![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
Meina sedang berbicara dengan Hirma dan Noara. Mereka melepas kerinduan setelah beberapa hari bahkan minggu tidak bertemu.
"Kami tidak mengira kau akan menikah dengan Dr. Mike, tiba-tiba kami mendapat undangan atas nama mu dan dia" kata Hirma.
"Iya, ini begitu mendadak" jawab Meina pelan. "Jika kau tidak mau, kenapa kau menyetujui nya? " tanya Noara.
"Tn. Danuarga yang memarahi Dr. Michael untuk menikahi ku karena mungkin waktu aku mengalami pendarahan, dia mengaku kepada dokter yang menangani ku kalau dia suami ku.. Aku tidak bisa menolak lagi " jawab Meina.
"Kau harus bisa menjaga dirimu dan harus bisa mengerti jalan pikiran Dr.. Mike " kata Noara. Meina mengangguk.
"Ehm"
Mereka bertiga menoleh ternyata Cecil. "Emm.. Semua tamu undangan sudah kembali" kata Cecil dengan senyuman ramah nya walau berbanding terbalik dengan ucapan nya.
"Baiklah, selamat malam.. Dan sampai jumpa" kata Noara sambil memeluk Meina.
"Kami akan pulang, sampai jumpa" kata Hirma pada Cecil. Cecil mengangguk. Mereka berdua pun pergi. Kini tinggal diri nya dengan Meina.
"Hebat sekali kau bisa keluar dari ruangan rias itu " kata Cecil.
"Aku tahu itu perbuatanmu, aku masih tidak mengerti, kenapa kau begitu membenciku? Padahal pertengkaran Mike dengan pak Robert sudah lama berlalu " kata Meina.
"Itu karena aku cemburu!! " teriak Cecil.
Meina mengerutkan dahinya. "Cemburu? Pada kakak mu sendiri? " tanya Meina tidak percaya.
"Iya! Aku mencintai Kak Mike sejak lama! Tapi dia malah menikah dengan gadis kecil seperti mu! " teriak Cecil.
"Ku harap kakakmu mendengar nya " kata Meina dengan pandangan tertuju ke arah tangga. Dimana Michael berdiri dengan tatapan terkejut.
Cecil terbelalak kemudian berbalik menatap Michael. Cecil segera berpikir. Memikirkan alasan yang tepat.
Michael menuruni tangga menghampiri kedua gadis yang sedang berseteru itu.
Michael menatap Cecil. "Apa maksudmu, Cecil? Kau mencintai ku? "
Deg
Cecil menggeleng. Meina tersenyum penuh kemenangan. Tidak sia- sia dia diam tidak melawan Cecil yang keras kepala dan selalu menyalahkan nya walau dia tidak salah.
__ADS_1
"Emm.. Kakak.. Kakak tahu kan aku sangat mencintai mu, selama ini tidak pernah ada wanita lain di samping kakak selain aku, tapi sekarang ada dia.. Aku cemburu sebagai adikmu.. Dia kan orang lain dan aku adik kandung mu" gerutu Cecil.
Michael tertawa. "Meina dan kamu berbeda, sweety.. Kamu adikku, dia istriku.. Tapi aku sayang kalian berdua" kata Michael sambil merangkul Meina dan Cecil.
Cecil menatap tajam kearah Meina. Meina tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Cecil.
Cecil melepaskan pelukan Michael. Dia menatap Michael dengan kesal.
"Tapi aku melihat kakak sangat mencintai dia" gerutu Cecil.
"Tentu saja, dia cinta ku.. Cintaku berasal dari hatiku.. Cinta seorang laki-laki pada perempuan" kata Michael sambil menatap Meina. Meina menatap Michael juga.
Cecil muak melihat itu. "Jadi kakak sangat mencintai dia" kata Cecil dengan ekspresi sedih.
Michael tertawa.
"Kalau aku meminta kakak untuk memilih salah satu, kakak akan memilih yang mana? " tanya Cecil.
"Tentu saja, dirimu" jawab Michael sambil memeluk Cecil lagi.
"Aku sayang kakak" Cecil memeluk Michael dengan erat. Meina melihat kemesraan antar adik dan kakak itu malah seperti kemesaraan antara lelaki dan perempuan. Tapi dia tidak peduli.
Michael merangkul Meina. "Apa kau tidak berniat untuk memasuki kamar? " tanya Michael.
"Aku akan menyusul" kata Meina kemudian berlalu ke kamar mandi. Dia tahu di kamar mereka juga ada kamar mandi, tapi dia tidak mau mandi di kamar nya. Dia tahu kalau Michael akan macam- macam pada nya.
Meina menggunakan kamar mandi di dekat kamar tamu. Setelah itu, dia berganti pakaian dengan piyama. Tiba-tiba dia meringis saat kaki nya menyentuh piyama nya. Ada luka goresan disana.
Meina menarik knop pintu. Namun pintu nya terkunci dari luar. Dia yakin itu perbuatan Cecil. Dia melihat ada jendela menuju halaman samping.
Meina membuka jendela itu. Dia melihat keluar dan itu cukup tinggi. Dia tidak mungkin datang terlambat ke pelaminan atau dia akan di permalukan Cecil.
Dia tidak mau di bully calon adik ipar nya itu. Meina menaiki jendela kemudian melompat dan kaki nya tergores tanaman- tanaman yang berada di bawah jendela.
Meina sempat meringis. Namun dia segera pergi menuju pelaminan di pelataran mansion.
Meina keluar dari kamar mandi menuju kamar pengantin. Meina berdiri sejenak di depan pintu. Dia menghela napas berat.
Namun dengan gontai, dia menarik knop pintu. Objek yang pertama dia lihat adalah rajang berhiaskan berbagai jenis bunga. Tercium aroma wangi yang menguak di ruangan itu.
__ADS_1
Meina melangkahkan kaki nya, namun tiba-tiba pintu kamar tertutup. Meina berbalik karena terkejut. Ternyata Michael yang menutup pintu.
Dia hanya mengenakan kemeja putih dengan kedua kancing teratas terbuka dan kedua lengan panjang nya terlipat. Dia juga mengenakan boxer putih.
Meina terpundur. Dia mulai berpikir negatif. Michael tersenyum mesum.
"Kenapa kau begitu takut sayang? Aku suami mu" kata Michael. Meina terduduk ke ranjang. Dia masih menatap takut pada Michael.
Kini Michael berdiri tepat di depan nya. Meina tertunduk. Dia berusaha mengatasi kegugupan nya.
Michael tertekuk di depan Meina. Dia menyentuh kaki Meina.
"Kenapa dengan kaki mu sayang? " tanya Michael.
"Hanya sedikit tergores" jawab Meina cepat. "Aku harus mengobati nya " kata Michael. Tapi Meina menahan kedua pundak Michael.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja"
Michael menatap Meina. Dia beranjak mengambil kotak P3K kemudian mengobati luka- luka itu.
"Awhh" ringis Meina. "Maaf.. " kata Michael.
Meina menatap ketelatenan Michael. Pipi nya merona merah. Apa dia menyukai Michael lagi?
Michael mendongkak. Meina segera mengalihkan pandangannya. Michael tersenyum karena dia memergoki Meina memperhatikan nya.
"Apa kau tidak mau tidur? " tanya Michael. "Bagaimana jika.. " Meina tidak melanjutkan kata-kata nya.
"Jika apa? " tanya Michael penuh selidik. "Jika.. Tiba-tiba kau melakukan hal buruk pada ku saat tidur" gerutu Meina.
Michael tersenyum. "Aku berjanji itu tidak akan terjadi " kata Michael sambil melelapkan tubuh nya ke ranjang. Meina tampak berpikir kemudian dia melelapkan tubuh nya di samping Michael. Membelakangi Michael.
"Berbalik lah" kata Michael. Meina tidak merespon. Michael pun memeluk perut rata Meina dan menyimpan dagu nya di ceruk leher Meina.
"Selamat malam.. Sayang "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah