Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Pesan Rahasia


__ADS_3

Sudah hampir sebulan setelah kejadian yang membuat hubungan antara Olyn dengan keluarga suaminya memanas. Sejak hari itu hubungan mereka renggang. Jona berusaha meyakinkan mamanya jika pacar adiknya itu bukan laki-laki baik, tapi sayangnya ia tidak ada bukti untuk itu.


Tuan Artur percaya pada putranya, tapi nyonya Artur lebih percaya dengan putrinya. Elea masih berani membawa Herry ke rumah untuk silaturahmi.


"Jadi kapan kamu akan menikahi Elea?" tanya nyonya Artur tidak sabar, jika memang pria itu serius, tentu saja tidak akan berlama-lama berpacaran.


"Secepatnya," jawab Herry meyakinkan.


Nyonya Artur tersenyum puas. Baginya tidak ada yang salah dari calon menantunya. Yang justru yang sudah jadi menantunya. Mengatai orang tidak baik hanya karena belum bisa move on dan tidak bisa menerima kalau masa lalunya kini harus bersama dengan adik iparnya.


Herry pandai mencuri perhatian sang calon ibu mertuanya supaya yakin jika ia adalah sosok menantu idaman.


Pria itu meminta izin untuk mengajak Elea main keluar malam dan berjanji akan pulang sebelum larut malam. Nyonya Artur dengan senang hati memberi izin dan bilang tidak perlu meminta izin pada suaminya karena itu sudah pasti tidak akan di izinkan.


Hal itu membuat tidak hanya Herry, Elea pun senang lantaran mamanya begitu mendukung hubungan mereka.

__ADS_1


Herry mengajak Elea ke apartemennya. Tiba di sana pria itu langsung saja mengajak Elea masik ke unitnya. Kamarnya terlihat sedikit berantakan, mungkin karena Herry seorang pria yang tidak begitu perduli soal itu.


Elea membantu merapikan kamar itu hingga nyaman untuk dilihat. Herry melontarkan pujian yang membuat wanita itu besar hati.


Jam menunjukan pukul lima sore. Herry izin mandi sebentar sementara Elea duduk menunggu pria itu di tepi ranjang sambil bermain ponsel membuka sosial media.


Perhatian Elea seketika beralih ketika ponsel milik Herry mengeluarkan bunyi notifikasi pesan masuk.


Jack:


Degg!


Tiba-tiba jantung Elea mendadak berhenti usai membaca pesan yang di kirim oleh seseorang barusan. Ia berusaha untuk tetap berpikir positif akan tetapi sulit. Entah kenapa rasa takut seketika menghantuinya.


"Siapa gadis yang orang ini maksud?"

__ADS_1


Elea berusaha untuk tetap tenang. Sampai akhirnya ia mendengar pintu kamar mandi di buka dan ponsel Herry masih di tangannya terjatuh ke lantai saking kagetnya.


Gadis itu berubah panik. Ia sudah lancang dengan barang milik pacarnya. Selama berpacaran, Herry sudah sering mengingatkan jika ia paling tidak suka jika seseorang menggangu privasinya.


Herry yang hanya berbalut handuk putih dari pinggang sampai lutut berjalan ke arah Elea dan memungut benda pipih di lantai.


Pria itu melihat layar ponselnya, kemudian beralih memandang wajah pacarnya. Elea segera mengalihkan pandangannya ke arah lain sebab tidak berani bertatapan dengan pria itu. Mendadak ia takut dengan pacarnya sendiri. Bahkan untuk menelan luddah saja rasanya sulit.


"Aku sudah bilang jangan pernah mengganggu privasiku, Elea. Kenapa kamu melakukannya?" ucap Herry masih dengan nada bicara pelan.


"Ma-maaf .." ucap Elea gugup. "Tapi, siapa Jack? Dan siapa gadis yang dia maksud?"


Herry mulai memancarkan tatapan yang membuat Elea benar-benar merasa takut sekarang. Rupanya Elea benar-benar sudah membacanya.


"Jack seorang mucikari. Dan gadis yang dia maksud adalah Olyn."

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2