlu bicara dengan momy nya. Sambil mencari solusi bagaimana baiknya.


_Bersambung_


__ADS_2