![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
New York, Amerika
Meina dan Michael memasuki mansion baru mereka di New York. Meina melihat banyak sekali barang-barang mewah di mansion itu.
"Mike, apa ini tidak berlebihan? Kita hanya tinggal berdua, kurasa lebih baik kita sewa apartemen saja dulu" kata Meina.
"Kita akan tinggal bersama para pelayan dan para penjaga. Dan sebentar lagi kita akan punya banyak anak" kata Michael sambil memeluk Meina dari belakang dan membelai perut Meina.
"Usia kandunganmu sudah menginjak 4 bulan.. Aku belum mendengar kau mau sesuatu " kata Michael.
"Entahlah.. Aku hanya ingin kau tetap bersama ku.. Ya, meski aku tahu kau akan sering sibuk diluar.. Mengurus perusahaan mu dan aku akan kesepian di rumah" kata Meina.
"Ada Emma dan pelayan lain nya, kau tidak akan kesepian dan ya, kalau kau mau, kau bisa ikut bersama ku ke kantor" kata Michael.
"Apa tidak apa-apa aku ikut dengan mu ke kantor? " tanya Meina.
"Tentu tidak.. Kau juga memiliki hak di perusahaan kita " kata Michael.
Hening, mereka larut dalam pikiran masing-masing.
"Mike" ringis Meina sambil memegang perut nya. Michael panik dan memegang perut Meina.
"Kenapa Meina? Ada apa? Sakit? Mules?" tanya Michael panik.
"Aku lapar"
Michael tertawa. "Haha.. Kau membuat ku terkejut "
Meina tersipu malu.
"Mau ke restoran terkenal atau masakan rumah? " tanya Michael.
"Mau apa ya.. Aku mau masakan restoran karena aku yakin para pelayan pasti kelelahan.. Tapi aku juga tidak mau ke restoran malam-malam begini " jawab Meina ambigu.
"Ah kita pesan saja" kata Michael sambil menelepon pihak restoran.
"Memang bisa seperti itu disini? " tanya Meina.
"Iya, tentu saja"
Tak lama kemudian, makanan pesanan dari restoran pun sampai. Mereka berdua makan di temani dengan lilin yang temaram membuat makan malam mereka menjadi semakin romantis.
Meina menyukai makanan pesanan suami nya itu. Dia makan dengan lahap. Michael tersenyum melihat Meina bernapsu makan cukup tinggi. Karena itu akan baik untuk anak nya.
Selesai makan, Meina ingin mengatakan sesuatu. Tapi tampak nya dia bingung dan ragu.
Michael yang tipikal pria peka, mengerti dia pun bertanya.
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu? "
"Ah? Emm.. I.. Iya " jawab Meina gugup.
Michael tersenyum. Dia tahu Meina pasti mau mengatakan hal yang pribadi jika gugup seperti itu.
"Katakan saja, jangan malu"
Meina meremas ujung rok nya. "Aku.. Emm.. Aku.. Itu.. Aku mau bertanya.. Aku sekarang makan nya banyak, mungkin aku akan jadi gemuk, setelah aku melahirkan aku juga pasti akan sangat gendut.. Apa.. Apa kau.. Kau akan tetap mencintai ku? "
__ADS_1
Meina bertanya dengan malu- malu sampai kedua pipi nya memerah.
Michael tersenyum geli mendengar pertanyaan kekanakan itu dan ekspresi menggemaskan istri nya.
"Aku mencintai mu apa ada nya. Kau gemuk kan juga karena berjuang mengandung anak ku dan nanti nya akan melahirkan anak ku.. Aku akan sangat sayang dan semakin mencintai mu" jawab Michael tulus.
Kedua pipi Meina makin merona seperti tomat. Refleks dia memeluk Michael dengan erat.
"Terimakasih.. Aku mencintai mu juga" kata Meina.
Michael tersenyum dan membalas pelukan Meina. "Iya, aku tahu, sayang.. Mulai sekarang kau harus sering memanggil ku sayang ya"
Meina melepaskan pelukan nya dan menatap Michael. Pipi nya semakin merah. "Sa.. Sayang? I.. Itu memalukan.. "
"Kenapa harus malu? "
"Ka.. Karena.. Aku malu"
"Tidak perlu malu"
"Akan ku coba"
"Aku ingin mendengar nya "
"A.. Apa? Besok saja ya, ini sudah malam"
"Aku mau mendengar nya "
"I.. Iya.. Mike sayang "
♡♥♡♥♡♥♡
Hari mulai pagi..
Perlahan mata kecil Meina terbuka. Dia merasakan diri nya di peluk Michael dari belakang.
"Sayang.. Sudah pagi " kata Meina sambil membelai lembut pipi Michael.
Michael membuka mata nya dan menatap Meina. Dia tersenyum kemudian kembali menutup mata nya.
"Sayang? Kita akan memulai hidup baru di negeri orang.. Apa kau tidak mau memajukan perusahaan mu?" tanya Meina.
"Morning kiss dulu" kata Michael tanpa membuka mata nya.
Dia pun mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Michael sekilas.
"Aku tidak merasakan nya "
"Pagi-pagi sudah mesum" gerutu Meina.
Terpaksa Meina kembali mencium bibir Michael dan Michael mendorong tengkuk Meina. Hingga ciuman panas pun tak terelakkan.
Meina menikmati ciuman Michael. Dia membalas ciuman Michael dan memeluk tengkuk Michael.
Michael bangkit dan kini dia berada di atas tubuh Meina.
__ADS_1
Meina merasakan sesuatu yang keras menyentuh selangkangan nya.
Meina terhenyak dan segera mendorong Michael lalu membungkus seluruh tubuh nya dengan selimut. Dia gemetar ketakutan.
Dia masih shock dengan kejadian itu. Dia masih takut dan belum siap.
Michael memahami nya. Dia membelai lembut kepala Meina.
"Jangan pak dokter!!! " teriak Meina.
"Meina sayang, maaf.. Aku.. Aku.. Meina " Michael membujuk Meina.
Perlahan Meina melepaskan selimut yang membungkus nya. Dia pun seketika memeluk Michael dengan erat.
"Aku takuut.. Hiks hiks" Meina menangis dengan sesegukan saking shock nya.
"Maafkan aku, sayang "
Meina tidak berhenti menangis. Dia masih menangis dalam pelukan Michael.
Beberapa menit kemudian, Meina berhenti menangis tanpa melepaskan pelukan nya. Dia masih enggan bergerak sedikit pun.
"Mike" akhir nya Meina mengeluarkan suara nya.
"Ya, sayang? "
"Aku lapar"
"Ya sudah, ayo kita mandi dulu lalu makan" kata Mike.
"Mau makan dulu"
"Ya sudah ayo, bayi besar ku" kata Michael sambil mengangkat tubuh Meina dan menggendong nya ala bridal.
"Mike aku bisa jalan sendiri " gerutu Meina.
"Tidak, aku tidak akan menurunkan mu" kata Michael sambil membawa nya keluar kamar kemudian menuruni tangga.
Para pelayan yang melihat kemesraan majikan mereka menunduk karena tersipu malu.
"Mike aku malu.. Mereka melihat kita"
"Biarlah, kau tidak perlu malu, mereka sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini"
Namun, Meina cemberut karena kesal. Michael pun menurunkan Meina.
"Selamat pagi, Tn. Danuarga dan Ny. Danuarga" sapa Emma.
"Selamat pagi, bibi Emma" jawab Meina.
Mereka pun duduk di meja makan dan memakan sarapan mereka.
"Kenapa sup ini rasa nya seperti daging manusia? "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah