PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
48


__ADS_3


Kini Meina dan Michael duduk berhadapan dengan Brian dan Meinila. Mereka sedang berada di restoran. Sengaja Michael yang mengadakan pertemuan itu.



Brian tertunduk. Meini juga. Mereka merasa bersalah dan merasa malu dengan perbuatan mereka.



Michael dan Meina saling pandang.



"Apa kalian bisa bicara sekarang ?" tanya Michael.



Meini menghela napas berat. "Awal nya, aku dan ibuku hidup dalam kemiskinan. Ibuku bilang ayah tidak sayang kami.. Ayah hanya menyayangi Meinara.. Karena itu ayah membuang kami.. "



"Itu salah! Ibu yang tidak sayang kami.. Ibu bercerai dengan ayah kemudian menculik aku dan kau.. Lalu dia berniat menjadikan kami tawanan agar ayah mau mengirimkan uang pada ibu.. Ternyata ibu dan kau bertetangga dengan ibu Hirmala dan suami nya yang dulu .. Ibu Hirmala berniat menyelamatkab aku dan kau, tapi dia hanya berhasil menyelamatkan ku dari ibu.. Dia yang mengembalikan aku pada ayah! " potong Meina penuh emosi.



Michael membelai punggung Meina untuk menenangkan nya.



"Lanjutkan" kata Michael pada Meini.



".. Aku sakit hati.. Kenapa ayah hanya menyayangi Meinara.. Padahal aku juga anak nya.. Dari sana muncuul kebencian ku pada Meina dan ayah.. Aku tumbuh menjadi gadis yang malang.. Tidak bersekolah.. Sampai aku bertemu dengan Brian. Seorang lulusan fakultas perekonomian dan bekerja di perusahaan besar milik keluarga Danuarga.. "



Sejenak Meini menarik napas menyiapkan diri untuk melanjutkan cerita nya.



".. Brian bilang.. Dia akan menikahi ku dan akan membuat ku bahagia.. Aku menurut dan menikah dengan nya.. Perekonomian keluarga ku pun menjadi lebih baik.. Meski ibu selalu meminta uang pada Brian.. Brian selalu sabar menghadapi ibu.. Aku menikah di usia yang sangat muda.. Dan aku tidak bisa mengurus dapur.. Ibu Brian sering mengomel .. Kami pun tidak nyaman tinggal di rumah.. Sehingga kami pindah ke apartemen baru Brian.. "



"Tunggu.. Kalian menikah? Usia mu pasti waktu itu masih 16 tahun kan? " tanya Michael pada Meini.



"Iya, tidak ada pilihan lain.. Ibu ku mendesak ku untuk menikah dengan Brian agar hidup kita bisa lebih baik.. Lalu.. Pada suatu hari, Cecil meminta bantuan pada Brian.. Dia meminta bantuan untuk mengaku menjadi kekasih Meinara.. Saat itu dia belum tahu soal aku.. Yang dia tahu Brian adalah teman semasa kuliah nya dan salah satu pegawai ayah nya di kantor.. Brian meminta ku untuk membantu nya.. Aku setuju dan ya Cecil terkejut dengan keberadaan ku.. Dia mengira aku Meinara.. "



Meini menghela napas berat.



"Kami pun sepakat membantu nya dengan satu syarat.. Aku meminta uang sebagai bayaran nya. Uang itu aku gunakan untuk kehidupan ku dan aku juga memberikan sebagian pada ibu"



Brian merangkul Meini yang siap meledakan tangisan nya.



"Di.. Dia.. Dia meminta ku dan Brian untuk menuduh Meina berselingkuh.. Hiks.. Hiks.. Saat itu.. Aku berpikir mungkin ini saat yang tepat untuk membalaskan dendamku pada Meina.. Hiks hikss.. Aku setuju.. "



"Maafkan kami.. Aku siap menerima konsekuensi yang kalian inginkah.. Tapi jangan dengan istriku.. Dia sedang mengandung" kata Brian.

__ADS_1



Michael dan Meina terkejut.



"Mengandung? "



"Iya.. Usia kandungan nya baru 3 bulan" kata Brian.



"Aku tidak akan menghukum kalian.. Tapi aku minta kalian jangan ulangi lagi kesalahan itu.. Atau kalian akan tahu sendiri akibat nya " kata Michael penuh intimidasi.



Brian dan Meini mengangguk.



"Apa ibu masih hidup? " tanya Meina.



"Ibu sudah tiada.. Ibu meninggal karena tertabrak mobil saat dia pulang dari klub malam" kata Meini.



"Klub? Serendah itu kah dia? " geram Meina.



"Jangan bicara seperti itu dia ibu mu juga" kata Meini.



"Dan aku kecewa karena begitu merindukan dia, kau juga membenci ayah kan! " gerutu Meina.




"Ku rasa pembicaraan kita sudah cukup.. Ayo sayang " kata Michael sambil menggandeng tangan Meina.



Meina terlihat sedih selama di perjalanan.



"Jangan di pikirkan" kata Michael sambil menggenggam erat tangan Meina.



Meina menghela napas berat dan mengangguk.



"Besok kita akan pergi ke New York.. Apa kau tidak senang huh? Banyak sekali tempat yang menyenangkan disana " kata Michael.



"Asalkan jangan klub malam"



Michael tertawa.


__ADS_1


"Tentu saja bukan sayang "



♡♥♡♥♡♥♡



Mykha memasuki apartemen nya yang gelap. Dia pun menekan stopkontak dan dia terkejut melihat seseorang duduk di sofa membelakangi nya.



"Siapa kau? " tanya Mykha.



Pria itu bangkit dari duduk nya kemudian berbalik. Ternyata Robert.



"Sedang apa kau disini! "



"Kau lupa imbalan nya? "



Deg



Mykha baru ingat. Ya, dia harus menjadi milik Robert malam ini.



Robert berjalan gontai menghampiri nya. Dia mengangkat dagu Mykha



"Tapi.. Aku punya ide yang lebih baik.. Bagaimana jika kau ikut aku ke Spanyol? Agar aku bisa berangkat besok"



Mykha mendorong Robert. "Tidak! Aku tidak mau! "



"Maaf.. Tapi.. Aku ingin kau hidup bersamaku.. Selama nya "



Mykha merasakan sesuatu menusuk leher nya. Seperti jarum suntik. Mungkin jarum yang isi nya serum bius.


Pandangan Mykha pun mulai kabur dan...



Dia pun tak sadarkan diri....




♡♥♡♥♡♥♡




By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2