![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Meinara***
Aku bahagia sekali.. Beberapa minggu yang lalu, aku telah melahirkan bayi perempuan yang cantik sekali. Ya, meski pun bayi ku ini mirip sekali dengan Michael.
Tidak adil! Aku kan yang mengandung nya selama 9 bulan, kenapa malah mirip sekali dengan Michael.
Tapi tidak apa-apa, yang penting bayi ku sehat dan selamat..
Saat ini aku sedang menyusui nya.
Kadang aku merasa geli karena dia ******* dengan terlalu kencang. Kadang juga sakit.
Terdengar suara langkah kaki menuju kamar ini. Aku yakin itu Michael.
Aku segera menutupi payudara ku dan aku pun pura-pura sedang menggoda bayi ku.
Jujur aku masih malu pada Michael dan tidak mau lagi bertelanjang di depan nya.
Atau dia tiba-tiba menjadi buas dan memakan ku..
Itu menakutkan.
Pintu kamar terbuka dan ternyata benar. Itu Michael.
"Hai, sayang.. Hai Meisalia putri ayah" kata Michael.
"Hai ayah" kata ku menirukan suara bayi. Michael tersenyum kemudian duduk di samping ku.
"Sayang, ada Rider dan Aori bersama bayi mereka kemari katanya ingin mengunjungi kita" kata Michael.
"Baiklah, aku akan bersiap" kata ku.
Michael mengangguk kemudian berlalu. Aku hanya memakai pakaian seadanya dan menuruni tangga untuk menemui mereka.
"Hai, Meina. Apa kabar? " sapa Aori.
Aku tersenyum. "Aku baik-baik saja, terimakasih kalian sudah datang"
"Wah, bayi mu manis sekali.. Mirip dengan Michael ya, ku dengar dia perempuan " kata Rider.
"Iya, perempuan " kata ku.
"Hei, Refa, kau punya teman perempuan " kata Rider sambil memainkan tangan Refaldo yang berada di pangkuan nya.
Aku tertawa melihat kekonyolan Rider.
"Siapa nama nya, Michael? " tanya Aori.
"Meisalia Michelle Danuarga" jawab Mike.
"Nama yang bagus.. Biasa nya di panggil apa? " tanya Aori.
"Meisa " jawab Meina.
"Ayo Refa, sapa Meisa" kata Rider.
__ADS_1
"Mereka akan bicara pada waktu nya, Albert" kata Aori pada Rider.
"Ya, semoga setelah mereka besar, mereka bisa menjadi teman yang baik" kata Meina.
"Iya"
♡♥♡♥♡♥♡
Keesokan hari nya, keluarga besar Danuarga datang dari Indonesia kemari. Mereka ingin menjenguk anggota keluarga baru Danuarga.
Tidak lupa mereka juga mengajak ibu Hirma dan Noara.
Kami berbicara dan melepas rindu karena tidak bertemu selama 5 bulan.
"Wah.. Cucu buyut ku manis sekali" kata nenek Marine sambil menggendong Micel.
"Siapa nama nya? " tanya John.
"Meisalia Michelle Danuarga" jawab Michael.
"Nama yang bagus.. Wajah nya mirip sekali dengan mu, Mikey, kau sangat beruntung" kata ibu Maharani sambil menepuk bahu Michael.
"Aku bahkan lebih dari beruntung " kata Michael.
"Dan bagaimana kabar mu? " tanya ibu Hirma.
"Aku baik-baik saj, bu.. Bahkan aku merasa lebih baik setelah kehadiran Micel" kata ku.
Ibu Hirma tersenyum bahagia mendengar kabar ku.
Aku penasaran. Kejutan apa?
Noara tersenyum. Dia mengambil sesuatu dari tas nya. Ternyata sebuah undangan.
Noara memberikan kartu undangan itu pada ku. Aku membaca nama nya.
Tertera nama Bagas dan Noara disana. Ternyata mereka benar-benar akan menikah. Aku bahagia sekali.
Tunggu
Bukankah usia Noara baru 18 tahun?
Tapi ya sudahlah
Aku tidak mau membahas itu.
"Selamat ya" kata ku sambil memeluk Noara.
"Terimakasih, Meina "
Terdengar langkah kaki memasuki ruang keluarga. Aku menoleh ternyata Mykha.
Keluarga besar tampak terkejut melihat keberadaan Mykha. Begitu pun dengan Mykha.
"Mykha? Apa yang kau lakukan disini? Rumah Sakit menanyakan keberadaan mu selama 1 tahun ini" kata ayah John.
__ADS_1
Mykha menunduk.
"Maaf, Om.. Mykha gak bisa kembali ke Indonesia, Mykha akan tinggal disini.. " kata Mykha.
"Tapi mendiang ayah dan ibu mu telah menitipkan mu pada kami. Jadi kami harus menjaga mu" kata ibu Maharani.
"Tidak apa-apa, aku bisa menjaga diri ku sendiri" kata Mykha kemudian berlalu pergi lagi.
"Kenapa kau tidak bilang masalah Mykha, Mike? " tanya ayah John.
"Maaf ayah, tapi ada alasan di balik semua ini" kata Michael.
Aku merasa sedih. Apa Michael akan menceritakan semuanya pada ayah John tentang keburukan putra kebanggaan nya?
"Katakan " kata ayah John.
"Ini ada sangkut paut nya dengan Roberto" kata Michael.
"Robert? "
"Iya"
"Ada apa dengan Robert?"
"Robert mencintai Mykha "
Terlihat ayah John tercengang mendengar ucapan Michael. Aku yakin itu sangat mengejutkan.
"Ya Tuhan.. Kenapa hal buruk selalu menimpa keluarga kami"
Nenek Marine terlihat sedih begitu pun dengan Ibu Maharani. Ibu Hirma dan Noara saling pandang.
♡♥♡♥♡♥♡
Keluarga besar menginap selama 3 hari. Mereka berlibur selama disini. Aku pun di ajak tapi aku tidak mau karena aku memang tidak terlalu suka keramaian.
Aku dan Mykha tidak ikut. Kami menghabiskan waktu di mansion bersama Meisa.
Ayah John dan Michael mengurus masalah bisnis di kantor.
"Sekarang Om John udah tahu semuanya, Mei.. Aku tidak tahu harus gimana lagi.. " kata Mykha dengan logat Indonesia yang khas nya itu.
"Emm.. Ku rasa itu lebih baik, daripada harus di rahasiakan kak" kata ku menyemangati nya.
"Lebih baik untuk ku dan mungkin tidak untuk Robert. Dia akan balas dendam atau bahkan melakukan hal yang lebih buruk lagi " kata Mykha dengan ekspresi ketakutan.
Aku membelai pundak nya.
"Selalu ada jawaban dan selalu ada jalan di setiap masalah"
Mykha mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1