PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
25


__ADS_3


Mykha memasuki kamar dimana Meina berada. Michael menceritakan semuanya pada Mykha.



Mykha melihat  Meina yang terlelap di ranjang. Dia juga melihat  darah di sprei.



"Kau dokter kesehatan juga seperti aku sebelum nya, Mike.. Kenapa kau tidak bisa menangani nya? " tanya Mykha.



"Aku belum pernah menangani kasus seperti ini sebelum nya " kata Michael.



Mykha mengeluarkan beberapa alat medis nya. Dia memeriksa detak jantung Meina dengan stetoskop.



"Detak jantung nya tidak beraturan dan berdetak sekitar  4x perdetik.. Kau monster terhebat sepanjang sejarah, Mike" kata Mykha.



Michael mendengus kesal. "Jangan mulai lagi, Mykha "



Mykha menyingkap kemeja kebesaran yang di kenakan Meina. Dan memeriksa daerah sensitif nya.



"Darah nya mengalir dari rongga kewanitaan nya.. Aku tidak mengerti, gadis  dewasa yang masih perawan seperti dia kenapa bisa mengalami gejala seperti ini " gumam Mykha.



"Sebenarnya dia masih berusia 17 tahun" kata Michael. Dengan cepat, Mykha menoleh kearah Michael.



"Apa! Kau benar-benar brengsek, Mike! Dia masih muda untuk melakukan... Dan.. Kau.. Sialan kau! " Mykha memukul dada Michael. Meski dia tahu tidak ada artinya dia memukul Michael.



"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan! " bentak Mykha. "Aku tahu, makanya aku menyuruhmu kemari! " jawab Michael.



"Kalau begitu.. " Mykha menggantung kalimat nya. Michael menarik lengan Mykha.



"Katakan! " kata Michael penuh penekanan.



"Meina.. Mengalami gejala vaginismus"



Deg



Michael terbelalak. Apakah dia benar-benar terlalu kejam semalam? Dengan tega nya dia mengabaikan jeritan pilu Meina hanya untuk mendapatkan kenikmatan bagi diri nya.



"Kau harus menyembuhkan nya sendiri, Mike" kata Mykha.



"Dengar, Mykha.. Aku minta kau yang merawat Meina.. Soal bayaran nya, gajimu ku naikkan 3x lipat" kata Michael.



"Aku tidak butuh uang! " bentak Mykha. "Mykha, kau sepupu ku yang bisa ku percaya di banding saudara ku sendiri " kata Michael.



"Hmm.. Baiklah.. " kata Mykha. Michael menghela napas lega. "Terimakasih, Mykha"

__ADS_1



Mykha mengangguk.



"Ingat, Mike, untuk saat ini jangan sentuh dia sampai dia sembuh di tangan ku" kata Mykha.



"Apa? " Michael merasa tidak adil bagi nya.



"Kau mau dia sembuh kan? Dan bukankah kau bisa memakai jasa para jalang? " sindir Mykha.



Michael mendengus kesal sambil menatap Mykha kesal.



"Kau mau gadis malang ini sembuh kan? Dan perlu ku akui.. Seperti nya kau mulai merasakan jatuh cinta pada seorang wanita.. Psikopat seperti mu mencintai seseorang? Sungguh aku tidak menyangka nya " kata Mykha.



"Aku benar-benar mencintai Meina sepenuh hati ku " jawab Michael.



"Hahaa.. Sungguh menggelikan.. Baiklah aku mau pulang saja.. Jika terjadi sesuatu, hubungi saja aku" kata Mykha.



Michael mengangguk.



♡♥♡♥♡♥♡



Perlahan mata Meina terbuka. Dia benar-benar merasa sangat lapar. Dia ingin makan sesuatu. Namun bergerak sedikit saja, dia merasakan sakit di seluruh tubuh nya.




Tidak ada Michael di dalam. Namun ada bubur dan susu cokelat di nakas. Meina pun bangkit. Dia memegang perut nya sejenak kemudian mengambil makanan itu dari nakas dan memakan nya dengan lahap.



Dia benar-benar kelaparan. Sungguh malang nasib nya. Seorang pelayan memasuki kamar. Meina tidak menyadari nya.



Wanita tua itu terlihat iba melihat  Meina yang makan dengan lahap. Meina mengingatkan pelayan tua itu akan putri nya yang meninggal karena kecelakaan.



Meina menoleh dan baru menyadari keberadaan pelayan itu. Meina menyimpan kembali makanan nya.



Pelayan itu jadi salah tingkah. "Maafkan saya, Nn. Saya lancang memasuki kamar anda tanpa mengetuk pintu karena saya pikir anda masih tertidur " kata pelayan itu.



"Tidak apa-apa" kata Meina sambil tersenyum tulus. Wanita itu menghampiri nya dan membawakan 2 toples kue untuk Meina.



"Nama saya Emma.. Jika Nn. Membutuhkan sesuatu, panggil saja saya" kata pelayan itu. Meina mengangguk.



"Terimakasih " kata Meina.



Emma membungkukkan badan nya kemudian berlalu.


__ADS_1


Meina kembali berbaring dan menatap langit-langit kamar itu. Besok hari senin. Dia harus pergi sekolah.



Namun bagaimana jika Michael melarangnya?



♡♥♡♥♡♥♡



Michael memasuki kamar nya. Ehemm sekarang jadi kamar nya dengan Meina. Michael melihat  Meina sedang menulis sesuatu di buku.



Michael memeluk nya dari belakang. Meina terhenyak dia mendongkak. Tubuh Meina jadi gemetar ketakutan. Dia takut Michael akan melakukan hal yang sama seperti semalam.



"Apa yang sedang kau lakukan? " tanya Michael sambil melihat buku yang di pegang Meina.



"PR? Hmm.. Ya, aku lupa untuk membawa buku- buku mu dari rumah mu" gumam Michael.



"Apa? Maksudmu? " tanya Meina.



"Kau akan tinggal disini bersamaku" jawab Michael.



"Tidak, aku tidak mau" kata Meina.



"Aku akan tetap melakukan nya " kata Michael kemudian berlalu. Meina mendengus kesal.



Meina memilih melelapkan tubuh nya ke ranjang. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Michael.



Terdengar pintu kamar dibuka. Meina menoleh ternyata Michael dengan beberapa pelayan yang membawa beberapa seragam sekolah nya.



"Pakaian rumah mu tidak ku bawa, aku akan membelikan nya untuk mu dan buku nya juga sudah ku bawa bersama seragam-seragammu" kata Michael.



Meina tidak merespon. Dia membalikan badan nya membelakangi Michael. Michael memberikan isyarat pada pelayan nya untuk pergi.



Mereka pun membungkukkan badan mereka kemudian berlalu. Michael melepaskan jas nya dan celana panjang nya. Meina yang mendengar itu waspada.



Michael pun melelapkan tubuh nya di belakang Meina dan memeluk nya dengan erat.



"Selamat malam"



Michael mencium tengkuk Meina.



♡♥♡♥♡♥♡



By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2