PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
16


__ADS_3


Mobil Michael terhenti di pelataran mansion Danuarga.  Marine yang duduk di kursi di depan mansion bangkit dari duduk nya.



Meina dan Michael turun dari mobil. Seketika Marine berlari pelan dan memeluk Meina. Meina terkejut. Dia membalas pelukan Marine.



"Aku merindukan mu sayang, kenapa kau tidak kembali? Apa kau tidak nyaman disini? " tanya Marine memberondongi Meina dengan berbagai macam spesies pertanyaan.



Meina tersenyum. "Itu tidak benar nek, aku hanya fokus belajar.. Aku nyaman disini.. Bukti nya aku kemari untuk menemui nenek " kata Meina lembut.



Marine tersenyum haru mendengar jawaban Meina. Michael tersenyum. Meina benar-benar lembut di balik sikap kasar dan tomboy nya.



"Ayo.. Kita masuk "



♡♥♡♥♡♥♡



Malam telah tiba. Meina berdiri di balkon menatap keramaian jalanan Jakarta dari atas mansion Danuarga.



Dia selalu ingin bertemu ibu nya.. Melihat  ibu nya.. Meski pun didalam mimpi.



Ayah nya pernah bilang kalau ibunya Meina seorang wanita keturunan Jepang dan tentu terbukti bentuk mata nya menurun ke Meina.



Meina hanya memiliki sebuah foto. Foto ibu nya. Sisa nya ada di rumah nya. Itu pun sudah di bakar oleh Hirma.



Tanpa sadar, Meina menitikkan air mata nya. Dia ingin sekali bertemu dengan ibu nya.



Tiba-tiba, sebuah tangan merangkul Meina. Meina terhenyak dan mendongkak ternyata Michael.



Meina segera mengusap air mata nya. Namun Michael memegang tangannya.



"Ada apa Minny? Kenapa kau menangis? Apa seseorang berbuat jahat pada mu? " tanya Michael.



"Tidak, pak.. Aku.. Aku hanya mengingat kedua orang tua ku" kata Meina.



Michael mengusap kedua pipi Meina dengan lembut. Menghilangkan jejak air mata dari sana.



Meina menatap Michael. Dan lagi- lagi air mata Meina mengalir.



Michael tersenyum geli melihat  ekspresi sedih Meina yang menurut nya begitu menggemaskan.



"Baiklah, aku tidak bisa menghentikan air matamu, menangislah dan.. Kau harus berjanji kalau ini tangisan terakhirmu.. Jika suatu hari nanti kau menangis, jadi kan itu tangisan bahagia mu" kata Michael.



Meina hanya bisa mengangguk -angguk.



Michael tersenyum kemudian refleks memeluk Meina. Meina terkejut. Namun perlahan dia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Michael.



"Menangislah" kata Michael sambil menghirup aroma dari rambut Meina.



Meina menangis tersedu dengan tubuh berguncang karena tidak bisa meredam tangisn nya.



Mereka berpelukan di atas balkon. Malam itu menjadi saksi bisu yang menyaksikan kesedihan Meina dan kemenangan Michael atas hati Meina.



Michael mencium kepala Meina.



"Ayah.. Ayah.. " tangis Meina keras. "Ibu.. Hiks.. Hiks" tubuh nya semakin gemetar.



Meina memejamkan mata nya membiarkan air mata yang bertahun-tahun dia bendung itu mengalir deras mengungkapkan kesakitan yang dia rasakan.

__ADS_1



Meina mengeratkan pelukan nya pada Michael. Dia membayangkan sosok ayah dari diri Michael.



"Jangan banyak bergerak sayang.. Kau membangunkan nya " batin Michael.



Perlahan tangisan Meina mereda setelah beberapa menit.



"Sudah merasa lebih baik? " bisik Michael di telinga Meina membuat gadis itu merinding. Dia pun melepaskan pelukan nya kemudian mengangguk pelan.



"Baiklah.. Sekarang tidurlah.. Ini sudah malam" kata Michael sambil membelai lembut kepala Meina.



Meina mengangguk kemudian berlalu.



"Tunggu "



Langkah Meina terhenti kemudian menoleh. "Panggil aku kakak ya, kau bukan pasien ku lagi " kata Michael.



Meina tersenyum kemudian mengangguk.



♡♥♡♥♡♥♡



Meina merebahkan diri nya di ranjang. Dia mengingat kejadian tadi. Dimana Michael memeluk nya begitu erat dan memberikan kasih sayang lewat pelukan nya seperti seorang ayah.



Namun Meina menyukai Michael sebagai wanita pada seorang pria.



Pipi Meina bersemu merah. Dia memeluk diri nya sendiri sambil memejamkan matanya.



Mengingat rasa pelukan hangat itu. Tak lama, Meina pun terlelap mengarungi mimpi indah nya.. Mungkin.



Pintu kamar Meina terbuka. Seseorang memasuki kamar tersebut.




Michael menarik selimut dan menyelimuti tubuh Meina. Kemudian dengan lembut, dia mecium kening Meina.



"Semoga mimpi indah.. Minny"



Meina berlari.. Entah kenapa dia ingin berlari.. Berlari menjauh dari pria yang akan menyakiti nya..



Meina terus berlari.. Tapi kaki nya tersandung dan dia pun tersungkur jatuh..



Meina berusaha bangkit, namun tangan besar itu menarik lengan Meina.



Sejak kapan dia disana? Meina tidak bisa melihat  jelas pria bertubuh kekar itu.



Karena suasana yang gelap.



Tangan kekar itu menyentuh pipi Meina dengan lembut. Meina gemetar ketakutan.



"Jangan.. " kata Meina pelan.



Namun dia terkejut saat bibir pria itu melahap bibir nya. Meina terpundur dan terpojok ke pohon besar di belakangnya.



Pria itu terus mencium nya dan tangan yang lain bergerilya menyentuh bagian -bagian sensitif tubuh Meina.



Meina berontak dan menggigit leher pria mesum itu.


__ADS_1


"Oh.. Kau liar juga ya sayang " desis pria itu.



Meina terus berlari dan berlari.. Tiba-tiba, kaki nya di tarik. Meina pun jatuh tersungkur. Pria itu menindih Meina.



Meina sudah lemas. Dia tidak bisa berlari lagi. Yang dia rasakan saat ini adalah pria asing itu mencumbu leher nya dan mungkin dia akan menikmati tubuh nya setelah ini.



Tangan Meina tidak sengaja menyentuh tengkuk pria itu. Dia merasakan ada lukas besar menganga disana. Seperti luka bacokan..



Yang Meina rasakan selanjutnya, pusing dan.....



"Tidak! Berhenti!!! " dia terhenyak dari tidur nya dan menatap kesekeliling. Dia berada di mansion Marine.



Yang barusan itu mimpi. Mimpi yang begitu buruk. Keringat dingin mengalir dari tubuh nya dan belum lagi tubuh nya yang mati rasa.



Mimpi barusan terasa begitu nyata.



Terdengar pintu di buka ternyata Michael. Meina beranjak dari ranjang kemudian berlari kearah Michael dan memeluk nya dengan erat.



"Aku takut.. Aku takut.. " gumam Meina gemetar. Michael yang cemas karena mendengar teriakan Meina terpaku karena pagi- pagi begini Meina mau menghilangkan akal sehat nya.



"Emm.. Sudahlah.. Tidak apa-apa.. Ada aku.. Memang nya kenapa, sayang? Kau takut apa? " tanya Michael melepaskan pelukan mereka dan memegang kedua lengan Meina.



"Aku bermimpi... " Meina tidak melanjutkan kata-kata nya. Apa dia tidak salah dengar? Sayang? Apa Michael barusan memanggil nya sayang?



Blush



Seketika kedua pipi Meina merona. Michael tertawa melihat  kedua pipi Meina yang bisa memerah otomatis. Dan dia menyukai itu.



"Ada apa? " tanya Michael sambil tertawa.



"Aku.. " Meina mengalihkan pandangannya.



"..bermimpi buruk.. Seseorang mau menyakiti ku.. " sambung Meina.



Seketika senyuman Michael luntur dari paras tampan nya.



"Siapa ?" tanya Michael serius.



"Entahlah kak Mike.. " jawab Meina. Michael senang mendengar Meina merubah panggilan nya menjadi kakak.



".. Aku bermimpi.. Dia.. Pria itu.. Menyakitiku.. Menyiksa ku" kata Meina pelan dengan tatapan membayangkan seolah kejadian itu berputar kembali di depan nya.



Meina kembali memeluk Michael.



Sementara Michael terdiam dan terhanyut dalam pikiran nya.



"Seorang pria? Menyiksa nya? Aku tidak mungkin menyiksa nya jika dia mau menjadi istriku.. Ehmm ya.. Istriku.. Jika dia menolak pun, aku belum memikirkan kekesalan ku nanti nya.. Aku memang seorang psikopat, namun aku tidak akan menyakiti gadis baik seperti Meina" batin Michael.



"Aku takut jika itu dirimu Michael.. Bisa saja kau menyakiti ku kan.. Tapi Aku terlanjur mencintai mu"




♡♥♡♥♡♥♡




By


__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2