![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
Masih 21+ Harap anda masih mengingat umur anda.
Perlahan Michael membuka matanya. Dagu nya berada diatas bahu Meina. Dia sedikit mencondongkan tubuh nya dan terkejut mendapati Meina yang terlelap tanpa busana di bawah nya.
Senyuman Michael mengembang mengingat kejadian semalam yang penuh gairah dan penuh kenikmatan. Sekarang Meina sudah sepenuh nya menjadi milik Michael.
Lama dia memandangi wajah cantik Meina yang tenang. Tangannya bergerak membelai pipi Meina. Michael mendekatkan wajah nya. Dengan lembut dia mengecup bibir Meina. Berharap bidadari kecil nya itu bangun.
Namun kecupan nya tidak berhasil membangunkan Meina. Dia melahap bibir Meina.
Meina yang masih berkelana di dunia mimpi nya merasakan sesuatu yang basah menyentuh bibir nya. Perlahan Meina membuka mata nya. Dia terkejut dengan keadaan diri nya.
Michael melepaskan ciuman nya kemudian menatap Meina dan tersenyum tampan.
Meina mengingat kejadian semalam. Air mata nya kembali mengalir jika mengingat setiap detik kesakitan itu.
Michael mengusap kedua pipi Meina menghapus jejak air mata nya.
"Selamat pagi, sayang " kata Michael. Meina menatap Michael dengan tatapan tak terbaca. Namun kemudian Meina mengalihkan pandangannya.
Michael beranjak dari tubuh Meina. Dia memakai jubah tidur nya yang berwarna hitam. Kemudian pandangan nya tertuju ke paha Meina yang berdarah.
Michael mengambil tissu dan melihat paha Meina.
Deg
Michael terkejut melihat banyak darah yang keluar dari ****** Meina. Darah itu membasahi paha dan sprei putih polos nya.
Kenapa darah perawan sebanyak itu?
Michael mulai merasa darah nya berdesir karena melihat darah Meina yang banyak itu. Namun dia menepis pikiran psikopat nya. Dia tidak akan menyakiti Meina nya.
__ADS_1
Meina menutup paha nya. Namun tangan Michael mencegah itu. Dengan telaten, dia membersihkan darah di paha dan ****** Meina.
"Hhh" Meina meringis saat tissu itu menyentuh bagian sensitif nya.
"Maaf" kata Michael.
Maaf? Yang semalam bahkan lebih menyakitkan dan benar-benar merusak masa depan Meina.
"Aku akan mandi dulu.. Jika kau butuh sesuatu, katakan saja ya" kata Michael sambil menyelimuti seluruh tubuh Meina kemudian mencium bibir Meina sekilas dan kemudian dia memasuki kamar mandi.
Meina mendengar gemericik air dari kamar mandi. Dia melihat ada gelas berisikan air di nakas. Dengan perlahan dia bergerak menggapai nya.
"Hhh... Awhhh" ringis Meina saat merasakan ****** nya yang begitu perih.
Bergerak sedikitpun, Meina tidak mampu. Dia terus berusaha dan dia tersungkur jatuh ke lantai.
"Hhhh.. " Meina meringis kesakitan sambil memegang perut nya.
Dia terkejut melihat darah mengalir dari ****** nya cukup banyak di sertai cairan putih kental. Meina juga melihat darah di sprei.
Dia menoleh keatas nakas dan mengambil gelas itu dengan tangan gemetar kemudian meminum air nya. Tenggorokkan nya yang kering dan perih merasa segar.
Semalaman dia berteriak histeris meski tidak di gubris Michael yang terus memperkosa nya. Membuat tenggorokkan nya perih.
Pandangan nya tertuju ke pechan beling itu. Dia mengambil salah satu nya dan mengarahkan nya ke pergelangan tangannya.
"Ibu.. Ayah... Tunggu Mei.. " gumam Meina kemudian menggoreskan pecahan gelas itu.
Namun sebuah tangan besar menahan nya. Meina terkejut dan mendongkak ternyata Michael.
"Jangan menyakiti dirimu.. Maaf.. Jika aku menyakiti mu.. Tapi.. Ku mohon.. Aku akan terluka jika melihat mu terluka" kata Michael kemudian mengambil pecahan gelas itu dan menggoreskan ke tangannya sendiri.
Meina mengalihkan pandangannya. Darah segar mengalir dari tangan Michael.
"Kau lihat? Aku melukai diriku sendiri.. Tangan ini yang menyakitimu kan.. Sekarang mana lagi yang ingin kau lukai..?? Lakukan saja pada ku" kata Michael.
Meina tidak menjawab. Michael menarik pelan dagu Meina membuat mereka saling menatap.
"Katakan sesuatu, Minny.. Jangan membuat ku cemas" kata Michael.
"Kau akan membunuhku dengan tangan mu sendiri kan? Lakukan " kata Meina.
"Kenapa kau selalu berpikir kalau aku akan menyakiti mu? " tanya Michael.
__ADS_1
"Karena memang itu kan yang selalu di lakukan oleh psikopat seperti dirimu.. Membunuh wanita yang pernah kau nodai.. Dan kau sudah banyak menyakiti ku.. Dr. Michael" kata Meina.
"Kau adalah cinta ku, aku tidak akan menyamakan mu dengan jalang -jalang itu.. Soal semalam, aku melakukan nya agar kau terikat dengan ku, aku tidak mau ada pria lain yang ingin memiliki mu juga" kata Michael penuh penekanan namun masih terdengar lembut.
"Cinta? Yang kau lakukan padaku tidak lebih dari obsesi!" kata Meina lemah dengan tatapan menyendu.
Michael mengangkat tubuh Meina. Meina meringis merasakan selangkangan nya perih lagi.
Michael membawa nya ke bath up. Dia menyalakan kran air. Air memenuhi bath up. Meina meringis dan menangis kesakitan saat air menyentuh selangkangan nya.
Michael membelai lembut punggung Meina. Dengan telaten, dia memandikan tubuh Meina. Meina menatap kosong kearah cermin besar di depan nya. Memperlihatkan keadaan diri nya yang kacau.
Mata sembab merah, leher dan sekitar dada di penuhi tanda keunguan dan kemerahan bekas kegiatan Michael semalam.
Payudara nya juga membengkak dan agar turun karena Michael meremasnya dengan begitu kuat semalam.
Tak terasa. Michael selesai memandikan Meina. Dia kembali menggendong tubuh Meina dan membaringkan nya ke ranjang.
Michael mengambil kemeja putih nya karena tidak ada pakaian wanita di mansion nya yang ini. Semua pakaian wanita ada di apartemen nya yang lama.
Michael memungut BH putih yang tergeletak di lantai. Dia mengangkat sedikit bagian atas tubuh Meina kemudian memakai kan BH itu.
Meina menatap Michael. Wajah tampan nya yang memberikan kesan malaikat hanya kedok dari kebusukan setan yang terkurung di dalam raga bak malaikat itu.
"Aku memang tampan" kata Michael yang merasa di perhatikan. Dia tidak menoleh sedikit pun pada Meina.
"Dan kejam" sambung Meina.
Michael memakai kan kemeja nya. Perlahan tangan Meina bergerak menyentuh tengkuk Michael. Michael menatap Meina. Meina menyentuh luka itu.
"Mungkin aku lah pria yang ada di mimpi mu Meina.. Karena aku juga sering bermimpi bercinta dengan mu" kata Michael seolah bisa membaca pikiran Meina.
Tiba-tiba Meina meringis sambil memegang perut nya. "Awhhh... Sakiiiitttt!!! " teriak Meina menjadi Histeris.
"Meina.. Meina " Michael mengguncangkan tubuh Meina. Lagi-lagi darah mengalir membasahi paha Meina.
"Sakiiitt!! " teriak Meina. Michael membawa ponsel nya dan menelpon seseorang.
"Mykha, cepat ke mansion ku"
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1