![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
Beberapa hari Meina tinggal di mansion pribadi milik Michael. Setelah dia merasa lebih baik, dia kembali ke rumah nya.
Dia terkejut melihat keadaan rumah nya berubah. Barang-barang lama keluarga nya sudah tidak ada di tempat semula.
Kini barang-barang asing yang ada di sana. Meina mengepalkan kedua tangannya.
"Ibu tiri!!! " teriak nya. Noara yang memakai kursi roda memasuki ruang tengah dan melihat Meina marah menatap diri nya dengan begitu kesal.
"Kenapa kau berteriak, Meina! " bentak Noara.
"Kenapa semua barang peninggalan orang tua ku tidak ada pada tempat nya! Apa yang kalian lakukan dengan barang-barang ku! " bentak Meina.
"Itu barang lama yang sudah kuno, jadi di ganti dengan barang modern! " gerutu Noara.
"Hei! Barang-barang itu lebih mahal dari barang-barang ini" kata Meina sambil melempar sebuah lukisan.
Prang..
Hirma datang karena mendengar keributan.
"Asataga, Meina apa yang kau lakukan! Itu barang baru ku! " bentak Hirma.
"Siapa peduli! Dan mana barangku? " tanya Meina.
"Karena sudah tidak berguna, jadi aku jual"
"Apa! "
Hirma tersenyum jahat penuh kemenangan.
"Rasakan! " maki Noara.
Meina menatap Noara dengan tajam.
"Apa yang terjadi dengan mu? Kenapa kau memakai kursi roda? Kau struk? " tanya Meina.
Noara dan Hirma saling delik.
"Huh.. Aku tidak peduli" kata Meina kemudian menaiki tangga menuju kamar nya.
"Ibu, jangan sampai dia tahu soal itu " kata Noara. Hirma mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
Keesokan hari nya, Meina pergi ke sekolah untuk pertama kali nya setelah kejadian pengeroyokan teman-teman Noara di WC.
Dia berpikir apakah Michael benar-benar mencincang tubuh keempat teman sekelas nya itu?
Meina tidak peduli meski mereka mati, tapi jika Michael benar-benar sekejam itu, Meina juga harus waspada.
Apa Michael sekejam itu?
Meina memasuki kelas nya dan berpapasan dengan Ardhan.
"Hai, apa kabar? " sapa Ardhan.
Meina tersenyum. "Aku baik.. Kemarin aku sempat drop"
"Syukurlah.. Ayo masuk" kata Ardhan.
Meina mengangguk.
__ADS_1
"Kalung yang bagus" kata Ardhan.
"Terimakasih " jawab Meina sambil tersenyum.
Ardhan tersenyum. "Dari Dokter Michael? "
Deg
Bagaimana bisa Ardhan tahu?
"Ke.. Kenapa kau tahu? " bisik Meina. "Semua orang tahu kau kekasih nya dokter Michael" jawab Ardhan sambil mengalihkan pandangannya.
"Apa? Bagaimana bisa" gumam Meina.
"Noara yang memberitahu kami" jawab Ardhan. Meina menautkan alisnya.
Seharusnya dari awal dia menebak nya.
"Kenapa Noara memakai kursi roda? " tanya Meina.
"Ku pikir kau sebagai saudari nya tahu" kata Ardhan.
Meina mendelik kesal pada Ardhan.
"Hehe maaf.. Aku becanda.. Ku dengar dia terjatuh dari tangga" kata Ardhan.
Meina tampak berpikir.
Tiba-tiba, Ardhan memegang tangan Meina. Meina terkejut dan menatap Ardhan.
"Jujur, mendengar berita bahwa kau dekat dengan dokter Michael, aku sedih.. Aku menyukai mu sejak lama.. Dan aku tahu kalau kau tahu itu " kata Ardhan.
Tanpa mereka sadari, ada pihak ketiga yang mendengar percakapan mereka.
Meina masih menatap Ardhan.
"Apa aku terlambat? " tanya Ardhan.
"Maaf, Ardhan .. Bukan masalah terlambat atau tidak nya.. Tapi aku mencintai orang lain" kata Meina pelan.
Ardhan terlihat kecewa.
Michael di sebrang sana terkejut. Siapa pria yang berani mencuri hati Meina nya?!
"Aku yakin itu dokter Michael " kata Ardhan.
Meina tersenyum. "Itu benar"
Deg
Ardhan terhenyak
Bahkan Michael yang mendengar sendiri ucapan Meina lebih dari tercengang.
Meina mencintai nya?
Oh dia bahagia sekali. Meski pun Meina tidak pernah mau mengakui nya, tapi setidaknya cinta mereka tidak bertepuk sebelah tangan.
"Tapi.. Soal berita itu tidak benar, aku dan kak Mike tidak berpacaran.. Kak Mike menganggap ku sebagai adik.. Dan aku yakin dia tidak mungkin menyukai gadis yang masih remaja seperti ku" kata Meina.
Michael menautkan alisnya.
"Jadi aku masih memiliki kesempatan untuk memiliki mu? " tanya Ardhan.
__ADS_1
Michael menggeleng.
"Entahlah, Ardhan, aku menganggapmu sebagai teman ku.. Dan menjadi seorang teman tidak akan ada batas nya " kata Meina.
Ardhan tersenyum kemudian memeluk Meina. Meina terkejut.
Michael sangat marah, sehingga dia menggebrak meja di ruang kerja nya.
♡♥♡♥♡♥♡
Hari terus berlalu..
Meina tidak bertemu lagi dengan Michael. Meina tidak mau menemui Michael. Dia takut, bisa saja Michael dengan tiba-tiba menerkam nya dan mencincang nya.
Dan Michael benar-benar sangat merindukan Meina. Dia tersiksa dengan perpisahan tanpa sebab itu. Dia ingin menemui Meina.
Tapi dia tahu Meina tidak akan mau menerima nya. Meina tidak akan mau menerima cinta nya, sekalipun Meina juga mencintai diri nya.
Tapi, rencana Michael tidak akan berhenti disana. Michael akan membuat rencana baru..
Hari ini Michael menemui Meina di sebuah taman. Saat itu Meina sedang membaca buku novel dan tentu nya Michael mengetahui lokasi Meina dari gps yang juga di pasang di liontin milik Meina.
Meina terkejut dengan keberadaan Michael.
"Meina.. "
"Kak Mike"
"Meina "
Michael bertekuk lutut di hadapan Meina. Meina berjongkok dan meminta Michael untuk berdiri.
"Berdiri lah Meina " kata Michael.
Meina pun menurut karena dia tahu Michael benar-benar pria yang keras kepala.
Semua orang yang lewat memperhatikan mereka berdua. Bahkan banyak yang berkerumun.
"Meina, mau kah kau menjadi kekasihku? " tanya Michael sambil membuka kotak merah beludru berisikan cincin permata yang indah.
"Wahh.. Terima.. Terima" kata orang -orang yang berkerumun.
Meina bingung. Dia tidak mau menyakiti perasaan Michael. Dalam hati dia begitu bahagia karena Michael serius mencintai nya.
Tapi dia takut pada Michael sekali pun Michael berjanji tidak akan pernah menyakiti nya.
"Terima.. Terima"
Meina memegang kedua tangan Michael.
"Maaf.. Ini bukan saat yang tepat.. Untuk saat ini, kita menjadi adik kakak saja ya.. Mungkin suatu hari nanti, kita bisa bersama" kata Meina.
"Ooowwwhhh" desah orang -orang yang melihat itu.
Michael terlihat sedih.
"Maaf.. " Meina berlalu.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1