![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
3 bulan kemudian
Kini kandungan Meina sudah menginjak usia ke 7. Meina terlihat semakin cantik meski pun perut nya membuncit dan tubuh nya semakin subur.
Dia sedang menyiram tanaman tulip kesayangan nya di taman di halaman depan mansion nya.
Terlihat mobil sport merah kewat di jalan raya dan berhenti di pelataran mansion samping mansion Michael.
Itu mansion nya Rider.
Meina tampak berpikir mungkin Rider sudah pulang dari Jepang setelah 3 bulan lama nya pergi.
Yang menjadi pertanyaan Meina,
Apakah Rider berhasil membujuk wanita yang dia cintai itu ?
Apakah wanita itu benar-benar mau hidup bersanding dengan Rider?
Bagaimana jika tidak? Rider pasti terluka.
"Sayang "
Meina terhenyak kemudian menoleh ternyata Michael.
"Kenapa kau melamun terus? Apa terjadi sesuatu? " tanya Michael sambil mengambil selang penyiram tanaman dan dia pun menggantikan Meina menyiram bunga tulip merah kesayangan Meina.
"Aku rasa, Rider sudah kembali. Apa wanita yang dia cintai itu mau kembali bersama nya? "
"Menurut mu? " tanya Michael.
"Entahlah.. Aku jadi ragu" jawab Meina.
"Ya sudah ini sudah hampir siang, ayo kita cek kehamilan mu ke dokter " kata Michael.
Meina mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
Dokter kandungan terbaik di New York yang menangani kehamilan Meina.
Kini Michael dan Meina duduk berhadapan dengan Dr. Sarah.
"Keadaan kandungan nya sangat lah sehat, coba anda pegang perut istri anda.. Anda pasti bisa merasakan gerakan nya " kata Dr. Sarah.
Michael memegang perut Meina dan dia benar-benar tertawa merasakan pergerakan anak nya di dalam sana.
Meina juga tersenyum.
"Aku yakin kelahiran nya juga akan lancar. Apa kalian mau mengecek jenis kelamin nya? Kita bisa melihat nya melalui USG" kata Dr. Sarah.
Meina tersenyum. "Saya rasa tidak perlu, Dok.. Karena kami sudah mengetahui jenis kelamin bayi kami"
"Oh benarkah? "
"Iya, bayi kami perempuan" jawab Meina.
"Selamat kalau begitu. Dan darimana anda yakin bayi anda perempuan? " tanya Dr. Sarah.
Meina dan Michael saling pandang.
__ADS_1
"Istri saya sangat lah peka dan memiliki firasat yang tajam mungkin juga itu adalah perasaan seorang ibu" kata Michael.
Dr. Sarah tersenyum.
♡♥♡♥♡♥♡
Meina mendapatkan undangan makan malam dari pelayan nya Rider.
"Tn. Smith berharap anda dan Tn. Danuarga bisa datang" kata pelayan itu.
Meina tersenyum. "Kami pasti datang, terimakasih ya"
Pelayan itu pun membungkukkan badan nya kemudian berlalu.
Meina menyampaikan undangan itu pada Michael.
"Ok, kita akan datang. Bersiaplah, dandan yang cantik dan aku akan memilihkan mu dress terbaik" kata Michael.
Meina tersenyum geli. Seharusnya dia yang memilihkan setelan jas yang bagus untuk Michael namun kali ini Michael yang mau repot-repot mencari dress untuk Meina.
Meina pun mencari setelan jas yang bagus untuk Michael di lemari Michael.
Michael dan Meina berbalik. Mereka melihat pakaian yang di bawa masing-masing.
Meina dan Michael tertawa karena mereka memilih warna yang sama.
Hitam
"Dress ini bagus dan ku rasa sangat cocok untuk malam ini, dan yang terpenting, dress ini menutupi tubuh mu" kata Michael.
"Kau melindungi pandangan siapa? Kita hanya akan bertemu tetangga" kata Meina.
"Baiklah, ini juga setelan jas yang bagus. Aku lupa dengan dasi nya " kata Meina.
"Tidak apa-apa, biar aku yang mencari nya nanti" kata Michael.
Meina mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
Meina sudah rapi dengan dress nya dan rambut nya. Dia menghampiri Michael yang kesulitan memakai dasi.
Meina menghampiri nya dan memakaikan dasi di leher Michael.
Michael tersenyum sambil menari pinggang Meina dengan possesive.
"Kau cantik sekali " kata Michael.
"Kau selalu bilang begitu " kata Meina.
"Ah? Benarkah? "
"Iya, kau juga sangat tampan " kata Meina setelah selesai memasangkan dasi.
"Ya sudah, ayo kita ke mansion Rider"
Meina mengangguk.
Mereka pun sampai di mansion Smith dan di sambut baik oleh para pelayan.
__ADS_1
Mereka memasuki ruang makan dan terkejut melihat Rider sudah berada disana dengan seorang wanita cantik yang memiliki wajah khas Asia Timur.
"Selamat malam, Ny. Danuarga dan Tn.. Danuarga" sapa Rider.
"Selamat malam, Tn. Smith dan.... Emm.. Nn... " Michael tampak kebingungan.
"Nn. Aori" kata Rider.
"Ah iya, Nn. Aori" kata Michael.
Aori menanggapi nya dengan senyuman tipis dan Rider tersenyum begitu bahagia.
"Silakan" kata Rider.
Meina dan Michael pun duduk.
Meina duduk berdampingan dengan Michael sementara Aori berdampingan dengan Rider.
Dengan jarak sedekat itu, Meina bisa melihat besar nya perut Aori. Mungkin usia kandungan nya sama dengan usia kandungan Meina.
Di atas meja banyak sekali hidangan yang benar-benar mengunggah selera.
"Hai" Meina menyapa Aori.
Aori tersenyum pada Meina. "Hai"
Meina menghela napas lega. Dia kira Aori tidak akan menjawab sapaannya.
Meina tidak melihat cinta di mata Aori untuk Rider. Yang dia lihat adalah kebencian mendalam di mata Aori.
Sedang kan Rider terlihat begitu mencintai Aori. Melirik tahu kesalahan Rider tidak bisa di maafkan.
Diri nya juga membutuhkan cukup waktu untuk mencintai kembali Michael.
"Bagaimana steak ini Ny. Meina? " tanya Rider. "Rasanya lezat sekali Tn. Rider " kata Meina.
"Ah kurasa kita tidak perlu bicara formal jika sedang berbicara di luar pekerjaan, rasa nya sangat canggung" kata Michael.
"Ah iya, benar juga.. " kata Rider.
Selesai makan, mereka berbincang - bincang. Tentang kegiatan sehari-hari, mingguan, bulanan dan tahunan.
"Ku lihat seperti nya usia kandungan Aori dengan Meina tidak terpaut jauh" kata Michael.
"Usia kandungan Aori sekarang menginjak usia yang ke 6" kata Rider.
"Wah, ku rasa anak kita usia nya juga tidak akan jauh berbeda" kata Meina.
"Iya, kami belum memeriksa jenis kelamin bayi kami, aku ingin bayi kami ini laki-laki" kata Rider.
Aori tersenyum dan membelai perut nya. "Iya, dan apa jenis kelamin bayi mu? " tanya Aori pada Meina.
Meina tersenyum baru kali ini Aori mengeluarkan suara nya.
"Bayi ku perempuan"
"Selamat ya"
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah