PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
8


__ADS_3


***Michael***



Demi Tuhan! Nenek ku hanya wanita tua yang kesepian.. Dia menginginkan seorang menantu dari ku.. Karena Robert sudah dulu menikah dan memiliki 2 orang anak.



Sekarang tinggal aku.. Adikku masih kuliah dan aku yakin dia masih fokus dengan pendidikan nya itu. Dia tidak mungkin mau menikah dulu.. Apalagi dia masih kekanakan. Dia juga tidak mungkin mau mendahului ku walau aku membiarkan nya mendahului ku.



Tapi boleh juga ide nenek. Menikah dengan gadis manis itu. Tapi aku tahu dia tidak mungkin mau menikah dengan ku.



Selain dia masih sekolah, usia kami juga terpaut jauh. Berselisih sepuluh tahun. Dan kurasa itu berlebihan.



Aku menyukai nya. Ya, kurasa aku hanya menyukai nya, tidak lebih.. Mana mungkin aku mencintai gadis yang masih remaja seperti dia. Aku belum pernah merasakan cinta pada seorang wanita karena selama ini hidupku di penuhi kegelapan. Tidak ada yang tahu soal itu..



Hanya aku dan dia



Saat ini aku berada di mansion nenek. Aku memperhatikan kedekatan nenek dengan Meina. Sungguh cocok.



Nenek menceritakan hal- hal yang menarik pada Meina.



Ya, kalian benar, semuanya tentang aku.. Hal menarik, hal keren bahkan hal memalukan.



Uh nenek aku sangat mencintai mu.



Ku lihat Meina sesekali tersenyum mendengar cerita nenek. Aku yakin pasti saat ini dia bingung dan salah tingkah karena nenek.



Aku merasakan ponsel ku bergetar. Aku mengangkat panggilan dari ayahku itu.



"Mike, kau dimana?" tanya ayah dari sebrang sana.



"Aku di mansion nenek.. Ada apa ayah? "



"Kakakmu kembali dari Spanyol.. Kemarilah.. Kau pasti merindukan nya kan? "



Deg



Dia.. Kembali? Dari perusahaan cabang ayah?



"Oh ya, bagaimana kabar ibuku? Sampai kan salam ku untuk nya "



"Kabar nenek baik.. Aku akan menyampaikan salam mu ayah"



Aku melirik Meina dan nenek yang ternyata sedari tadi memperhatikan ku menelpon.



"Baiklah ayah.. Aku akan ke rumah" kataku kemudian menutup panggilan nya.



Jika ayah meminta aku pulang, aku harus mengantar Meina kembali ke rumah nya. Aku tidak mau dia bertemu keluarga ku untuk saat ini.



"Ada apa, Mikey? " tanya nenek.


__ADS_1


"Emm.. Kak Robert kembali dari Spanyol.. Ayah memintaku pulang dan menemui nya.. Dan ya.. Aku akan mengantarmu pulang, Meina" kataku.



"Eh! Siapa yang menyuruhmu membawa menantu ku" gerutu nenek. Aku benar-benar ingin tertawa mendengar nya.



"Dia akan tinggal beberapa hari disini.. Benarkan kau mau kan? " kata nenek pada Meina sambil memasang ekspresi berharap.



"Emm.. Aku.. Emm.. Aku.. " Meina tampak berpikir. Aku yakin lagi- lagi dia merasa canggung.



"Aku mohon.. Aku kesepian disini.. Ibu dan saudari mu berdua, sedang kan aku sendiri " kata nenek.



Nenek ku benar-benar ahli merayu.. Tinggal sendiri bagaimana, pelayan saja 50 orang.. Belum lagi para penjaga.



"Emm.. Ba.. Baiklah.. Ny. Danuarga " kata Meina. Nenek menggeleng. "Tidak.. Tidak.. Panggil aku nenek.. Kalian kan akan menikah" kata nenek dengan yakin nya.



Meina melirik kearah ku. Aku memberikan isyarat untuk dia menurut saja. Dia mengangguk.



"Baiklah, aku akan pergi.. Mungkin sore atau malam ini aku akan kembali" kata ku sambil mencium kening nenek dan berlalu. Namun nenek menarik tangan ku.



"Apa kau hanya akan menciumku? " gerutu nenek. Aku mengerutkan dahi ku. Tanda tidak mengerti. Memang nya aku harus melakukan apa lagi?



"Maksud nenek? " tanya ku.



"Cium juga calon istrimu" kata nya.



Tentu saja, kalau bukan Meina siapa lagi. Aku melirik Meina yang seperti nya terkejut.




Aku pun mencium kening Meina sekilas atau aku akan kehilangan akal dan malah menghancurkan rencana ku.



Meina terkesima. "Jaga nenek ya, dia nenekku yang paling manja" kataku sambil mengusap rambut nya. Dia menatap ku dengan pandangan yang masih terpaku.



Aku pun melangkahkan kaki ku meninggalkan mereka berdua.



Semoga dia mulai mencintai ku dan rencana ku akan 2x lebih cepat untuk memiliki dia.



♡♥♡♥♡♥♡



Aku memasuki mansion kami. Ku lihat di luar tadi ada mobil sport dan ku yakin itu milik Robert. Selera nya memang selalu tinggi.. Ya seperti dia.



Ku lihat keluarga ku berkumpul di ruang keluarga. Ada ayah, ibu, Cecil dan dia.. Hmm sudah lama aku tidak melihat  pemandangan ini dimana keluarga ku berkumpul untuk berbincang dan sekedar menghabiskan waktu.



"Ah, dia sudah datang.. Kemarilah.. Mike" kata ibu. Semua pandangan tertuju pada ku. Aku juga bisa melihat  Robert menatap ku penuh arti.



"Dokter muda, bagaimana kabarmu? " tanya kakak sambil berdiri dan memeluk ku dengan erat. Aku terkejut dan aku membalas pelukan nya.



"Aku baik, bagaimana dengan mu, mana kakak ipar dan kedua keponanakan ku? " aku memberondongi nya dengan berbagai pertanyaan.



"Duduk dulu, Mike" kata ibu. Aku pun duduk berdampingan dengan Cecil.


__ADS_1


Dia tersenyum jahil pada ku.



"Mereka tidak ikut karena Carren dan Darren tidak bisa meninggalkan sekolah mereka" kata Robert.



Aku pun ber'oh ria.



"Tadi aku menelpon ibu, siapa menantu yang dia maksud, Mike? " tanya ayah.



Oh, nenek.. Dia selalu saja..



"Emm.. Dia hanya pasien ku.. Aku mengajak nya bertemu dengan nenek sebelum mengantar dia kembali ke rumah nya karena nenek menahan nya, dia terpaksa akan menginap di mansion nenek" kata ku jujur.



"Hmm.. Kenapa kau harus mengantar nya? " tanya ayah. Aku cukup bingung untuk menjawab pertanyaan yang satu itu.



"Emm.. Dia tinggal bersama dengan ibu dan saudari tiri nya yang berprilaku buruk pada nya. Dia juga memakan racun yang di berikan mereka berdua.. Kurasa tidak aman jika dia kembali ke rumah nya " jawab ku.



"Kenapa tidak lapor polisi? " tanya ayah.



"Aku masih meneliti racun nya itu ayah. Bisa jadi itu bukan perbuatan mereka berdua" kata ku.



Ok, seperti nya lebih baik sedari awal aku jadi pengacara saja dari pada menjadi dokter.



"Apa kau menyukai nya? " tanya ayah.



"Untuk suka, ya dia gadis baik-baik. Tapi kalau soal cinta.. Aku tidak yakin" kata ku.



"Hmm.. Aku hanya bertanya soal suka" kata ayah.



Skak mat! Aku berubah pikiran ku rasa aku lebih cocok jadi dokter saja.



"Kurasa lebih baik kau bersama gadis itu lalu menikah dari pada kau bermain- main dengan para jalang itu.. "



Deg



Aku melirik Robert yang tersenyum penuh kemenangan.



Sialan! Ini pasti kerjaan dia!



Menyebalkan..



Dia ingin image ku buruk di depan keluarga. Dan perlu kalian ketahui.. Pria yang membuatku jadi seperti ini adalah dia.. Robert!



Psikopat gila itu adalah Robert! Dan dia menularkan nya pada ku!



Robert sialan!!



By



__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2