PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
54


__ADS_3


***Michael***



Dengan langkah seribu, aku mendatangi rumah sakit dimana istriku akan melahirkan. Oh ini benar-benar sangat menegangkan.



Aku bersama Brian berjalan menuju ruang persalinan. Terlihat Mykha duduk di ruang tunggu. Tanpa ba bi bu, aku langsung menghampiri nya.



"Bagaimana keadaan Meina? " tanya ku. "Dia sedang di dalam. Sedang dalam proses melahirkan" jawab Mykha dengan ekspresi cemas.



Dokter Sarah keluar dari ruang persalinan. "Tn. Danuarga, sebaiknya anda ikut kami ke dalam dan pakai seragam khusus" kata nya.



Aku pun melakukan yang intruksi kan oleh dokter Sarah.



Aku melihat Meina sedang mengejan di bantu beberapa perawat dan dokter Sarah.



Aku segera duduk di kursi di samping ranjang tempat dimana Meina berbaring.



Aku memegang erat tangannya. Dia menatap ku sambil meringis.



"Kamu pasti bisa sayang.. Kamu kan kuat" kata ku memberikan semangat padahal aku tahu rasa nya sangat menyakitkan.



Meski pun aku bukan dokter kandungan, tapi dokter kesehatab seperti ku juga pernah menangani wanita yang melahirkan bersama dokter kandungan.



"Mike.. Mike.. Sakiitt" ringis Meina sambil menggenggam erat tangan ku. Aku berkali-kali mengecup kening nya menyalurkan ketenangan.



"Terus Ny. Tarik napas" kata dokter Sarah.



Meina mengikuti instruksi yang di berikan. Dia terlihat kesulitan dan putus asa.



"Tarik napaas.. Ayoo.. Sedikit lagi.. " kata dokter Sarah.



Meina pun berteriak cukup keras dan itu membuat ku benar-benar kaget.



Terdengar tangisan bayi yang mengisi ruang persalinan itu.



Oh itu bayi ku..



Aku sungguh bahagia.



Ku lihat Meina tak sadarkan diri. Aku memeriksa detak jantung nya. Dia masih bernapas dan detak jantung nya terasa lemah.



Dokter Sarah memberikan selang oksigen ke hidung Meina. Aku membelai lembut kepala istriku dan ku cium kening nya.



Suster sudah kembali setelah membersihkan bayi ku. Dia menghampiri ku.

__ADS_1



"Lihatlah, Tn. Putri anda cantik sekali" kata suster itu sambil memberikan bayi ku. Aku pun menggendong nya.



Aku tersenyum geli melihat jiplakan ku itu. Wajah nya mirip sekali dengan ku. Hanya saja dia perempuan. Dan warna mata nya coklat sama seperti Meina.



"Hai sayang, selamat datang di dunia.. Kau manis sekali"



Oh aku bersyukur sekali dan menang banyak..



Aku duduk di kursi tadi dan memperhatikan Meina.



"Lihatlah, mama mu masih tertidur.. Nanti, setelah mama bangun, kamu kejutkan dia yaa" kata ku dengan bahasa Indonesia.



Ya, bagaimana pun juga putri ku ini memiliki sebagian darah Indonesia dari ibunya. Dia harus tahu dan bisa berbicara bahasa Indonesia.



"Mike" ku lihat Mykha dan Brian memasuki ruangan persalinan.



"Wah, bayi mu tampan sekali" kata Brian. "Dia perempuan" kataku.



"Ah, ya maksudku cantik sekali.. Seperti ibu nya " kata Brian.



"Dia mirip aku"




Ada apa dengan nya.



"Wahhh.. Lihat mata bulat nya.. Sini ke bibi" kata Mykha sambil menggendong tubuh bayi mungil putri ku.



"Mike kau benar-benar brengsek, kenapa dia mirip sekali dengan mu " gerutu Mykha.



"Ya, karena dia putri ku" gerutu ku.



"Sayang" Ku lihat Meina sudah sadar. Aku menghampiri nya dan mencium tangannya.



"Terimakasih sayang, kau sudah memberikan ku anugerah terindah" kata ku.



Meina tersenyum sendu. "Aku mau melihat bayi ku" kata Meina.



Mykha memberikan bayi ku pada Meina untuk di gendong nya.



Meina tersenyum melihat bayi kami yang bergerak -gerak kecil di pangkuan nya.



"Di mirip sekali dengan mu" kata Meina pada ku. Aku hanya bisa tersenyum menanggapi nya.


__ADS_1


"Siapa nama nya? " tanya Meina.



Aku juga belum memikirkan nama yang bagus untuk putri kami ini.



"Apa ya? Kebetulan di lahir di bulan Mei sama seperti mu, nama nya.. Meisalia saja bagaimana? " tanya ku.



Memang benar 3 hari lagi adalah ulang tahun nya Meina.



"Kenapa hanya satu kata? " gerutu Meina dengan ekspresi menggemaskan.



"Sisa nya terserah kamu" kata ku.



"Meisalia.. Meisalia Michelle Danuarga.. Bagaimana menurut mu? " tanya Meina dengan raut wajah berseri- seri.



Aku tersenyum sambil mengangguk. "Itu sangat bagus dan cantik.. Meisalia Michelle Danuarga " kata ku mengucap kembali nama itu.



Meina tersenyum.



"Selamat ya, Meina " kata Mykha sambil memeluk Meina. Meina tersenyum haru.



"Terimakasih kak Mykha "



"Selamat, Meina.. Meini pasti bahagia mendengar kelahiran bayi mu yang sehat" kata Brian.



"Terimakasih, Brian, aku yakin sebentar lagi Meini pasti akan segera melahirkan juga dan bayi kami bisa bermain dengan bayi kalian" kata Meina.



Brian tersenyum. "Terimakasih, Meina "



Ya, sekarang Brian dan Meinila tinggal di Amerika. Aku yang menyuruh mereka tinggal disini karena ayahku sudah memecat Brian karena kesalahan nya telah bekerja sama dengan Cecil dan mencelakai keluarga kami.



Brian bekerja di perusahaan ku sebagai karyawan yang sering ku andalkan karena dia memang berbakat.



Tiba-tiba, Meina meringis sambil memegang perut nya. Aku panik dan mengusap perut nya.



"Kenapa, sayang? Ada apa? " tanya ku cemas.



"Aku lapar"



♡♥♡♥♡♥♡





By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2