PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
49


__ADS_3


Michael dan Meina memasuki mobil. Para pelayan membawakan mereka koper dan barang-barang berharga lain nya.



Maharani memeluk Meina. "Semoga bayi mu sehat ya.. Kami akan menyusul kesana setelah beberapa bulan"



Meina mengangguk. John berbicara dengan Michael dan Marine. Ada juga Hirma dan Noara yang sedang berbicara juga.



"Dimana kak Mykha bu? Aku ingin berpamitan pada nya " kata Meina.



"Entahlah.. Mungkin dia sudah kembali ke apartemen nya.. Tenang saja nanti akan kami sampai kan salam mu" jawab Maharani.



"Minny"



Meina menoleh dan memeluk Marine. "Jangan makan sembarangan ya sayang, bayi mu harus mendapatkan banyak nutrisi yang baik"



Meina mengangguk.



"Mikey bilang kau menyukai kue cokelat buatan nenek. Nenek sudah membawa kan mu banyak kue cokelat.. Jangan lupa di makan ya"



Meina lagi-lagi mengangguk dan tersenyum.



Hirmala dan Noara memeluk Meina. Meina membalas pelukan mereka.



"Terimakasih telah menjaga ku selama ini " kata Meina.



"Seharusnya kami meminta maaf karena pernah melakukan hal buruk pada mu.. " kata Hirma.



"Sudahlah.. Aku sudah melupakan nya.. " kata Meina.



"Semoga kau bahagia ya di sana.. Dan jaga bayi mu.. Jangan sampai kau kelelahan" kata Noara sambil membelai perut Meina.



Meina tersenyum "terimakasih "



"Baiklah, Meina ayo kita pergi" kata Michael. Meina mengangguk dan memasuki mobil.



Selama di perjalanan, Michael fokus menyetir dan Meina tertidur dengan kepala tersandar pada bahu nya.



Di belakang mobil nya ada 5 mobil mengikuti. Itu mobil- mobil yang membawa barang-barang dan para pengawal Michael.



Meina terbangun karena guncangan. Dia menghela napas berat karena sedari tadi doa merasa bosan menunggu.



"Apa kita sudah sampai di New York? " tanya Meina dengan polos nya.



Michael tersenyum geli karena sudah terbiasa dengan kebiasaan Meina yang suka mengigau seperti itu.



"Masih jauh.. Tidur lah"



Meina kembali bersandar dan menutup mata nya. Mobil Michael terhenti. Dia keluar dari mobil dan mengangkat tubuh Meina.



Michael memasuki area penerbangan. Dia akan ke New York dengan jet pribadi milik keluarga Danuarga.



Michael memasuki jet nya dan membaringkan Meina di kursi jet yang di rendahkan kursi nya supaya bisa menyamankan Meina.



"Dia tidur seperti orang mati saja"



♡♥♡♥♡♥♡


__ADS_1


Meina membuka mata nya. Dia merasa tubuh nya pegal. Perlahan dia bangkit dan melihat  Michael tertidur di samping nya.



"Hhh.. Aku rindu Indonesia"



"Kita baru saja akan berangkat"



Meina terkejut dan mendelik Michael yang ternyata sudah bangun.



"Ah?  Ku kira kau masih tertidur "



"Iya, tadi nya.. Tapi sekarang aku sudah bangun karena kau bangun.. Aku takut kau macam-macam" kata Michael sambil tertawa.



"Kau pikir aku ini anak kecil" gerutu Meina.



"Iya, mau gadis kecil ku" kata Michael sambil mencium pipi Meina dengan gemas.



♡♥♡♥♡♥♡



Perlahan Mykha membuka mata nya dia terkejut dengan dekorasi kamar yang dia tempati. Belum lagi dia merasakan tenggorokkan nya sakit.



"Hhh.. Dimana aku? " gumam nya.



Terlihat seorang pria tampan duduk di sudut ruangan sambil menatap keluar jendela. Siapa lagi kalau bukan Robert.



"Robert! Aku dimana! Kenapa kau membawaku kemari!"



"Suts suts suts"



Robert bangkit dari duduk nya kemudian berjalan menghampiri Mykha dan duduk di tepi ranjang.




Robert tersenyum. "Tidak perlu takut.. Kita sedang berada di Spanyol"



Deg



Spanyol?



"Ke.. Kenapa aku bisa ada disini ?" gumam Mykha.



Namun sekelebat ingatan malam itu membuat nya sadar.



Robert datang ke apartemen nya dan dia pun pingsan karena suntikan yang di tusukkan seseorang di belakangnya.



Mungkin Robert yang membawa nya kesini.



Tidak!



Robert menculik nya.



"Rob.. Apa kau sudah gila!! Aku mau pulang ke Indonesia!! Aku mau pulang!!! "



"Pulang? Kita baru 3 hari disini " kata Robert.



"Apa? 3 hari? "



Jadi selama itu lah. Selama 3 hari lah Mykha berada disini.


__ADS_1


Selama itu pula dia pingsan? Tanpa makan dan minum?



Pantas saja dia merasakan tenggorokkan nya sakit dan panas karena tidak ada air yang masuk selama 3 hari.



"Sayang? "



Terdengar suara wanita memanggil. Mykha terkejut dia tahu itu suara istri nya Robert.



Dia terlihat panik namun berbanding terbalik dengan Robert yang terlihat biasa- biasa saja.



Pintu terbuka terlihat istri nya Robert tersenyum melihat  Mykha sudah sadar.



"Halo, Mykha, apa kau merasa lebih baik? Rob bilang kau pingsan di jalan raya saat mau kemari menemui kami. Kenapa kau tidak bilang mau mengunjungi kami? Padahal jauh- jauh kau kemari dari Indonesia dan kau pingsan selama 3 hari " kata Vanessa, istri nya Robert.



Robert tersenyum penuh kemenangan.



Mengunjungi?



Pingsan di jalan raya?



Sungguh Robert pembuat cerita yang handal!



"Emm.. " belum sempat Mykha menjawab, kedua anak kecil laki-laki dan perempuan berlari memasuki kamar dan memeluk erat Mykha.



"Bibi dokter.. Apa kabarmu? Kami merindukan mu" kata Darren, anak laki-laki nya Robert.



"Iya, bibi. Kami mau main dengan bibi" kata Carren, anak perempuan nya Robert.



Mykha tersenyum sendu dia membelai lembut kepala kedua keponakan nya itu.



"Bibi baik-baik saja, sayang " jawab Mykha.



"Kami sudah bicara, Mykha.. Ya antara aku dan Robert  sudah memutuskan untuk meminta mu tinggal disini menemani kedua anak kami saat kami sibuk bekerja" kata Vanessa.



Deg



Deg



Deg



Skakmat..



Mykha



Kau akan terjebak selama nya dengan Robert.



Atau kau beli tiket dari sekarang dan pulang ke Indonesia.



Tiba terlambat..



Robert lagi- lagi tersenyum penuh kemenangan.



♡♥♡♥♡♥♡



By



Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2