![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Meinara***
Aku terkejut dengan keberadaan dokter Mike di rumah ku. Aku tidak mengira dia akan tahu dimana rumah ku..
Aku berusaha menghindari nya karena aku takut dengan apa yang di katakan Pak Robert itu benar..
Aku bertemu dengan Pak Robert sudah 3x dan dia menceritakan semuanya.. Tentang dokter Mike.. Yang sering berganti wanita untuk menghangatkan ranjang nya.
Berapa banyak wanita yang dia pakai dan aku yakin dia pasti mengidap penyakit kelamin..
AIDS
HIV
SIFILIS
Aku takut..
Sungguh image yang buruk untuk seorang dokter baik hati dan ramah seperti dia.
Pak Robert juga bilang kalau dokter Mike tidak memiliki hati.. Tentu nya dalam arti lain..
Dia tidak tahu cinta.. Tidak memiliki perasaan.. Tidak memiliki cinta..
Lalu, untuk apa aku.. Mencintai pria yang tidak memiliki cinta?
Ya, kalian benar.. Aku mencintai dokter Mike sejak dia mencium kening ku untuk yang pertama kali nya.
Cinta ini datang tiba-tiba..
Dan..
Dia begitu baik, ramah, hangat dan peduli..
Tapi.. Setelah aku mendengar semuanya dari Pak Robert, aku jadi takut terhadap nya. Bagaimana jika aku korban selanjutnya? Atau.. Mungkin.. Ah aku tidak bisa memikirkan hal yang lebih buruk lagi.
Terdengar pintu kamar ku di ketuk. Itu pasti ibu tiriku. Aku pun bergegas membuka pintu.
Ku lihat dia menatap ku dengan tajam. "Sudah mandi?" Tanya nya. Aku menggeleng.
"Cepatlah.. Dokter Michael menunggu mu" kata ibu tiri ku.
Aku mengangguk.
Tidak mau membantah wanita tua itu, aku segera mandi dan berganti pakaian menjadi pakaian santai.
Aku menarik knop pintu kamar ingin keluar. Tapi kata-kata Pak Robert masih terngiang di telinga ku. Apa aku harus tetap menemui nya?
__ADS_1
Sebelum aku membuka pintu, pintu itu lebih dulu terbuka hingga dahiku berbenturan dengan pintu.
"Ah? Meina? " ternyata ibu. Dia segera melihat dahi ku.
"Maaf.. Aku tidak tahu kau akan membuka pintu " kata nya. Baru kali ini dia secemas itu melihat ku terluka. Padahal belakangan ini dia sering menyiksa ku.
Aku jadi curiga.. Jangan -jangan.. Dia.. Dia menjual ku pada pak dokter!
Tidak!
Awas saja kau wanita tua!
Dia mengusap dahi ku.
"Jangan berlebihan.. Aku tidak apa-apa " kataku. Dia menatap ku tajam dan sinis.
"Kau tidak tahu di untung ya.. Aku jahat kau berontak.. Aku baik kau marah! Mau mu apa huh! " bentak nya.
Aku menutup kedua telinga ku kemudian aku berkata, "Aku tidak butuh dirimu" kata ku.
Dia menarik tangan ku membawaku keluar dari kamar.
"Dokter Michael sudah menunggu mu, apa kau bisa lebih cepat huh! " gerutu ibu.
"Maaf lama, biasa lah.. Wanita selalu bersiap- siap lebih lama" kata ibu sambil tersenyum kikuk.
Apa? Dia meledekku? Aku memang seorang gadis.. Tapi bukan berarti aku lama merias diri! Aku bahkan tidak memakai lipstik.
Ku lihat dokter Mike tersenyum hangat. "Tidak masalah.. Aku akan selalu menunggu nya " kata nya.
Hmm.. Jujur aku takut dengan kalimat yang dia ucapkan barusan.
"Baiklah.. Aku pergi dulu ya" kata ibu Hirma sambil berlalu meninggalkan kami berdua.
Aku duduk berhadapan dengan dokter Mike. Aku tidak berani menatap nya sedikit pun. Aku terus menunduk.
"Apa yang kau cari di lantai Meina? Aku ada disini " kata nya.
Aku masih tidak mau mendongkak. Aku takut.. Dia.. Dia kan psikopat.
Tiba-tiba dia beranjak dari duduk nya dan duduk di samping ku.
Aku terkejut dan seketika menatap nya. Dia tersenyum tampan.. Sangat tampan.
Aku yakin kedua pipi ku sudah memerah karena aku bisa merasakan panas di kedua pipi ku.
__ADS_1
"Akhirnya kau melihat ku juga" kata nya. Aku tersenyum kikuk.
"Kenapa kau jadi malu- malu begini? " tanya nya.
Malu? Apa begitu jelas terlihat di wajahku?
"Ngg tidak.. Aku hanya.. "
Dia menatap ku.. Ah aku tidak bisa.. Aku kembali mengalihkan pandangan ku kearah lain.
"Katakan saja, Minny"
Aku kembali menatap nya.. Itu nama panggilan sayang nenek Marine untuk ku.
"Nenek sangat merindukanmu, setiap hari dia menanyakan mu.. 2 minggu ini kau kemana? Tanpa kabar.. WhatsApp ku tidak kau balas.. Kau marah pada ku? " tanya dokter Mike dengan ekspresi sedih.
Tidak, jangan memperlihatkan ekspresi seperti itu..
"Emm.. Aku.. Aku hanya fokus belajar untuk Ujian Tengah Semester ku" kataku berbohong.
"Kupikir ujian tersebut sudah selesai minggu pertama di bulan ini" kata dokter Mike.
Ah, jadi dia tahu..
"Emm.. Iya, tapi ada beberapa pelajaran yang nilai nya kurang, jadi aku harus melakukan remidial.
"Baiklah.. Besok libur kan? Ayo temui nenek ku.. Dia sangat merindukan mu" kata dokter Mike.
Skakmat!
"Emm.. Ba.. Baiklah.." kataku karena aku tidak punya alasan lagi untuk menolak permintaan nya.
"Bawa perlengkapan mu karena kau akan menginap" kata dokter Mike.
"Emm.. A.. Apa? " aku terkejut. Ku pikir dia hanya akan menyuruhku untuk menjenguk nenek, bukan menginap di mansion nya.
"Apa kau tidak mau menginap?" tanya nya dengan ekspresi sedih.
Oh! Aku benci ekspresi itu!
"Baiklah, dok.. Aku akan bersiap" kataku kemudian berlalu.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah