![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Michael***
Aku berjalan pelan menuju mansion besar milik keluarga besar Danuarga. Aku sangat gugup dan takut. Aku tidak mau dia menemukanku dan menyiksaku lagi
Aku memasuki mansion sambil bernjinjit berusaha untuk tidak menimbulkan suara.
"Mikey "
Aku tersentak dan menoleh ternyata seorang anak laki- laki yang usia nya lebih lebih tua dari ku.. Ah ini hari yang sangat sial.
"Ro.. Robert.. "
"Panggil aku kakak, aku kakak mu kan! " bentak Robert. Aku merasakan tubuhku gemetar ketakutan.
"Kecuali jika kau mau aku tidak menganggap mu adikku" kata Robert sarkas.
"I.. Iya.. Kak Robert " kata ku.
"Ingat, kau dan ibu mu hanya menumpang disini, jangan sampai kalian berpikir bisa mendapatkan ayahku! " bentak Robert.
Sakit sekali mendengar dia mengatakan itu. Padahal aku adalah anak ayah juga. Ayah kami sama hanya ibu kami yang berbeda.
Robert selalu kesal pada ku apabila aku di perhatikan ayah. Padahal jelas, kalau ayah lebih menyayangi nya dan aku tidak keberatan karena dia memang pantas mendapatkan kasih sayang ayah karena dia pewaris tahta perusahaan ayah kami.
Ibuku juga memperhatikan kami dengan baik. Ibu menyayangi kakak dan aku. Tidak ada perbedaan. Meski kak Robert anak tiri ibu, ibu tetap menyayangi nya. Tapi Robert bilang, Robert benci ibu karena ibu bukan ibu nya.
Robert bilang dia akan menyakiti ibu jika ibu mau merebut ayah dari nya. Aku tidak bilang pada ibu karena aku takut dengan ancaman Robert.
Robert sering memukulku dan menyiksa mentalku dengan kata-kata nya yang laknat. Dia jahat! Dia tidak pernah bersikap seperti seorang kakak!
Dia pernah membunuh kelinci kesayanganku! Dia membunuh nya! Dia psikopat! Padahal waktu itu dia masih anak-anak seperti ku!
Dia pernah menyayat tengkukku karena aku tidak mau bersujud pada nya.. Dia bertingkah seolah diri nya yang paling sempurna..
Aku kadang berpikir, apa salahku? Aku tidak pernah menyakiti nya.
Aku juga pernah melihat dia memasukkan sesuatu ke susu hamil ibu ku. Aku memberitahu ibu. Tapi ibu bilang tidak mungkin Robert menyakiti ibu.
Dan ibu pun meminum nya..
Setelah itu.. Ibu mengalami pendarahan hebat. Janin yang dia kandung pun keguguran. Ayah membawa nya ke rumah sakit.
Karena ibu juga seorang dokter, ibu bisa menangani kesakitan nya dengan cukup baik.
Ibu bilang, aku tidak perlu mengatakan kalau Robert yang menyakiti ibu pada siapa pun. Aku mau mengadu ke ayah. Tapi ibu bilang, itu bukan salah Robert.
Padahal jelas itu salah Robert. Ibu bilang, dulu ibu nya Robert sangat jahat dan selalu menyiksa Robert setiap hari .
Robert sangat tertekan mental mau pun fisik. Hingga suatu saat, ayah memergoki ibu nya sedang menyiksa Robert. Bukan nya menyesal, ibu Robert juga mencelakai ayah.
Ayah dan Robert di larikan ke rumah sakit dan mereka di rawat oleh ibu, selaku dokter di rumah sakit yang di miliki ayah.
__ADS_1
Ayah pun menceritakan semuanya pada ibu. Hingga mereka pun menjadi semakin dekat dan saling mencintai.
Mereka menikah dan aku pun lahir. Ibu bilang kami harus menjaga perasaan Robert dan ayah.
Aku pun mengikuti kemauan ibu..
Aku tetap diam dan Robert tetap menyiksa ku hingga aku menjadi seperti dia. Kasar, jahat, kejam, biadab, tidak berperasaan.
Aku juga menjadi pembangkang seperti dia. Ayah yang menyayangi kami jadi dingin pada kami bahkan pada Cecil yang tidak tahu apa-apa.
Aku dan Robert mulai bersaing dan berusaha saling menjatuhkan satu sama lain.
Aku tidak mau kalah! Aku membenci dia sama seperti dia membenci ku!
Sampai sekarang
***
Aku mendengus kesal melihat dia duduk sambil memainkan jari nya diatas meja menunggu minuman pesanan kami datang.
Ya, dia mengajakku ke klub malam. Dia bilang, klub itu milik nya hasil keuntungan dari perusahaan.
Koruptor!
"Mana kekasih muda mu, Mike? " tanya Robert.
"Minumlah, jangan sungkan.. Aku tahu kau sering minum di belakang kami.. Ya kan? Hmm.. Anak cupu yang cengeng dan manja seperti mu bisa berubah seperti ini ya" ledek nya.
Ah seandainya dia bukan kakakku, ku robek saja mulut nya!
"Oh ya, kenapa psikopat seperti mu mau menjadi dokter huh? " tanya nya.
Seperti nya minuman yang dia minum membuat dia bertanya terlalu banyak. Padahal sedari tadi aku tidak menjawab satu pun pertanyaan nya.
Psikopat gila!
Prok prok
Dia bertepuk. Beberapa jalang menghampiri kami dan bergelayut manja pada kami memberikan kesan sensual.
"Ah, pilihlah satu atau dua, terserah kau, Mike" kata Robert.
"Ku pikir setelah kau menikah kau berhenti menggunakan jalang " kataku untuk pertama kali nya mengeluarkan suara.
"Ah, Vanessa hanya sebatas mesin anak untuk ku, tidak lebih! " jawab Robert.
Sialan dia!
Bukan nya aku sok suci, tapi aku tidak suka melihat kebaikan Vanessa yang polos dan baik itu di salah gunakan oleh bedebah di depan ku.
__ADS_1
Ya, aku memang sering membunuh wanita jalang. Tapi tidak untuk wanita baik-baik seperti Vanessa.
Salah satu jalang sudah di pilih oleh nya. Mereka berlalu ke kamar utama.
"Minggirlah.. Aku tidak butuh kalian" kata ku kemudian berlalu meninggalkan mereka dan kembali ke mansion nenek.
Aku lupa kalau aku sudah berjanji akan kembali ke sana sore atau malam.
Tak terasa mobil yang ku tumpangi sudah sampai dan aku melihat orang -orang mansion sudah tidak ada yang beraktivitas kecuali penjaga.
Aku memasuki kamar tamu. Kulihat Meina tertidur dengan lelap nya.
Aku mendekati nya dan duduk di tepi ranjang. Perlahan tangan ku bergerak membelai pipi mulus nya.
Cantik sekali..
Aku menginginkan nya..
Menginginkan dia sekarang..
Hhhh.. Rasa nya sesak.. Aku merasa milik ku ingin merasakan kehangatan milik Meina.
Shit! Dasar tidak berguna.. Aku tidak mungkin melakukan nya sekarang!
Aku ingin segera mendapatkan Meina. Perlahan wajah ku mendekat dan aku mengecup kening nya dengan lembut.
Setelah itu, aku berlalu dan saat itu aku mendengar erangan Meina.
"Ayaahhh" suara nya begitu meringis dan menyayat hati.
Aku melangkahkan kaki ku untuk meninggalkan ruangan ini.
Aku menutup pintu kamar tersebut.
"Aku tahu kau mencintai nya "
Deg
Aku menoleh ternyata nenek. Aku jadi gugup karena mungkin ketahuan aksi ku mencium kening Meina tadi.
Nenek tersenyum bahagia. "Aku percaya.. Monster sekali pun akan jatuh cinta" nenek memeluk ku dengan erat.
Aku membalas pelukan nya. Ya, nenek tahu aku seorang psikopat dan dia sangat marah mengetahui nya. Namun setiap waktu dia selalu menasihatiku.
"Jangan sia- sia kan perasaan mu, Mikey. Atau kau akan menyesal. Jangan buat dia pergi dari mu.. "
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1