![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Meinara***
Setelah dokter Mike berlalu, aku masih belum bisa tertidur. Aku tidak bisa tidur dengan cepat apabila berada di tempat asing selain kamar ku..
Inilah aku.. Di balik sikap ku yang dingin dan agak sarkas, sebenarnya aku memiliki banyak kebiasaan dan ketakutan..
Entahlah.. Semenjak ayah pergi.. Aku jadi seperti ini.. Mudah marah.. Mudah kesal.. Berprasangka buruk..
Tidak masalah.. Yang penting aku bisa hidup sesuai dengan kemauan ku.
Anjing manis yang bernama Dennis itu sudah tertidur di sisi lain ranjang yang ku tiduri.
Aku menarik napas panjang kemudian memejamkan mataku. Baru saja aku akan terlelap, aku mendengar suara desahan yang terdengar samar.
Aku kembali membuka mata ku. Ok, jujur.. Aku takut dengan yang nama nya hantu.. Nyata atau tidak, aku benar-benar takut.
Aku pun mengabaikan nya. Namun aku penasaran juga. Apa mungkin hantu itu sedang sedih sampai -sampai mendesah?
Entahlah, aku harus mengetahui nya agar aku bisa tidur nyenyak.
Perlahan aku beranjak dari ranjang ku. Aku tidak mau membangunkan Dennis atau dia akan menggonggong malam hari.
Aku membuka pintu kamar dan melihat keluar. Semuanya gelap. Aku benar-benar takut kegelapan. Aku tidak mau penasaran lagi.
Namun jelas ku dengar. Desahan wanita itu berasal dari kamar yang bersebrangan dengan kamar ini.
Kenapa ada wanita mendesah? Apa jangan -jangan disini juga ada hantu? Itu lebih menyeramkan! Apartemen elit.. Tapi berhantu?
Namun aku juga mendengar suara desahan dokter Mike.. Dan yang paling mengejutkan lagi, aku samar mendengar dia menyebutkan namaku..
"Hhh... Meina.. Hhh.. Kau cantik sekali.. Hhhh"
Demi Tuhan! Itu terdengar gila!!
Aku segera menutup pintu kamar dan kembali tertidur ke ranjang ku. Apa-apaan ini..
Apa dokter Mike melakukan.. Ehmm.. Itu.. Itu menjijikan.. Dan lebih parah nya lagi.. Dia menyebut namaku?
Ok, seperti nya sekarang aku tidak hanya takut pada hantu.. Tapi juga pada dokter Mike..
♡♥♡♥♡♥♡
Hari mulai pagi.. Aku harus bisa berguna di apartemen ini. Aku harus membuat sesuatu untuk sarapan dokter Mike nanti.
Aku melangkah cepat menuju dapur karena aku takut melewati ruang tengah yang gelap. Untung saja lampu di dapur nya menyala. Aku membuka kulkas untuk mencari bahan.
Ada daging dan sayuran, ada juga beberapa telur.
__ADS_1
Aku akan memasak apa ya? Setidaknya sesuatu yang di sukai dokter Mike..
Aku jadi ingat masa dimana ayahku masih ada. Aku sering memasak untuk nya. Sebelum wanita sialan itu datang bersama anak nya.
Ah.. Lupakan..
Aku pun memanggang steak daging berwarna putih lembut itu. Daging ayam memang tidak cocok di buat menjadi steak.
Tapi aku suka steak. Aku membuat sop ayam juga dengan sayuran. Tidak lupa telur nya ku olah jadi telur balado.
Aku hanya berharap semoga dokter Mike menyukai nya.
Aku terkejut saat sebuah tangan merangkul pundak ku. Aku mendongkak ternyata dokter Mike.
"Maaf.. Aku mengejutkan mu ya? " tanya dokter Mike. Aku agak risih dengan tangan nya.. Tapi mana mungkin aku menyuruh dia menyingkirkan tangannya dari ku.
Aku terkejut melihat darah di tangan nya. "Dokter? Apa itu di tanganmu? Kau terluka? " tanya ku panik.
Dia terkejut. "Ah ini.. Tadi aku mau ke kamar mandi, aku tidak melihat ada paku di dekat knop pintu dan paku itu menggores tangan ku" jawab nya.
Aku melihat tangannya dengan cepat aku menarik nya ke dekat wastafel dan membasuh luka nya itu.
"Hhh" ku dengar ringisan dokter Mike.
"Maaf, tapi ini harus segera di obati" kata ku. Aku merobek sebagian rok ku dan mengikat nya dengan perban dadakan itu.
Ku dengar dokter Mike tertawa. "Ada apa? " tanya ku. "Kau menasehati ku cukup baik bu dokter cantik " katanya.
Pipi ku merona, bukan karena dia menyebut ku cantik. Aku lupa kalau dia seorang dokter.
Belum lagi ingatan semalam saat aku mendengar dia mendesah sambil menyebut kan nama ku..
"Wah, pagi sekali kau bangun.. Dan ya.. Aroma ini sangat menggugah selera" kata nya membuyarkan ku dari lamunan.
Aku tersenyum saja menanggapi nya.
"Emm.. Memang nya kau memasak apa? " tanya nya.
"Steak ayam dan sop ayam.. Dan ini telur balado" jawab ku.
"Ayam? "
Dia tampak bingung dan dahi nya berkerut. Aku mengangguk.
"Iya, daging ayam yang ada di dalam kulkas" jawab ku. Dia tampak terkejut.
"Apa? Itu.. Itu daging ayam yang berbahaya" kata nya dengan ekspresi tegang.
__ADS_1
Aku terkejut.
"Berbahaya? " tanya ku. Aku langsung gemetar. Bagaimana jika dia marah.. Aku tidak tahu menahu soal zat berbahaya yang mungkin saja terkandung di dalam daging ayam ini.
Maklum aku anak SMA jurusan IPS.
"Iya, itu.. Aku sedang meneliti nya dan ayam itu mengandung formalin" kata dokter Mike dengan ekspresi serius.
"Ma.. Maaf dok.. Lalu.. Ke.. Kenapa kau masih menyimpan nya di kulkas? " tanya ku sambil menunduk karena tidak berani menatap wajah nya yang mungkin saja sedang marah.
"Emm.. Aku lupa membuang nya.. Pekerjaan ku menumpuk" jawab nya.
"Apa kau sempat memakan nya?" tanya dokter Mike. Aku mengangguk. Aku yakin saat ini ekspresi nya pasti menakutkan.
"Aku.. Aku hanya mencicipi kuah sup nya " kataku karena memang iya aku mencicipi sedikit kuah sup nya untuk memastikan rasa nya pas.
"Dan kenapa kau menunduk? Aku tidak marah.. Aku hanya takut kau kenapa- napa Meina"
Aku mendongkak dan menatap manik abu-abu nya. Dia masih terlihat hangat seperti kemarin.
"Aku minta maaf.. Aku akan membereskan ini semua" kataku.
"Ah, itu tidak perlu.. Nanti aku yang akan membuang itu semua.. Kita makan saja telur balado ini" kata nya yang membuat ku tenang.
Kami pun sarapan bersama.. Aku bersyukur dia tidak marah.
"Oh ya, hari ini aku tidak ke rumah sakit. Aku mau menjenguk nenekku yang sedang sakit.. Jadi ku rasa lebih baik kau ikut saja ya" kata nya.
Aku masih bingung.. Apa aku harus ikut? Tapi.. Apa itu tidak merepotkan?
"Bukankah ini hari minggu? Ku harap kau tidak menolak" kata dokter Mike.
"Emm.. Baiklah.. Tapi.. Boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya ku ragu
"Iya, tentu saja, Meina" kata nya.
"Aku.. Aku.. Aku semalam mendengar suara aneh.. Apa.. Apa yang terjadi? " tanya ku ambigu karena takut dia tersinggung.
Sejenak dia terdiam dan berpikir.
"Aku tidak mendengar nya, mungkin kau hanya berhalusinasi karena obat yang kau minum itu bisa berefek halusinasi" kata dokter Mike.
Emm mungkin itu benar.. Tapi entah kenapa aku merasa itu nyata..
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1