![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
Cecil memakan sarapan nya. Tiba-tiba Jessica duduk berhadapan dengan nya dan ikut sarapan.
Cecil mengepalkan tangannya dan menggebrak meja membuat Jessica terkejut dan menatap Cecil.
"Oh, aku terkejut " ledek nya.
"Lebih baik kau segera pergi dari sini, jalang sialan" geram Cecil penuh amarah.
"Mike yang mengundangku, jika kau ingin aku pergi, maka harus meminta persetujuan dari nya"
"Kau hanya ingin harta kami kan, kau benar-benar wanita sialan"
"Terimakasih, tapi bukan hanya harta nya.. Dia tampan dan dia sangat panas di ranjang.. Aku.. "
Jessica tidak melanjutkan kata-kata nya karena Ceci mencengkram bagian depan baju nya.
"Diam.. Jangan di lanjutkan.. Atau aku menggores mulut cantik mu dengan pisau tumpul ini " kata Cecil sambil memainkan pisau nya di pipi Jessica.
Jessica mulai terlihat ketakutan. "Singkirkan pisau itu!! " teriak Jessica.
Terdengar langkah kaki memasuki ruang makan. Cecil dan Jessica menoleh tanpa mengubah posisi mereka.
Ternyata Meina. Meina sedikit terkejut dengan posisi Jessica dan Cecil. Namun dia tidak peduli. Mengambil gelas dan mengisi nya dengan air kemudian berlalu.
"Hei!! Meina! Dimana kak Michael!! " teriak Cecil.
"Sudah pergi ke kantor" jawab Meina di kejauhan.
♡♥♡♥♡♥♡
Meina memasuki ruang tengah. Dia melihat Emma sedang membersikan benda-benda yang terdapat di sana dengan kemoceng.
"Bibi? "
Emma menoleh. "Ny? Ny darimana? Apa Ny. Baik-baik saja? " tanya Emma seraya menghampiri Meina.
Meina tersenyum kemudian mengangguk. "Aku dari rumah sakit untuk mengecek kesehatan ku"
Tanpa mereka sadari, Jessica menguping pembicaraan mereka.
"Apa Tn. Tahu tentang kehamilan Ny? "
Deg
Jessica tampak terkejut. "Apa? Meina hamil? Kenapa harus dia yang mengandung anak nya Mike.. Kenapa tidak aku.. Padahal aku yang lebih dulu melakukan nya dengan Mike"
__ADS_1
"Tidak.. Aku meminta Dr. Mykha untuk diam" kata Meina.
Emma terlihat sedih. "Maaf Ny. Tapi menurutku lebih baik anda memberitahukan yang sebenarnya pada Tn. "
"Tidak perlu"
"Meina!! "
Emma, Meina dan Jessica menoleh ternyata Cecil. Emma melihat Meina dengan sedih.
"Pergilah" kata Cecil pada Emma. Emma pun terpaksa berlalu.
"Apa kau masih mau hidup? " tanya Cecil.
"Memang nya kenapa? Apa ada yang salah? "
"Ku bilang jangan beritahu siapa pun, kenapa pembantu itu tahu! "
"Dia bibi Emma.. Aku percaya pada nya. Dia tidak akan mengatakan nya pada Mike"
"Seharusnya kau tahu di pelayan setia kakak ku! " bentak Cecil.
"Aku bosan bicara dengan mu, bagaimana pun aku menjelaskan nya pada mu, kau tetap menyalahkan ku karena kau sudah di butakan cinta pada kakak kandung mu sendiri " kata Meina kemudian berlalu.
Namun Cecil menarik lengan Meina dan melayangkan tangannya.
Namun tidak terdengar apapun. Jessica kembali melihat keadaan.
Meina perlahan membuk mata nya ternyata tangan Cecil di tahan seseorang. Meina melihat Mykha yang menahan nya.
"Pilihlah lawan yang seimbang" kata Mykha dengan senyuman seringai nya.
Cecil menautkan alisnya. "Lepaskan tangan ku sialan!! "
"Meina mundurlah" kata Mykha. Meina pun melangkah untuk menjauh dari mereka.
"Kenapa kau ada disini! Pergi!! " bentak Cecil.
"Aku ingin memastikan keadaan Meina, dan ya ini mansion milik Michael hasil dari kerja keras nya selama menjadi dokter.. Ku rasa kau tidak ada sangkut paut nya dengan mansion ini dan kau tidak berhak mengusirku Cecillia" jawab Mykha enteng sembari melepaskan cengkraman nya pada pergelangan tangan Cecil.
Cecil menautkan alisnya. "Aku adik nya!! Aku berhak dan aku bisa!! "
"Tidak, kau tidak bisa melakukan apapun yang kau mau disini kecuali kau tidak punya malu"
Cecil mengepalkan tangannya. "Mykhalista! Pergi atau ku panggil security!! " teriak Cecil.
__ADS_1
"Aku akan tinggal disini mulai sekarang! "
Deg
Cecil menggeleng.
"Pertama bocah sialan itu yang tinggal disini... " teriak Cecil sambil menunjuk Meina.
"... Kemudian jalang tidak tahu malu si sekretaris ayahku dan sekarang kau.. Sepupu tersialan yang pernah ku kenal! "
"Tidak masalah kau tidak suka aku disini tapi aku sudah memutuskan nya.. Mike juga sudah setuju"
"Persetan dengan kalian! "
Cecil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua. Jessica segera bersembunyi.
Mykha menghampiri Meina setelah yakin Cecil pergi.
"Aku akan disini menjaga mu ya, aku yang akan membela mu, demi anak yang kamu kandung yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa" kata Mykha sambil membelai pundak Meina.
Meina mengangguk sambil tersenyum. "Terimakasih, dokter "
"Tidak.. Tidak.. Panggil aku Mykha "
"Tapi kau lebih tua dari ku, kakak saja ya"
"Iya baiklah.. Itu terdengar lebih baik"
♡♥♡♥♡♥♡
Cecil membanting pintu kamar nya kemudian menghubungi Brian.
"Besok kemari cepat! Tanpa bantahan!! "
"Tapi bagaimana jika kakak mu yang gila itu menghabisi ku! "
"Itu tidak akan terjadi dan bawa barang bukti baru! "
"Baiklah.. Dengan senang hati"
Cecil mematikan ponsel nya dan terlihat berpikir.
"Lihat saja, pihak mu hanya Mykha sedang kan aku ada Brian dan seseorang yang pasti nya bisa menghancurkan hidup mu! "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah