PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
38


__ADS_3


Meina melihat garis merah 2 di tespeck. Dia menggeleng tidak percaya. Dia benar-benar hamil di usia nya yang masih 17 tahun.



Tiba-tiba seseorang merebut tespeck itu. Meina terkejut ternyata Cecil. Cecil terbelalak tidak percaya. Dia menatap Meina dengan tajam.



"Berani nya " Cecil mencengkram lengan Meina dengan kasar.



Meina terpundur. "Kau tidak boleh memberitahu kakak dengan kehamilan mu, atau aku akan menghabisi mu dan anak mu itu! "



"Lepaskan aku!! " Meina berhasil melepaskan diri dan menjauh dari Cecil.



"Kenapa kau mudur? Apa sekarang kau takut huh! Biasanya kau mau meladeni ku, apa sekarang kau benar-benar takut pada ku? "



Meina menautkan alisnya.



Dia pun berlalu namun Cecil menarik lengan nya dan akan memukul perut Meina. Tapi Meina melawan.



"Cecil! Hentikan! Apa yang kau lakukan! " bentak Michael sambil menjauhkan Cecil dari Meina.



Cecil mengepalkan kedua tangannya. "Kakak lebih memilih dia! "



"Karena kau yang salah, kenapa kau mau menyakiti kakak ipar mu huh? "



"Karena.. Karena semenjak dia ada disini, kakak jadi lebih memperhatikan dia di banding aku! "



"Kamu sering aku perhatikan! Tapi kamu malah jadi semakin membangkang! Termasuk yang semalam kau meminum minuman itu! "



"Itu bukti kekecewaan ku pada kakak!! "



"Dan itu salah! "



Cecil terdiam. Dia tidak mengira Michael akan membentak nya demi istri nya itu.



Cecil mendengus kesal. "Lihat saja! Aku akan membuktikan kalau wanita yang kau cintai itu bukanlah wanita yang baik! "



Cecil berlalu sambil bersungut- sungut. Meina menghela napas berat. Michael membelai lembut kepala Meina.



"Lupakan saja ya"



Meina mengangguk.



♡♥♡♥♡♥♡



Cecil menghubungi Brian.



"Halo Bry, kapan kau akan kemari? "



"Kapan ya?? "



"Jangan membuat ku marah! "

__ADS_1



"Ehehe baiklah.. Maaf.. Kau mau nya kapan? "



"Besok! Besok kau harus sudah berada disini! "



"Baiklah "



Cecil mematikan panggilan nya. Dia mendengus kesal.



"Lihat saja, Meinara.. Kau tidak akan bahagia lagi dengan kakak ku! "



♡♥♡♥♡♥♡



Hari mulai malam. Meina memasuki kamar nya. Terlihat Michael duduk di ranjang dengan telanjang dada.



Dia sedang mengotak- atik laptop nya yang berwarna putih.



Entah kenapa Meina ingin sekali memeluk Michael. Mungkin karena bawaan hamil. Dia perlahan berjalan ke ranjang kemudian duduk di samping Michael.



Michael menoleh. "Apa Cecil ada di rumah? "



Meina mengangguk. Tiba-tiba Meina memeluk Michael. Michael terkejut dengan aksi Meina yang tidak biasanya memeluk duluan.



Meina melelapkan wajah nya di ceruk leher Michael. Michael tersenyum kemudian merangkul Meina dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan mengetik.



"Kenapa kau tiba-tiba manis seperti ini, huh? Kau mau sesuatu? " tanya Michael kemudian mencium puncak kepala Meina.




Michael tertawa.



Meina memperhatikan Michael. Sungguh dia suami idaman setiap wanita. Tampan, baik, lembut, dan kaya.



Tapi di balik itu dia monster yang mungkin saja akan menyakiti Meina kapan saja.



"Aku tahu aku memang tampan " kata Michael yang merasakan di perhatikan. Padahal dia tidak menoleh sama sekali.



Meina tersenyum geli dengan kedua pipi merona. "Iya.. Kau memang tampan "



"Terimakasih, aku sudah tahu itu sejak lahir"



"Jika kau tampan, mungkin anak ku kelak akan tampan juga" kata Meina dengan kedua pipi semakin memerah.



Michael menatap Meina kemudian tertawa. "Jadi kau  ingin punya anak? Hmm.. Kau mau anak laki-laki atau perempuan? "



Meina tampak berpikir. "Aku mau anak laki-laki.. Tampan, baik.. Kuat dan dia sangat bijaksana"



"Oh itu aku" kata Michael cepat. Meina terkekeh geli mendengar ucapan Michael yang begitu percaya diri.



"Tapi aku ingin anak perempuan.. Anak perempuan yang penurut, tegas, berkuasa dan pasti nya cantik " kata Michael.


__ADS_1


Meina tersenyum.



"Kenapa kita jadi bicara soal anak, memang nya kau bisa mengandung huh? " gerutu Michael menggoda Meina.



"Kenapa tidak? " tanya Meina tidak terima.



"Kau kan masih kecil dan tubuh mu kurus, aku tidak bisa membayangkan betapa besar nya perut mu nanti" kata Michael kemudian tertawa lepas.



Meina terlihat sangat kesal. "Terserah"



"Jangan marah" kata Michael kemudian menutup laptop nya dan menatap Meina. "Kalau begitu, ayo kita mulai sekarang "



"A.. Apa nya? " tanya Meina gugup.



"Kau bilang kau mau punya anak, kurasa kita bisa memulai nya dari sekarang.. Aku yakin kau tahu maksudku "



"Ah? Aku tidak mau..." kata Meina kemudian segera membelakangi Michael dan membungkus seluruh tubuh nya dengan selimut.



Michael tertawa kemudian memeluk Meina. "Tenang saja, sayang. Untuk sekarang aku tidak akan menyentuhmu tanpa kau siap"



"Terimakasih "



"Karena aku menyadari kesalahan ku"



"Apa kau yakin? "



"Iya.. Aku mencintai mu.. Meina "



♡♥♡♥♡♥♡



Cecil bergegas memasuki kamar nya. Dia membanting  pintu  dan dia tertekuk sambil menangis tersedu- sedu.



Dia mendengar semuanya. Michael dan Meina bermesraan di belakangnya. Dan dia mendengar kata-kata terakhir Michael sebelum mereka berdua tertidur.



"... Aku mencintai mu.. Meina"



"... Aku mencintai mu.. Meina "



"... Aku mencintai mu... Meina "



"Aaarrrgggghhhhh!!! Sialan!!!! "



Cecil membentur- benturkan kepala nya ke pintu. "Aku butuh senjata untuk menghancurkan hidup gadis sialan itu.. Aku butuh Brian dan temannya.. Ya, hanya mereka berdua yang bisa membantuku" gumam Cecil.



Cecil tersenyum menyeringai..



♡♥♡♥♡♥♡



By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2