Pria Impoten VS Wanita Infertil

Pria Impoten VS Wanita Infertil
Masih Beruntung


__ADS_3

"Pokoknya nanti pernikahan Elea sama Herry harus berlangsung dengan mewah, pa. Kita harus adakan pesta besar-besaran," usul nyonya Artur pada suaminya, padahal sejak tadi tuan Artur hanya fokus pada majalah yang sedang dibaca.


Perhatian nyonya Artur seketika tersita pada seseorang yang baru saja datang dengan tangis pilu. Begitu di lihat, ternyata sumber tangisan pilu itu berasal dari putrinya.


"Elea!"


Dengan sigap nyonya Artur bangun berdiri dan menghampiri putrinya. Tuan Artur lekas menaruh majalahnya di meja dan menyusul langkah istrinya menuju putri mereka.


"Ya ampun, Elea sayang. Kamu kenapa, nak? Kenapa kamu jadi seperti ini?" seru wanita paruh baya itu sambil memegang kedua bahu putrinya, menatap penampilan Elea dari ujung kaki sampai ujung rambut yang tampak berantakan dan kacau.


Tuan Artur ikut cemas dengan apa yang terjadi pada putrinya. Pasalnya tadi Elea pergi bersama Herry sore hari.


Elea menghambur ke dalam pelukan mamanya, ia menumpahkan tangisnya di sana. Tangisnya pecah dan air matanya bertumpah ruah. Suara tangis pilunya semakin keras sehingga membuat tuan dan nyonya Artur cemas dan kebingungan.


***


Jona dan Olyn baru saja selesai makan malam. Mereka tidak langsung pergi ke kamar dan memilih meluangkan waktu untuk mengobrol berdua di balkon. Namun, obrolan mereka terhenti saat Olyn mendapati telepon dari seseorang.


Wanita itu melihat layar ponselnya yang mengeluarkan nama mama mertua. Setelah sekian lama hubungan mereka sempat renggang, kali ini mertuanya justru menghubungi lebih dulu.


"Siapa? Kenapa gak langsung dijawab?" tanya Jona melihat istrinya malah memandangi layar hp.

__ADS_1


"Mama telepon." Olyn memperlihatkan layar hp nya pada Jona.


Jona khawatir mamanya akan mengatakan sesuatu yang membuat sakit hati istrinya lagi. Ia ambil alih ponsel Olyn dan menjawab panggilan telepon tersebut.


"Halo, Olyn. Bisa kamu datang kesini sekarang? Mama mohon kamu datang kesini sekarang, ya. Kamu bisa kan?" seru nyonya Artur dengan isak tangis memohon.


Jona menjauhkan benda pipih itu dari daun telinganya dan memastikan lagi nama yang tertera di layar telepon. Setelah itu, ia tempelkan lagi ponselnya ke telinga.


"Ma, ini aku Jona. Mama kenapa kenapa nangis? Mama baik-baik saja kan?"


Perhatian Olyn tertarik begitu Jona berkata demikian, ada kecemasan di wajah Jona saat pria itu mendengarkan apa yang di katakan oleh mamanya dari sebrang sana.


"Sayang, kenapa? Ada apa sama mama?"


"Kita ke rumah mama sekarang, ya!"


"Iya, tapi ada apa? Mama kenapa? Jangan bikin aku khawatir, sayang."


"Aku cerita di mobil nanti. Ayo!"


Jona menarik pergelangan tangan istrinya dan mereka bergegas untuk pergi menuju rumah papa mamanya.

__ADS_1


Beruntung jalanan tidak begitu di penuhi kendaraan yang berlalu lalang. Mungkin karena sudah malam juga, jadi tidak begitu macet seperti sore waktu pulang kerja.


Mobil Jona berhenti di halaman rumah papa mamanya. Mereka keluar dari mobil dan memasuki rumah dengan langkah tergesa. Sampai di dalam, tiba-tiba muncul nyonya Artur dan langsung menghambur memeluk menantunya dengan isak tangis.


"Olyn .. Elea, Olyn .. Eleaa .."


Olyn membalas pelukan mama mertuanya. Sebelumnya Jona sudah cerita padanya saat dalam perjalanan tadi.


Nyonya Artur mengungkapkan penyesalannya pada Olyn karena tidak percaya dengan apa yang di katakan tentang Herry waktu itu. Olyn bisa mengerti dan ia sebenarnya tidak marah pada mama mertuanya, hanya saja sangat di sayangkan kenapa percaya setelah ketakutannya terjadi pada Elea.


Kemudian Olyn izin bertemu dengan Elea. Gadis itu katanya tidak ingin keluar kamar dan Olyn yang datang menemuinya. Gadis itu merasa sangat malu begitu bertemu dengan kakak iparnya. Ia menyesal karena tidak mendengarkan apa yang di katakan olehnya tentang pria itu.


"Aku menyesal karena tidak mendengarkan kamu, kak," ucap gadis itu sambil menundukan wajah, tak berani menatap wajah Olyn.


Olyn menyandarkan kepala Elea ke bahunya dan membiarkan gadis itu menangis.


"Gak apa-apa. Yang penting kamu sekarang sudah sadar. Dan kamu masih beruntung."


Kemudian Elea menceritakan yang sebenarnya pada apa yang terjadi pada dirinya. Dan Olyn cukup terkejut dengan cerita Elea ketika gadis itu menceritakan jika Herry sebenarnya mengincar dirinya. Mengganggu rumah tangganya, ingin mendapatkannya kembali dengan tujuan dan maksud tertentu. Dan sialnya Elea yang menggantikan target pria itu. Beruntung Elea berhasil terlepas dari Herry sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Apa yang di alami oleh Elea masih nasib baik. Dia masih selamat dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2