![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Michael***
Aku membuka kedua kelopak mataku. Objek pertama yang ku lihat adalah Meina yang masih terlelap di pelukan ku. Wajah nya begitu tenang. Tidak seperti semalam. Dia berteriak dan meringis.
Entah kenapa, padahal aku melakukan nya dengan lembut dan pelan. Aku mencium leher nya kemudian beranjak dari ranjang.
Aku terkejut melihat darah di paha ku.
Bukan.. Bukan..
Ini bukan darah ku, ini darah Meina. Vaginismus.. Gejala sialan itu!
Aku mengambil tisu dan membuka lebar paha Meina. Dengan pelan-pelan, aku mengelap darah- darah itu dari paha dan ****** nya.
Meina bergerak dan dia pun terhenyak dengan apa yang ku lakukan. Dia segera menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
"Jangan.. Jangan.. " kata nya dengan tubuh gemetar.
"Meina, aku hanya membersihkan darah dari selangkangan mu.. Itu saja" kata ku menghibur nya.
"Tidak! Aku tidak mau!! " teriak nya histeris. Ok aku memang tidak pantas di bilang mencintai Meina karena apa yang ku lakukan selalu menyakiti nya.
"Maaf Meina.. Seandainya semalam kau tidak terus berontak, mungkin gejala ini tidak akan terjadi lagi" kata ku.
"Ini salah mu! Kau selalu minta maaf dan nanti kau akan mengulangi nya lagi.. Kau tidak mengerti dan tidak bisa merasakan jadi aku! " teriak nya.
"Lalu apa mau mu? " tanya ku yang masih berusaha menahan amarah ku.
"Aku mau kau jangan menyentuhku lagi, jangan sakiti aku lagi" kata Meina.
Deg
Aku benar-benar sangat kesal dengan permintaan nya yang merugikan ku. Lihat saja, gadis angkuh.. Kau akan mencintai ku lagi seperti dulu!
"Baik.. " kataku kemudian berlalu keluar dari kamar. Aku masih berdiri mematung membelakangi pintu kamar.
Sial! Kenapa berakhir seperti ini. Ku kira setelah memiliki Meina, semuanya akan lebih mudah.
Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga. Aku menoleh ternyata Mykha.
"Dimana kekasihmu? " tanya nya tanpa basa-basi.
"Ada di kamar" jawab ku.
"Kamarmu? "
Aku mengangguk.
"Jangan bilang kau menyentuh nya semalam! " selidik Mykha sambil menatap curiga pada ku.
"Aku menyentuh nya " kataku.
Mykha terbelalak. "Aku sudah memperingatkanmu" kata nya kemudian memasuki kamar ku.
__ADS_1
Aku pun kembali masuk. Meina terkejut dan segera menutupi seluruh tubuh nya.
"Hai, Meina" sapa Mykha kemudian duduk di tepi ranjang. Meina melirik ku.
"Hai" jawab Meina pelan. "Aku kemari untuk mengobatimu" kata Mykha.
Meina menatap Mykha. "Ya, aku seorang dokter " kata Mykha.
Mykha melirik kearahku. "Apa kau bisa memberikan kami privasi? "
Aku mendengus kesal kemudian berlalu.
Selesai dengan sarapan ku, aku membenarkan dasi ku.
Menyebalkan!
Ayahku memaksaku untuk menangani perusahaan nya. Padahal dia tahu aku ini seorang dokter. Bukan pengusaha seperti si Robert.
"Emma.. Setelah aku pergi ke kantor, antarkan sarapan untuk Meina " kataku pada pelayan andalan ku. Emma mengangguk.
Aku pun berlalu keluar menuju mobil ku. Selama di perjalanan, aku mengingat Meina. Semalam dia tidak berontak tapi dia masih terlihat kesakitan jika ku sentuh.
Vaginismus..
Ya, gejala itu..
Sesampai nya di kantor, aku memasuki ruangan ku. Sekretaris ayahku Jessica menghampiri ku. Oh dia memakai pakaian yang tidak pantas di pakai di kantor.
Ku pecat saja dia..
Tapi aku tidak mau karena menjadi dokter lebih menyenangkan bisa melihat darah dan orang -orang yang kesakitan walau tidak setiap hari.
"Pak? "
Aku menoleh kearah Jessica. Dia tersenyum menggoda.
"Ada apa? " tanya ku.
"Apa boleh saya membacakan agenda yang akan kita lakukan hari ini? " tanya Jessica.
Aku mengangguk.
Dia membacakan agenda nya. Sesekali dia melirik ku melihat reaksi ku.
Sungguh penggoda yang baik.
Selesai membaca agenda hari ini, dia menghampiri ku dan menyentuh pundak ku. Aku mengerutkan dahi ku. Berani sekali dia!
"Jessica.. Jaga sikap mu" kataku penuh penekanan.
Dia tersenyum. "Aku tahu semuanya, Pak Mike.. Tentang kau dan.. Ya.. Yang penting semuanya.. " kata Jessica.
Aku menautkan alisku
__ADS_1
"Pak Robert yang memberitahuku.. Aku tidak keberatan kau menghabisi ku, tapi aku ingin kau menikmati tubuhku, maka aku akan sangat terhormat" kata nya.
Jalang sejati
Aku tersenyum mengejek. "Apa kau punya penyakit kelamin? Sampai -sampai Robert mengirim mu untuk menyerahkan tubuhmu itu pada ku" kata ku.
"Tidak.. Kau seorang dokter.. Kau bisa memeriksa ku" kata nya sambil membuka kancing jas nya.
Tidak
Tidak bisa ku tolak
♡♥♡♥♡♥♡
Aku pulang ke mansion ku. Aku membawa Jessica ke mansion. Ya, aku ingin memanas-manasi Meina. Aku tahu dia mencintai ku! Meina mencintai ku!
Mobil ku terhenti di depan mansion ku. Emma dan pelayan lain nya menyambut kami.
"Apa dia sudah memakan sarapan nya? " tanya ku pada Emma. Emma mengangguk.
"Bagus"
"Dia siapa, Mike? " tanya Jessica.
"Gadis kecilku" jawab ku.
"Kau punya anak? " tanya Jessica terlihat panik.
"Dia kekasihku" kataku tanpa beban.
"Apa? Lalu kita? " tanya Jessica.
"Tidak masalah" kataku.
Jessica pun mengangguk.
Terdengar langkah kaki menuruni tangga. Aku menoleh ternyata Mykha.
Mykha terkejut melihat keberadaan Jessica bersama ku. Dia menghampiri ku dan melirik tidak suka pada Jessica.
"Ku pikir kau sudah pulang" kata ku.
"Ku pikir kau tidak membawa jalang" desis Mykha sambil mendelik Jessica tidak suka. Jessica menautkan alisnya
Perlu kalian ketahui. Mykha juga seorang psikopat seperti ku.
"Meina tidak bisa berjalan dengan benar, kata nya selangkangan nya sakit" bisik Mykha di telingaku.
"Aku pergi" kata Mykha kemudian berlalu.
Meina terluka lagi.. Karena aku?
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah