PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
58


__ADS_3


Meina sedang menenangkan Meisa yang sedang meringis kesakitan. Saat ini Meisa sedang mengalami sakit gigi.



"Makanya setelah makan yang manis-manis, kamu harus gosok gigi" kata Meina dengan logat bahasa Indonesia nya.



"Sakit mama" gerutu Meisa.



"Ya sudah, mama panggil papa dulu ya" kata Meina kemudian berlalu.



Meisa meringis kesakitan. Dia mengambil boneka panda nya yang besar. Bahkan lebih besar di banding ukuran tubuh nya.



"Refa.. Aku sakit.. Jenguk aku.. Kamu kan pacar aku" kata Meisa dengan logat Indonesia nya.



Ya, panda itu pemberian dari Refa waktu ulang tahun nya yang ke-5.



Michael dan Meina memasuki kamar mereka. Michael membawa beberapa alat medis nya.



"Mana yang sakit? " tanya Michael sambil mencubit pipi Meisa.



"Tidak mau"



Michael tertawa melihat betapa manja nya putri tersayang nya itu.



"Ayo.. Papa mau lihat.. Katanya mau papa obati" kata Michael.



"Tidak mau, aku mau Refa"



Michael dan Meina saling pandang.



"Refa? " tanya Meina.



"Iya, Refa kan pacar aku"



Meina dan Michael saling pandang kemudian tertawa.



"Tapi mungkin saja, pacar mu itu sudah tertidur, sayang. Besok kamu bisa menemui nya. Sekarang kamu di periksa papa dulu ya" bujuk Meina.



Meisa mengangguk semangat.



"Buka mulut nya.. Aaaaa" kata Michael sambil menginstruksi kan pada Meisa.



Meisa pun membuka mulut nya dengan lebar.



Michael menyorot mulut Meisa dengan senter dan kedua manik abu-abu nya bergerak ke kiri dan ke kanan untuk melihat  apa yang menyebabkan gigi putri nya terasa sakit.



"Aku bukan dokter gigi, tapi mungkin saja gigi Meisa akan copot dan berganti dengan gigi seri" kata Michael.



"Wah, kamu cepat besar ya" kata Meina sambil memeluk erat Meisa.



Meisa tertawa dengan sikap ibu nya yang kadang lebih manja dari dia. Michael tertawa



"Sekarang minum obat ini ya, dan cepat tidur" kata Michael. Meisa menurut.



"Baiklah gadis -gadis ku, sekarang sudah malam. Ayo tidur" kata Michael sambil merebahkan tubuh nya. Meina juga.



Michael dan Meina memeluk Meisa yang tertidur di antara mereka.


__ADS_1


"Mama.. " kata Meisa.



"Ya, sayang? " tanya Meina.



"Apa Mama mencintai papa? "



Hening.



"Iya, tentu saja.. Maka nya kamu lahir" kata Meina sambil mencubit pipi Meisa.



Michael tersenyum geli melihat  kemesraan antara Meisa dan Meina yang terlihat seperti adik kakak itu.



"Jadi, kalau aku dan Refa saling mencintai, akan lahir seseorang ya? "



"Itu benar, tapi kalian harus menikah dulu sebelum itu " kata Meina.



"Menikah? "



"Iya, agar hubungan kalian di restui mama papa, kakek pastur dan Tuhan"



"Aku mau menikah" kata Meisa sambil bertepuk tangan.



"Sudah -sudah, besok kan kita mau liburan, sekarang tidur ya, menikah nya nanti saja" kata Michael.



Mereka pun tertidur dalam kehangatan.



♡♥♡♥♡♥♡



Keesokan hari nya, keluarga Danuarga sudah bersiap-siap untuk berlibur ke Indonesia.




Meina menghampiri Meisa. "Sayang, kenapa sedih? Kita kan mau liburan ke Indonesia negara kelahiran mama dan papa" kata Meina sambil membelai lembut kepala putri nya.



Meisa menatap sayu Meina. "Jadi, Meisa harus meninggalkan Refa? "



Kedua alis Meina terangkat. Dia menggendong Meisa. "Kita akan kembali sayang, kita tidak akan lama di Indonesia "



Meisa memeluk tengkuk Meina. "Janji? "



"Mama janji" kata Meina kemudian mencium pipi Meina.



Michael menutup pintu bagasi mobil.



"Sayang, kita akan berangkat" kata Michael.



Meina membawa Meisa ke dalam mobil. Michael yang menyetir. Dia kembali ke Indonesia tanpa pelayan atau pun pengawal.



"Mama.. Papa.. Aku mau pamit dulu pada Refa" kata Meisa.



Michael dan Meina saling pandang. Meina mengangguk. Meisa pun keluar dari mobil lalu pergi ke mansion Smith.



"Refa? "



Tidak ada jawaban.



"Refa? "


__ADS_1


Masih tidak ada jawaban.



"Refa? "



Hening



Meisa terlihat sedih. Dia berbalik dan melangkah kan kaki nya menjauhi mansion Smith.



"Meisa"



Langkah Meisa terhenti dan dia berbalik melihat  Refa berdiri disana.



Meisa berlari memeluk Refa. "Aku akan berlibur ke Indonesia cukup lama, jangan lupakan aku yaaa"



Refa membalas pelukan Meisa. "Iya,  tentu saja aku tidak akan melupakan mu"



Mereka saling menatap manik abu-abu itu menatap manik coklat terang yang bulat.



"Aku pergi" Meisa mencium pipi Refa kemudian berlari pergi.



Refa terkejut dan memegang pipi nya yang chubby.



"Meisa"



♡♥♡♥♡♥♡



Selama di perjalanan, Meina memotret kebersamaan Michael dan Meisa dengan ponsel nya. Kadang dia tertawa melihat  kekonyolan ayah dan anak itu.



"Meina, jangan memotret kami terus, kita potret bersama ya" kata Michael.



"Ku tidak mau.. Kalian saja" bantah Meina.



"Jika aku dan Meisa yang berfoto dan ku posting ke medsos, yang ada para netizen mengira aku ini duda satu anak" kata Michael.



Meina tertawa. "Biarkan saja" Meina memakan apel merah nya dan tepat saat itu juga Michael memotret Meina.



"Ah hapus foto itu, ahhh" gerutu Meina. Michael tertawa.



"Kau tidak pernah berfoto dengan ku, jadi apa salah nya aku menyimpan foto istri ku sendiri "



"Tapi... "



"Tidak apa-apa.. Kau terlihat manis" kata Michael sambil memperlihatkan hasil. Jepretan nya.



"Ya baiklah terserah kau"



Mereka sampai di penerbangan jet pribadi milik para pengusaha yang memiliki jet. Termasuk keluarga Danuarga.



Jet yang merek tumpangi pun meluncur meninggalkan New York menuju Indonesia.



♡♥♡♥♡♥♡






By


Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2