PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
17


__ADS_3


Michael mengajak Meina ke sebuah restoran. Dia ingin menikmati waktu bersama Meina.



Meina tidak menolak. Dia senang karena pria yang sangat dia sukai mengajak nya makan di restoran. Ya, meski dia juga sering berpikir buruk tentang Michael.



Mereka memakan makanan yang sudah mereka pesan. Meina mengiris steak sapi pesanan nya. Namun dia teringat sesuatu.



Dia menatap pisau yang dia gunakan untuk mengiris steak.



"Dia tidak akan tahan jika melihat  luka atau darah.. Dia akan mencabik atau meminum darah itu.. Dia bukan draculla, tapi dia suka anyir darah.. Dia bukan predator, tapi dia buas.. Jika kau tidak percaya, buktikan dengan akalmu sendiri "



Ucapan Robert terngiang begitu saja di telinga nya. Robert benar, dia harus memikirkan cara untuk mengetahui apakah Michael itu psikopat, atau bukan.



"Minny? "



Meina terhenyak dan menatap Michael. "Iya, kak? " tanya Meina.



"Kenapa kau tidak memakan nya, sayang? Apa tidak enak? Aku akan memesan makanan baru untuk mu" kata Michael.



Ini kedua kalinya Michael memanggil sayang kepada Meina.



Dan lagi -lagi Meina tersipu malu terbukti kedua pipi nya merona.



"Tidak, kak. Ini lezat sekali " kata Meina sambil menyuapkan steak ke mulut nya.



Michael kembali memakan makanan nya. Meina melihat  kesempatan saat Michael lengah. Dia mengiris sedikit jari telunjuk nya.



"Awhhh" ringis Meina. Michael terhenyak. Dia menatap luka itu.



Darah Meina mengalir menetes jatuh ke steak yang berada diatas piring..



Darah Michael berdesir melihat  darah itu.. Mendadak dia merasa haus kekerasan yang  belakangan ini tidak dia lakoni..



Michael beranjak dari duduk nya dan menghampiri Meina kemudian dia menarik tangan Meina dan menyedot darah itu.



Meina tercengang melihat  itu..



Robert benar..



Michael benar-benar seorang psikopat..



Meina kecewa.



Perlahan tangan Meina membelai lembut kepala Michael.



Michael berhenti menyedot darah Meina. Dia mendongkak menatap Meina.



"Aku tidak apa-apa, kak Mike" kata Meina sambil berusaha tersenyum manis.



Michael mengangguk. Dia kembali duduk.



Meina menatap Michael.

__ADS_1



"Kenapa kakak menyedot darah ku? " tanya Meina.



Deg



Michael menatap Meina. Sejenak mereka saling menatap.



"Bisa saja pisau itu mengandung zat tertentu yang bisa membuat luka mu jadi infeksi" jawaban logis sekaligus ilmiah itu terlontar dari bibir Michael.



Mereka saling terdiam. Namun dalam hati, mereka berkutat memikirkan pikiran masing-masing.



"Dia.. Benar-benar seorang psikopat.. Padahal aku begitu menyukai nya.. " Meina membatin.



"Apa dia mulai mencurigaku? Jangan sampai dia tahu kalau aku seorang psikopat " pikir Michael.



"Aku tidak bisa melanjutkan perasaan ini"



"Atau rencana ku akan gagal"



"Cinta ini tidak ada guna nya "



"Karena aku akan tetap memiliki dia.. Dengan atau tanpa kemauan nya "



"Aku tidak bisa.. Tidak bisa melupakan mu, kau begitu sempurna untuk ku"



"Dan kau yang tersempurna untuk ku"



Mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing.




"Apa kakak.. Baik-baik saja? " tanya Meina memecahkan kesunyian yang sempat terjadi diantara mereka.



Michael mengangguk.



"Kakak ingin mengatakan sesuatu? " tanya Meina.



"Aku.. " Michael tampak berpikir mencari kata-kata yang pantas untuk di jadikan bahan pembicaraan.



"Seorang.... Psikopat? " Meina melanjutkan ucapan Michael.



Deg



Michael menatap Meina.



"Siapa bilang? " tanya Michael cepat.



"Entahlah.. Aku.. Hanya merasa begitu " jawab Meina pelan sambil menunduk. Air mata nya mengeblurkan pandangan Meina.



Entah kenapa belakangan ini dia jadi gadis cengeng yang mudah menangis meski karena urusan perasaan. Padahal dia tidak pernah mengutamakan perasaan nya.



"Itu benar"


__ADS_1


Deg



Meina mendongkak menatap Michael. Padahal dia berharap Michael akan menyangkal dugaan nya. Namun Michael malah mengatakan yang sebenarnya.



"Kau takut? " tanya Michael.



Meina menunduk. "Apa.. Kakak akan menyakiti ku juga?" tanya Meina pelan.



"Tidak "



"Kenapa? " tanya Meina.



"Karena aku mencintai mu"



Deg



Deg



Deg



Hening



Cinta?



Itu juga



"Ku harap kita akan seperti biasanya meski kau tahu yang sebenarnya " sambung Michael.



Meina tertunduk. Tapi dia tidak mau mengambil resiko dengan mencintai Michael dan hidup dengan psikopat tampan itu.



"Bagaimana Meina? " tanya Michael.



"Selama kau tidak menyakiti ku, kak Michael " jawab Meina.



Jawaban dusta itu terucap begitu saja. Ya, Meina menjawab begitu karena dia tahu untuk saat ini dia tidak bisa lari dari Michael.



Hanya dengan jawaban dusta itu, Meina bisa lepas dan kabur dari hidup Michael saat Michael lengah.



Michael tersenyum bahagia. Itu artinya Meina menerima dia apa adanya. Tinggal menyiapkan benda- benda romantis untuk melamar Meina.



Michael tidak akan menikahi Meina yang masih SMA. Dia akan menunggu Meina  dan membebaskan Meina jika Meina ingin kuliah bahkan bekerja.



Michael tersenyum bahagia. Meina yang melihat  itu merasa bersalah.



"Maaf, sayang.. Aku tidak akan mengorbankan hidup ku untuk cinta ku"



♡♥♡♥♡♥♡





By


__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2