PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
10


__ADS_3


***Meinara***



Pagi ini Aku diajak dokter Mike ke mansion nenek nya. Dan nenek nya itu sangat baik dan hangat. Aku jadi salah tingkah apalagi saat beliau mengira kalau aku adalah kekasih dokter Mike.



Dokter Mike menyangkalnya. Tentu saja.. Pria dewasa yang sempurna seperti dia tidak mungkin menyukai gadis tomboy dan gadis ingusan seperti ku.



Namun nenek benar-benar menganggapku menantu nya. Itu menggelikan sekali.



Siang ini saja, waktu dokter Mike pamit untuk menemui kakak nya yang baru kembali dari Spanyol, nenek di cium kening nya oleh dokter Mike.



Namun nenek juga menyuruh dokter Mike untuk mencium ku..



Oh itu memalukan..



Bukan nya kenapa -napa.. Hanya saja aku bukan siapa- siapa disana.



Namun dokter Mike menuruti permintaan nenek. Dengan lembut dia mencium kening ku sekilas.



Aku benar-benar terkesima. Baru kali ini ada seorang pria asing yang mencium keningku selain ayahku.



Jantungku berdebar kencang. Aku tidak mengira ini. Oohh aku malu sekali.



"Jaga nenek ya, dia nenekku yang paling manja" kata nya sambil mengusap rambut ku.



Sementara aku masih terpaku menatap nya. Dia tersenyum hangat kemudian berlalu meninggalkan kami berdua.



Aku menatap punggung nya yang kian menjauh.



♡♥♡♥♡♥♡



Kulihat nenek menyelesaikan sulaman nya dalam waktu 4 jam. Sungguh sweater yang manis sekali berwarna hitam dengan variasi putih di dada nya.



"Yang ini milik mu, sayang.. Aku akan membuat yang ukurannya lebih besar untuk Mikey nanti " kata nenek.


__ADS_1


"Terimakasih, nek" kataku. Beliau tersenyum. "Kau manis sekali saat tersenyum.. Ada lesung pipit di kedua pipi mu" kata nenek sambil mencubit kedua pipi ku.



Aku hanya tersenyum geli.



"Boleh aku memanggil mu Minny saja? " tanya nenek. Aku tersenyum dalam hati.



Minny? Aku jadi ingat tokoh kartun Mickey dan Minnie Mouse.. Entah benar atau salah penulisan nya  😂😂😂



"Emm.. Itu.. Terserah nenek.. Aku senang " kataku menjaga perasaan nya. Setidaknya beliau tidak kesepian lagi.



"Minny.. Apa kau mau sesuatu? Ah aku lupa tidak memberikan mu cemilan" kata nenek sambil beranjak dari duduk nya.



"Ah, nenek itu tidak perlu" kataku. "Itu perlu, menantu" kata Nenek .



"Pelayan" panggilnya.



3 orang pelayan wanita menghampiri nenek.



"Bawakan kue -kue buatanku ya, jangan lupa jus nya.. Kau mau jus apa sayang? " tanya nenek padaku.




"Jus jeruk saja ya.. Ambilkan" kata nenek pada ketiga pelayan itu.



Mereka membungkukkan badan kemudian berlalu. Nenek kembali duduk.



"Kau suka kue cokelat? " tanya nenek. Aku mengangguk.



"Aku juga suka membuat kue.. Ya, memang nya apalagi yang bisa di tunggu oleh wanita tua seperti ku selain kematian" kata nya.



"Jangan katakan itu nek.. Nenek pasti akan panjang umur.. Ada pak dokter yang selalu menjaga dan menyayangi nenek" kataku menghibur nenek.



"Iya, kau benar.. Apalagi sekarang ada kau.. Aku belum mau mati sebelum aku melihat cicit ku dari Mikey " kata nenek.



Aku tersenyum.


__ADS_1


Para pelayan itu kembali dengan berbagai makanan ringan serta 2 gelas jus jeruk.



"Makanlah sayang.. Ini kue cokelat buatanku" kata nenek.



Aku mencicipi nya dan rasa nya sangatlah lezat. Aku memang tidak terlalu menyukai makanan manis. Tapi aku suka kue cokelat buatan nenek.



"Mikey bukanlah pria yang baik.. Tapi dia menghargai wanita baik-baik " kata nenek tiba-tiba. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi aku tidak berani bertanya.



"Ku harap kau akan menjadi istri Mikey suatu hari nanti, Minny" kata nenek. Aku menatap nenek. Entahlah aku tidak bisa bilang ya atau tidak.



Dokter Mike bilang nenek memiliki penyakit jantung. Aku tidak mau membuat nya sedih. Ayahku meninggal karena asma. Aku juga memiliki penyakit asma tapi tidak kronis seperti ayah.



"Minny" aku terhenyak dari lamunanku dan menoleh kearah nenek.



"Kau mau kan tinggal beberapa hari disini? Aku sudah mendengar tentangmu dari Mikey.. Jadi kurasa lebih baik kau disini saja ya.. Biar aku yang membeli keperluan untuk mu" kata nenek. Aku tidak mau menolak nya.. Namun aku tidak bisa. Aku harus mempertahankan hak ku sebagai anak ayahku..



"Kau mau? " tanya nenek.



"Mungkin aku hanya 2 hari disini nek.. Karena aku tidak bisa meninggalkan ibu dan saudariku" kataku.



Nenek terlihat sedih. "Baiklah jika itu mau mu.. Aku senang meskipun kau mau tinggal disini selama 2 hari" kata nenek.



"Ini sudah malam.. Katanya Mikey akan kembali.. Jika kau mau tidur, tidurlah.. Ini sudah malam" kata nenek.



Nenek menyuruh pelayan mengantarkanku ke kamar tamu.



Aku pun melelapkan tubuhku. Nenek dan dokter Mike baik sekali pada ku. Aku jadi tidak enak.



Aku pun terlelap. Aku merasakan ada tangan besar membelai pipi ku.. Rasanya ini seperti ayah..



Ayah!



Ayaahh.. Jangan pergi!!



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2