![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
Cinta di tolak, racun pun bertindak
Selama di dalam mobil, Hirma dan Noara menangis melihat keadaan Meina. Mereka menyesali perbuatan mereka.
Padahal Hirma yakin dia hanya memasukan setetes racun itu.
"I.. Ibu.. No.. Noa.. Dengar.. Jika aku nanti.. mati .." belum sempat Meina menyelesaikan kata-kata nya, Hirma memeluk Meina.
"Jangan katakan itu.. Jangan Meina.. Hiks hiks.. Kami menyayangi mu.. Maafkan kami.. " tangis Hirma.
"Iya, Meina jangan katakan itu.. Kau pasti akan selamat" kata Noara.
"Maafkan kami yang melakukan ini.. Kami memasukkan racun dari dokter Mike ke minumanmu.. Maafkan kamii.. Hiks hiks.. " tangis Hirma.
Deg
"Mike? "
Noara dan Hirma mengangguk.
"Maaf.. Kami.. Kami tertekan karena jika tidak, dia pasti akan membocorkan aib kami" kata Hirma.
♡♥♡♥♡♥♡
Michael memasang sarung tangan putih nya. Terdengar suara pintu UGD di buka. Ternyata beberapa suster membawa Meina yang meronta kesakitan karena racun nya bekerja.
Michael memasang ekspresi terkejut.
"Meina? Apa yang terjadi? Suster, keluarlah" kata Michael. Para suster pun berlalu.
Meina menatap Michael dengan tajam. "Kau kenapa Meina? Apa yang terjadi? " tanya Michael terlihat cemas.
"Berhenti berpura-pura! Kau sudah meracuni ku! Hhh aku tahu! " bentak Meina.
Michael tersenyum. "Gadis cerdas.. Kau benar.. Aku melakukan nya karena aku ingin melihat mu berontak dan bergerak -gerak liar seperti itu.. Kau terlihat sangat seksi "
Meina menautkan alisnya. "Kkau.. Tega sekali.. Padahal aku menyukai mu karena kau baik.. Namun nyata nya.. Kau tidak sebaik itu "
Michael menatap Meina dengan lekat. "Kau mencintai ku, tapi kau tidak mau mengakui nya.. Dan kau selalu berpikir kalau aku psikopat.. Dan ini bukti kalau aku psikopat.. Aku ingin menghabisimu.. Kau mau aku yang psikopat kan! "
Deg
Meina menggeleng tidak percaya dengan apa yang di katakan Michael. Menghabisi nya?
"Sekarang terima cintaku atau aku tidak akan mengobatimu" ancam Michael.
__ADS_1
"Tidak, dan tidak akan pernah! "
Michael menautkan alisnya "Jika aku menginginkan sesuatu, maka sesuatu itu harus menjadi milikku, tak peduli dengan cara apapun "
"Daripada harus di obati dokter semacam dirimu, lebih baik aku mati sekarang! " desis Meina.
"Kalau begitu, mati saja" kata Michael.
Meina menautkan alisnya. Namun.. Dia tidak kuat lagi.. Pandangan nya berkunang- kunang dan dia pun tak sadarkan diri.
♡♥♡♥♡♥♡
Perlahan mata itu terbuka dan mengerjap sejenak untuk menyesuaikan pandangan dengan cahaya di ruangan tersebut.
Meina menoleh ke samping nya. Ada Michael disana. Michael memakai jas hitam. Tidak seperti biasanya memakai jas putih karena dia seorang dokter.
Apa Michael benar-benar menyelamatkan nya?
Michael tersenyum hangat melihat Meina yang sudah sadar.
"Sudah bangun, Putri? " sapa Michael. Meina menatap Michael dengan tajam.
"Meski pun aku seorang psikopat, entah kenapa aku tidak bisa menyakiti mu, Meina.. Kau benar-benar telah menjungkir balikkan hatiku.. Aku benar-benar mencintai mu.. Aku jadi terobsesi olehmu.. Aku hanya bisa mengawasimu dari kejauhan" kata Michael sambil memegang liontin Meina.
"Kkau.. Memasang CCTV di liontin ini? " tanya Meina dengan ekspresi terkejut.
Apa selama ini Michael mengawasi nya dimana pun dia berada melalui CCTV di liontin nya itu? Untung saja dia tidak memakai nya saat mandi atau itu akan benar-benar sangat memalukan.
"Kau harus ikut dengan ku" Michael menggendong tubuh Meina dengan bridal. Meina berontak.
"Tidak!! Lepaskan aku!! Aku mau bertemu ibu dan Noa!!" teriak Meina.
Michael tidak memperdulikan teriakan Meina. Mereka melewati lorong rumah sakit yang sepi.
"Tolooong!!! " teriak Meina. Namun malam itu, rumah sakit sangat sepi. Memudahkan Michael membawa Meina ke mobil nya dan membawa nya ke mansion pribadi nya.
"Ku mohon Mike jangan sakiti aku hiks hiks" tangis Meina. Michael tersenyum.
"Aku lebih senang kau memanggil ku dengan Mike.. Terdengar seperti panggilan untuk kekasih" kata Michael.
Tak terasa mereka sudah sampai. Michael menggendong tubuh Meina ke mansion nya. Teriakan Meina membuat para pelayan mansion itu iba.
Baru kali ini tuan mereka membawa Meina dengan keadaan kacau seperti itu.
Michael membawa Meina ke kamar nya. Dan dia pun mengunci pintu kamar nya itu.
Meina menangis ketakutan.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyakiti mu, Meina.. Aku sangat mencintai mu" kata Michael sambil mendekat ke Meina.
"Aku mau pulang" kata Meina sambil menangis. "Kau sudah berada di rumah mu.. Anggap saja ini mansion milik mu" kata Michael sambil membuka jas hitam dan kemeja hitam nya pula.
Memperlihatkan bentuk tubuh nya yang altletis dan berotot. Mulus tanpa cacat ataupun tato. Kecuali ada luka menganga di tengkuk nya. Meina tidak menyadari itu. Michael menghampiri Meina.
Meina menggeleng.
Michael menarik dagu Meina dan menatap Meina dengan lekat.
"Kau pernah bilang mungkin suatu hari nanti kita bisa bersama dan kurasa waktu itu adalah sekarang.. Kita akan bersama Meina " kata Michael sambil mendekatkan wajah nya.
Namun Meina memundurkan wajah nya. "Aku tidak mau!" teriak Meina.
Michael mendorong dada Meina hingga Meina terlentang dan Michael menindih nya.
Meina berontak. Michael mengunci pergerakan Meina.
"Kenapa kau suka berontak? Kau malah terlihat semakin seksi" kita Michael.
"Lepaskan aku.. Aku mau pergi dari sini! " bentak Meina.
"Tidak! Jika aku melepaskan mu, maka kau tidak akan kembali pada ku.. Sekarang nikmati saja" kata Michael sambil mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Meina dengan lembut.
Meina terbelalak. Ciuman pertama nya di renggut oleh Michael. Meina berontak namun Michael semakin kuat menekan nya.
Meina mendorong dan mencakar Michael. Namun Michael tidak goyah dan makin gencar.
Kedua tangan Michael meraba setiap inci bagian sensitif dari tubuh Meina.
Meina meronta seperti cacing kepanasan.
Kedua kaki nya menendang -nendang.
Michael melepaskan ciuman nya dan menatap Meina yang terengah-engah.
"Hentikan ini, dan biarkan aku pulang" kata Meina dengan ekspresi memelas.
"Tidak ada tempat pulang untuk mu selain mansion ku ini" kata Michael kemudian merobek pakaian Meina.
"Jangaaaaaaaannnn!!! "
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1