![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Michael***
Aku benar-benar terkejut mendengar suara pintu ruanganku dibuka paksa. Saat itu aku berada di kamar mandi.
Tidak! Bukan! Bukan melakukan hal seperti yang kalian pikirkan!
Berani sekali orang itu. Tapi tidak masalah, siapa tahu dia akan menjadi korban pisauku yang selanjutnya.
Perlahan aku membuka pintu kamar mandi ini. Dan..
Ah tubuh ramping itu.. Rambut hitam berombak yang panjang itu dan dia tampak terduduk di depan pintu ruanganku dengan kepala bersandar pada pintu.
Mana mungkin aku menjadikan dia korban pisauku. Lebih baik kujadikan dia makan malamku.
Kalian pasti mengerti maksudku.
Aku melangkahkan kakiku mendekatinya. Dengan pelan, aku menepuk bahunya. Namun dia malah berteriak keras.
Mungkin dia terkejut.. Tapi aku juga terkejut dengan teriakannya itu
Aku memanggil namanya. Kemudian dia menceritakan apa yang dia alami.
Ternyata gadisku ini takut akan kegelapan? Oh itu manis sekali.. Aku tidak suka yang manis..
Dia memohon padaku untuk di pulangkan.
Enak saja..
Aku tidak mau berpisah dengannya.. Sebelum aku melancarkan rencanaku yang baru..
Rencanaku rahasia.. Kalian tidak perlu tahu..
Aku tidak akan membiarkan dia tinggal di rumah sakit ini asalkan dia mau tinggal di apartemenku untuk sementara dengan berbagai alasan yang kutahu itu logis di kepalanya.
"Emm.. Apa tidak masalah? " tanya Meina. Tampaknya dia canggung kepadaku.
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa dengan kedatangan pasien ke apartemenku.. Bahkan mereka menginap. Tenang saja, di apartemenku aku tidak tinggal sendiri.. Ada anjingku, dan jika perlu, aku akan menjemput adikku untuk menemanimu" kataku meyakinkan dia.
Meina masih ragu dan malah terlihat semakin ragu.
__ADS_1
"Emm.. Itu tidak perlu dok.. Emm baiklah, aku akan tinggal sementara di apartemen anda jika itu tidak mengganggu atau pun merepotkan anda" kata nya.
Sungguh gadis yang sopan.
♡♥♡♥♡♥♡
Selama di perjalanan, kami berbincang untuk menghilangkan kebosanan yang siap mengganggu dalam keadaan berkendara.
"Dokter bilang, dokter punya anjing? " tanya Meina.
"Iya, namanya Denniss.. Dia sangat ramah dan menyukai siapa pun" kataku.
Dia tersenyum dan mungkin sedang membayangkan bentuk anjingku itu.
Ah.. Aku senang sekali hari ini.. Bagaimana jika malam ini aku.. Ah tidak -tidak.. Itu terlalu cepat. Akan kubuat dia jatuh cinta dulu padaku. Setelah itu aku akan melakukan hal yang sama seperti kepada para jalang- jalangku itu.
Tak terasa mobilku pun sudah sampai di apartemenku. Ya, kawasan ini adalah kawasan elit. Termasuk apartemenku dan aku tidak menggunakan parkiran umum.
Aku membangun garasiku sendiri..
Kami memasuki apartemenku. Dan ya anjingku melompat ke pangkuanku.. Aku membelainya dengan lembut. Sungguh aku menyukai anjing ini..
"Dennis.. Lihatlah.. Ada tamu.. Kau tidak mau menyambutnya? " tanyaku seolah mengajak anjing itu bicara.
Aku memberikan anjing itu pada Meina. Meina tersenyum dan menggendong anjingku. Anjingku sangat senang dan menjilati pipi Meina.
Uh seandainya aku yang melakukan itu.. Dan.. Ah lupakan atau aku akan kembali ON.
"Mari Nn. Meina akan kuantar kau ke kamarmu" kataku.
Aku memilih kamar yang jarang di tempati untuknya. Apartemen ku memiliki empat kamar. Satu untukku, satu untuk jalangku dan dua yang tidak pernah di tempati.
Tampaknya Meina tidak terpukau dengan kemewahan apartemenku. Dia sama sekali tidak menunjukkan kekagumannya. Itu menandakan kalau dia juga orang yang memiliki kemewahan sepertiku. Oleh karena itu dia merasa biasa saja dengan apartemenku ini.
"Terimakasih, dok. Dan maaf aku malah merepotkan anda" katanya.
"Tidak masalah, tidur lah.. Mungkin dengan istirahat kesehatanmu akan lebih baik, Meina.. " kataku. Meina tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
Aku pun pergi meninggalkan Meina bersama Dennis agar dia tidak merasa kesepian.
Aku ke ruang pribadiku dan menelpon Siska untuk menemaniku malam ini karena aku benar-benar di buat kepayang oleh gadis kecil itu.
Aku pergi ke dapur untuk minum beer dingin agar bisa mendinginkan pikiranku yang memanas apabila dekat dengan Meina.
Aku membuka kulkas. Aku terkejut melihat ada setumpuk jari di toples di dalam kulkasku. Bukan terkejut karena benda yang tak lazim di dalam kulkas itu. Tapi bagaimana jika Meina yang melihatnya? Itu akan lebih buruk.
Aku memindahkan benda kesukaan -ku itu ke tempat lain.
Aku menghela napas berat. Terdengar suara pintu di ketuk. Aku berjalan menghampiri pintu. Dan aku yakin itu Siska. Jalang pesananku.
Kubukakan pintunya dan benar saja. Wanita cantik dengan lingerie merah menantangnya berdiri di depanku.
Oh, cantik sekali dengan tubuh indahnya dan pahanya itu sangat mulus apa lagi jika ku potong saja untuk kujadikan tropi.
Oh tidak, aku tahu itu terlalu kejam dan untuk saat ini aku membutuhkannya.
"Masuklah" kataku. Dia tersenyum dan memasuki apartemenku dengan gaya sensualnya.
"Dimana kamarmu? " tanyanya tampak terlihat ketidaksabaran untuk memuaskanku.
Aku memasuki kamar untukku bermain dengan para jalangku. Ya, aku tidak suka jika kamarku kotor karena mereka.
"Kau jalang tercantik yang pernah kutemui.. " kataku.
Cih!
Itu hanya bualan.. Tidak ada wanita secantik Meina. Dan aku yakin Meina masih murni jauh dari rabaan pria.
Dan malam ini, kami melakukan gerakan- gerakan erotis yang menimbulkan kenikmatan.
By
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1