![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
1 bulan Meina tidak berjumpa lagi dengan Michael setelah kejadian dimana Michael menembak nya.
Meina tidak berniat menghubungi Michael lebih dulu. Dia memilih diam. Namun dia begitu merindukan dokter muda itu.
Saat ini Meina sedang belajar di kamar nya. Mengerjakan PR yang di berikan gurunya.
Hari gini ada PR? Kurikulum 13 dong.. Ehmm balik lagi ke cerita..
Terdengar sebuah mobil terhenti di pelataran rumah Meina. Meina melihat nya melalui jendela.
Deg
Jantung nya berpacu cepat. Pria yang sangat dia rindukan datang ke rumah nya.
Tak sadar, Meina menyunggingkan senyuman manis nya. Apakah hari ini Michael akan bertemu dengan nya?
Meina berdandan merapikan rambut nya dan memberikan sedikit polesan lipstik pada bibir merah merekah nya.
♡♥♡♥♡♥♡
Hirma mepersilakan Michael untuk memasuki rumah nya.
"Akan ku panggilkan Meina " kata Hirma sambil berbalik.
"Tidak perlu"
Langkah Hirma terhenti. Dia berbalik menatap Michael. "Kenapa? " tanya Hirma.
Noara berjalan menghampiri Michael. "Ibu? Dokter Michael, ayo masuk" kata Noara.
"Tidak perlu, Noa" kata Michael. Dia mengeluarkan sebuah tabung kecil 5cm dan memberikan nya pada Hirma.
"Masukkan ini ke minuman Meina, jika terjadi sesuatu, pergilah ke rumah sakit"
Deg
Hirma dan Noara saling pandang.
"A.. Apa i..itu racun? " tanya Noara. Michael mengangguk.
Lagi-lagi Hirma dan Noara saling pandang.
"Maaf, dok.. Tapi jujur saja, kami tidak mau menyakiti Meina lagi, karena hubungan kami dengan Meina sudah lebih baik dan lebih dekat" kata Hirma.
"Ini perintahku, kalian tidak perlu khawatir, karena aku yang akan bertanggungjawab" kata Michael.
Pandangan Michael teralihkan pada Meina yang sedang menuruni tangga. Michael menatap Meina. Gejolak kerinduan nya memuncak. Ingin sekali saat itu dia ingin memeluk nya dan mengatakan pada nya kalau dia sangat merindukan Meina.
Namun
"Baiklah, aku akan pergi.. Jaga kesehatanmu" kata Michael pada Noara dan mengusap kepala Noara.
__ADS_1
Meina yang melihat itu begitu sedih. Noara juga terkejut dengan sikap Michael.
Michael pun berlalu.
Hirma dan Noara menoleh kearah Meina. Meina terlihat sedih.
Hirma dan Noara menghampiri nya.
"Emm.. Kau jangan berpikiran yang bukan-bukan ya Mei, dokter Michael mengobati penyakitku. Dia menyembuhkan ku, jadi dia bilang agar aku menjaga pola makan ku" kata Noara.
Meina tersenyum. "Kau tidak perlu menjelaskan nya, aku percaya" kata Meina.
Hirma membelai punggung Meina. "Mungkin dokter Michael sedang terburu-buru.. Jadi dia tidak sempat untuk mampir"
"Iya, tidak apa-apa " kata Meina.
Sunyi
"Maaf jika selama ini aku tidak sopan pada ibu dan jahat pada Noara " kata Meina tiba-tiba.
Hirma dan Noara jadi sedih mendengar itu.
"Aku hanya tidak ingin ada yang merebut kebahagiaanku.. Aku tidak mau ada orang asing di rumah ku.. Aku tidak mau ada sesuatu yang ku miliki di ganti dengan sesuatu yang baru.. " kata Meina hampir menangis.
"Meina, jangan katakan itu.. Kami yang salah.. Kami telah berbuat kasar padamu dan merebut hak milikmu.. Kami hanya orang miskin tak berguna yang ingin memelas kekayaan darimu. Kami yang salah " kata Hirma.
Mereka berpelukan
"Kami minta maaf karena telah menambah kesedihan mu, Meina.. Kami ingin kau mengakui kami sebagai keluarga mu, hanya itu sekarang yang kami butuhkan" kata Noara..
"Aku sayang kalian"
"Kami menyayangi kamu"
♡♥♡♥♡♥♡
Hirma dan Noara sedang berada di kamar Noara. Mereka bimbang dan tertekan. Kecemasan terpancar di wajah masing-masing.
"Bagaimana ini bu, kita tidak bisa menyakiti Meina bu, dia sudah cukup sengsara dengan sikap kita.. Aku tidak mau jahat lagi.. Aku cape bu.. " kata Hirma.
"Ibu juga.. Jadi bagaimana menurutmu? Ibu tidak tega jika harus menyakiti Meina lagi.. Setidaknya jangan meracuni nya lagi.. Bagaimana jika.. Jika sesuatu yang buruk terjadi.. " kata Hirma dengan ekspresi cemas.
Terdengar suara berisik dari dapur.
"Astaga ibu lupa.. Ini sudah malam.. Ibu harus menyiapkan makan malam" kata Hirma sambil menepuk dahi nya.
"Ya sudah ayo"
♡♥♡♥♡♥♡
Terlihat Meina dengan lihai memasak. Noara dan Hirma memasuki dapur.
__ADS_1
"Meina.. Sini biar ibu bantu" Hirma pun membantu Meina memasak. Begitu pun dengan Noara.
"Oh ya, Meina. Aku menemukan buku mu di kamarku, jadi kau tidak perlu mencari nya lagi " kata Noara.
Meina menoleh kearah Noara kemudian mengangguk. Disaat Noara dan Meina sibuk berbicara, Hirma dengan berat hati memasukkan racun yang di berikan Michael ke minuman Meina dengan dosis rendah.
Selesai memasak dan menyiapkan semuanya, mereka bertiga pun makan malam.
Noara dan Hirma terlihat cemas dan tidak menyentuh makanan mereka sedikit pun.
Hanya Meina yang lahap memakan makan malam nya. "Ah? Kalian kenapa? Apa masakan yang buatan ku tidak enak? " tanya Meina.
"Ah tidak.. Bukan begitu, Meina.. Kami hanya masih kenyang" kata Hirma.
Meina ber'oh ria. Dia pun meminum minuman nya. Hirma dan Noara saling pandang. Mereka semakin terlihat cemas.
Meina meminum nya habis.
"Terimakasih ya, aku beruntung memiliki ibu dan saudari seperti kalian.. Aku sayang kalian" kata Meina kemudian memeluk Noara dan Hirma.
Hirma dan Noara terkejut.
Biasa nya mereka saling mencela, mencaci maki, menjatuhkan dan memukul.
Tapi kali ini berbeda lagi situasi nya. Meina tersenyum bahagia.
"Selamat malam" Meina berlalu ke kamar nya.
Air mata Hirma dan Noara menetes. Kebaikan Meina enyakiti perasaan mereka. Bahkan lebih sakit jika di bandingkan saat Meina mencela mereka.
"Ayo, cepat.. Kita harus segera membawa Meina ke rumah sakit" kata Hirma sambil beranjak dari kursi nya.
Noara mengangguk kemudian menyusul ibu nya ke kamar Meina.
♡♥♡♥♡♥♡
Meina merebahkan tubuh nya ke ranjang. Dia tersenyum bahagia.
"Ibu Hirma dan Noara ternyata baik .. Mereka hanya tertekan oleh ekonomi.. Mereka sebenarnya menyayangi ku jika aku bersikap baik pada mereka " gumam Meina.
Baru saja Meina akan menutup matanya, tiba-tiba kerongkongan nya terasa perih. Meina terbatuk dan tersungkur ke lantai.
Hirma dan Noara memasuki kamar Meina.
".Meina! " Noara dan Hirma membantu Meina berdiri.
"Meina ada apa? " tanya Hirma cemas. Meina menunjuk kerongkongan nya.
"Ayo kita ke rumah sakit"
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah