PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
14


__ADS_3


***Michael***



Aku melangkahkan kaki ku menuju ruang otopsi untuk menemui dokter Mykha, dia ahli dalam mengotopsi dan mendeteksi berbagai jenis racun.



Aku mengangkat tangan ku mengetuk pintu ruangan Mykha.



"Masuk"



Aku pun membuka pintu tersebut. Ku lihat wanita itu meyayat perut mayat yang sedang dia otopsi.



Darah ku berdesir melihat  nya. Dengan cepat, aku kesana dan merobek kulit perut nya.



Mykha terkejut dan menarik tubuh ku.



"Hentikan! Kau merusak pekerjaan ku! " bentak Mykha. Aku mendorong nya. Namun dia tidak mau kalah dan balas mendorong ku.



Dia memojokkan ku ke dinding. Sesaat kami saling menatap dengan tajam. Mykha membuka masker operasi nya dan menatap ku dengan tajam.



"Kau mau ku bunuh" geram nya. Aku mendorong nya. Kemudian menepuk jas ku.



"Ada apa kau kemari? " tanya nya sinis sambil kembali mengurus mayat nya. Maksudku mayat yang dia otopsi.



"Mana hasil dari penelitian mu yang ku pesan? " tanya ku.



"Aku tidak akan memberikan jawaban nya sebelum kau meminta maaf" kata nya.



Dasar wanita! Merepotkan!



"Aku minta maaf.. Tadi aku tidak bisa mengendalikan diri apabila melihat  daging dan darah" kata ku.



"Darah mayat itu sudah berhenti mengalir" kata nya. "Iya, aku sudah minta maaf.. Jadi mana.. " kata ku.



"Baiklah, karena aku sibuk, aku akan mengatakan ini.. " dia duduk di kursi yang tersedia. Meminum kopi yang setia menemani nya.



Dia menunjuk kursi di hadapan nya meminta ku untuk duduk berhadapan dengan nya.



"Dari muntahan itu, ku temukan roti, selai kacang dan susu coklat.. Juga racun tikus" kata Mykha.



Sialan mereka meracun Meina ku dengan racun tikus, Meina kan bukan binatang! Kenapa tidak menggunakan racun manusia saja!



Oh iya, tidak ada racun manusia.



"Hmm.. Dosis nya cukup besar.. Berhati- hati lah.. Jangan sampai kekasihmu menelan racun yang sama atau dia akan tiada"



Deg


__ADS_1


Aku bahkan bisa mendengar suara detak jantung ku.



Tiada?



Meina..



"..sekarang di tubuh nya masih tersisa beberapa dosis racun yang menempel pada usus dan lambung nya "



"Kenapa kau tidak membuang semua racun nya itu dari tubuh Meina? " tanya ku mendesak.



"Itu tidak mudah, kami para pengotopsi hanya bisa menetralisir nya perlahan dengan penawar nya.. Jika sisa racun itu mengendap terlalu lama, maka akan terjadi peradangan pada pada usus dan lambung nya " kata Mykha.



Sialan! Aku harus menemui wanita jahat itu.



♡♥♡♥♡♥♡



Aku menghentikan mobil ku di pelataran rumah besar Meina. Aku tahu alamat nya dari kepala sekolah Harapan Bangsa.



Aku keluar dari mobil ku kemudian menekan bell. Lama sekali wanita itu membuka pintu!



Beberapa saat kemudian, pintu dibuka dan..



Wanita tua itu terkejut mendapati keberadaan ku yang datang secara tiba-tiba.



"Do.. Dokter Michael.. " gumam Hirma.




"Cukup berbasa- basi nya Hirma" kataku.. Dia terkejut dengan kekasaran ucapan ku.



"Kau meracuni Meina, akan ku bawa kau ke kantor polisi" kataku.



"Ah apa? " dia tampak ketakutan.



"Ti.. Tidak dokter.. Lebih baik kau masuk dulu" kata nya.



♡♥♡♥♡♥♡



Hirma tampak gugup dan ketakutan.



"Kenapa kau melakukan nya? Bukankah dia anakmu juga, meski pun dia anak tiri bagimu, kau sudah tinggal di rumah ayah nya " kata ku menyemprot nya dengan ucapan pedasku.



"Hiks hiks" tiba-tiba dia menangis.



Ok biasa, wanita selalu mengeluarkan jurus drama queen nya.



"Kenapa kau menangis? " tanya ku. "Jika saja sikap nya tidak kasar pada ku dan pada putriku, aku tidak akan melakukan ini" tangis Hirma.


__ADS_1


"Pembohong! " kataku.



"Kau sering menyiksa nya sampai dia berani kasar padamu dan pada putri mu! " kata ku diluar kendali.



Untung aku meninggalkan pisau ku di mobil.



"Ma.. Maaf kan aku.. Ku mohon jangan penjarakan aku.. Putriku Noara sangat membutuhkan ku" tangis Hirma.



"Apa aku sudah bilang kalau kau dan anak mu akan ku laporkan pada polisi? " kataku.



"Apa? Ku mohon jangan " di bertekuk lutut di hadapan ku.



"Noara sedang mengandung.. Dia masih muda.. Jangan siksa kami dengan melaporkan kami pada polisi" tangis Hirma makin menjadi -jadi.



"Baiklah, asalkan kau mau menuruti perintahku" kata ku sambil tersenyum licik.



Dia segera bangkit dan menatap ku.



"Apa? Katakan dokter.. Aku pasti mengabulkan nya " kata Hirma.



Aku tersenyum. "Bantu aku untuk memiliki Meina" kataku.



Dia tercengang. "Itu? Itu pasti akan terjadi.. Pasti akan terjadi " kata Hirma percaya diri.



Terdengar pintu di buka dari luar. Aku dan Hirma menoleh.



Gadis yang membuka pintu itu juga terkejut dengan keberadaan ku.



"Meina" gumam Hirma. Dia melirik ku sambil memberikan isyarat. Aku mengangguk.



"Kau baru pulang? Dimana Noara? " tanya Hirma.



"Dia bersama Pak Bagas" jawab Meina. Terlihat raut terkejut di wajah Hirma.



"Aku mau masuk" kata Meina kemudian berlalu tanpa menyapa ku.



Ada apa dengan dia? Kenapa dia jadi digin pada ku setelah kami janjian bertemu di  restoran Lamphion.



"Aku akan berusaha membantumu dokter Michael " kata Hirma.



Dia pun berlalu ke kamar Meina.



Apa Meina akan menjadi milikku? Entahlah.. Aku jadi ragu sekarang.. Tapi aku tidak akan mundur..



Lihat saja.. Aku akan memiliki mu..



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2