![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Meinara***
Plaakk
Pandangan ku semakin kabur. Aku merasakan Ardhan menghisap kuat leherku. Kedua tangannya bergerak menelusuri payudara ku.
Tiba-tiba sesuatu terjadi. Ardhan terlempar ke dinding. Aku menggeleng berusaha untuk sadar.
Aku melihat nya.
Aku melihat Michael disana. Dia berdiri dengan penuh kemarahan. Dan ekspresi bengis nya begitu menakutkan.
Mata nya memerah dengan urat di dahi nya dan rahang nya mengeras.
Aku takut..
Aku melihat dia seperti setan yang baru saja keluar dari neraka yang siap menghabisi siapa saja. Sedari tadi tatapan nya tertuju pada Ardhan.
Michael melayangkan pukulan nya ke wajah Ardhan. Ardhan menahan pukulan itu. Terjadi perkelahian.
Sangat mengerikan..
"Berani nya kau menyentuh milikku! Bocah sialan!! " bentak Michael.
Michael berhasil menyakiti Ardhan dan membuat Ardhan berkali-kali tersungkur membentur tembok dan lantai.
Aku yang menyaksikan itu sangat ketakutan. Apa mungkin jiwa psikopat Michael sedang menguasai raga nya saat ini?
Darah mengalir dimana -mana. Itu darah Ardhan.
"Hentikan Mike!! Kau bisa membunuh nya! " teriak ku. Michael mendorong Ardhan keluar dari kamar ku. Kemudian Michael menutup pintu kamar ku dan mengunci nya.
Michael menatap ku dengan tajam. Aku takut dia akan menghukum ku karena tubuh ku sudah di jamah Ardhan.
Tidak! Tuhan tolong aku!
Michael duduk di sisi ku dia mengangkat tangannya. Aku menunduk karena takut dia akan memukul ku. Namun dia membelai kepala ku.
"Jangan takut, aku ada disini.. Si brengsek itu tidak akan menyakiti mu lagi" kata nya lembut.
Aku mendongkak menatap nya. Aku memeluk Michael dengan erat dan menangis sejadi-jadi nya di pelukan nya.
__ADS_1
"Sudahlah, sayang " kata Michael lembut. Tatapan dan sikap nya pada ku sangat lembut. Namun mata nya masih memerah menunjukkan kalau amarah nya masih belum reda.
"Aku takut" tangis ku. "Sudahlah.. Mana yang sudah dia sentuh? Aku akan menghapus nya.. Ayo katakan" kata nya menghibur ku.
Aku menggeleng dan makin keras menangis. Aku tidak mau mengingat nya lagi. Ardhan benar-benar pria sialan.
"Baiklah, jika kau tidak mau mengatakan nya, tunjukkan pada ku" kata Michael.
Aku menunjuk bibir ku. Dia membelalak dan tersirat emosi mendalam di balik manik abu-abu nya.
Michael menyentuh bibir ku dan mengelap nya lembut. "Aku sudah membersihkan nya " kata Michael.
Aku mengusap air mata ku. Michael mendekatkan wajah nya dan mencium bibir ku dengan lembut. Lama-lama ciuman itu menjadi lumatan-lumatan ganas.
Aku tidak membalas nya. Tidak menikmatinya juga. Aku hanya diam. Michael melepaskan ciuman nya kemudian kembali menatap ku.
"Yang mana lagi? " tanya Michael lembut. Aku menunjuk leher ku. Mata nya kembali membelalak dan menyentuh leher ku. Aku yakin sudah ada tanda merah disana.
Michael mendekatkan wajah nya kemudian menghisap leher ku dengan lembut. Aku menahan pundak nya.
"Sakit" ringis ku pelan. Michael mendongkak dan tersenyum lembut pada ku.
♡♥♡♥♡♥♡
Aku selesai mandi. Aku berganti pakaian di kamar mandi aku tidak mau hal yang kemarin terjadi lagi. Selesai memakai pakaian ku, aku keluar dari kamar mandi dan melihat Michael sedang membaca berkas-berkas perusahaan nya.
Apa tidak bingung menjadi dokter sekaligus pengusaha? Atau dia berhenti menjadi dokter? Ah tetap saja dia seorang psikopat.
Michael melirik kearah ku. Dia menggerakkan tangannya memberikan isyarat pada ku untuk mendekati nya.
Aku pun menurut. Dia menarik pinggang ku dan aku pun terduduk di pangkuan nya.
"Aku mulai berpikir, lebih baik kau berhenti sekolah dan menikah saja dengan ku" kata Michael yang membuat ku benar-benar terkejut.
"Ke.. Kenapa? " tanya ku gugup.
"Aku tidak mau ada pria lain yang bisa saja menyakiti mu. Seperti tadi "
Menyakiti ku? Hei bung apa kau tidak sadar kau juga menyakiti ku!
__ADS_1
"Hmmm" dia mencium leher ku.
"Aku ingin dirimu"
Deg
Aku benar-benar tidak mau dia melakukan hal yang sama lagi. Cukup waktu itu saja! Tidak!
Aku segera beranjak dari pangkuan nya. "Maaf.. Aku tidak bisa" kataku.
"Aku ingin tubuhmu, Minny.. Aku ingin memasukimu.. " kata Michael seraya beranjak dari duduk nya.
Aku menggeleng. Michael memegang kedua lengan ku. Dia menatap ku lembut.
"Percayalah.. Kau tidak akan sakit lagi.. Hanya sekali kau merasakan sakit.. Aku menjamin nya.. Ya.. " kata Michael membujuk ku.
Aku tidak yakin.. Terakhir kewanitaan ku mengeluarkan banyak darah.. Dan aku sangat takut.
Dia membelai pipi ku dengan lembut. "Kau tidak percaya pada ku? " tanya nya lagi.
Aku menggeleng. "Aku tidak akan pernah percaya pada mu.. Tidak " kata ku sambil mundur jauh dari nya.
"Meina.. "
Michael menerkam ku dan menghimpitku ke dinding. Aku terkejut di buat nya. Dia melumat bibir ku dengan penuh nafsu.
Aku berontak dengan mencakar punggung nya. Michael mengangkat ke dua tangan ku ke atas dan dia menghisap leher ku.
Aku juga merasakan sesuatu di balik celana Michael menghentak ke selangkangan ku. Oh tidak.. Itu.. Itu.. Tidak boleh terjadi..
Aku tidak mau di perkosa lagi. Michael melepaskan ciuman nya dan menatap ku.
"Aku mencintai mu, Meina.. Sangat mencintai mu" kata Michael.
Aku menautkan alis ku menandakan aku sangat benci pada nya. Benci dengan apa yang dia lakukan pada ku! Benci akan sikap iblis nya yang di sembunyikan di balik tampang malaikat nya.
"Ayo kita mulai lagi.. "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah