PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
37


__ADS_3


Saat ini, Michael dan Meina sedang berada di restoran bintang lima. Pakaian mereka terlihat serasi sekali.



Michael mengenakan tuxedo hitam dan kaca mata hitam. Meina juga mengenakan dress hitam selutut dengan leher panjang. Sengaja karena Michael tidak ingin Meina memakai pakaian yang bisa menampilkan lekuk tubuh nya.



"Mike" panggil Meina.



"Hmm? "



"Kenapa kau tidak membuka kaca matamu? "



"Memang nya kenapa? Kau mau menatap mata ku? "



"Kau tidak malu? Ini di restoran "



"Baiklah "



Michael membuka kaca mata nya dan menatap Meina.



"Ke.. Kenapa kau menatap ku? "



"Karena aku mau"



"Lebih baik alihkan pandangan mu dari ku"



"Siapa yang menyuruhku melepaskan kaca mata ku? Kau salah tingkah ya"



"Ah lupakan! Kalau begitu pakai kembali kaca mata mu"



Michael tertawa.



Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Meina dan Michael memakan hidangan mereka.



Baru saja Meina menelan beberapa makanan, dia merasa mual. Michael terkejut dan menatap Meina.



"Ada apa, sayang? "



"Aku.. Aku mau ke kamar mandi dulu"



Tanpa menunggu jawab Michael, Meina segera beranjak dari duduk nya kemudian pergi ke kamar mandi. Di kamar mandi, dia memuntahkan makanan- makanan yang sudah dia makan.



Meina pun membersihkan diri nya kemudian dia mendongkak menatap pantulan diri nya di cermin.



Deg



Selintas ingatan muncul di pikiran nya. Sudah dua kali Michael menyentuhnya dan kebetulan saat Michael menyentuhnya, dia sedang dalam masa subur.



Apa mungkin..



Dia..



Meina memegang perut nya..


__ADS_1


Mengandung?...



Meina menggeleng. Dia segera keluar dari kamar mandi dan dia bertubrukan dengan Michael di depan kamar mandi perempuan itu.



"Apa yang kau lakukan disini, ini kamar mandi perempuan" gerutu Meina.



"Aku tahu, maka nya aku kemari melihat keadaan mu, apa kau baik-baik saja? "



"Bagaimana jika aku mengandung? Dan bagaimana jika Mike tahu? Aku pasti akan semakin sulit untuk menjauh dari nya.... Tapi untuk apa juga aku menjauh dari Mike.. Bukankah dia satu- satu nya orang yang harus bertanggung jawab dengan diriku yang sekarang? "



"Sayang, kok malah melamun"



"Tidak, aku hanya.. Alergi dengan makanan yang tadi aku makan"



"Ya sudah lebih baik kita mencari restoran lain.. Bagaimana? "



"Baiklah "



♡♥♡♥♡♥♡



Mobil Michael terhenti di pelataran mansion. Michael dan Meina keluar dari mobil kemudian memasuki mansion.



Mereka berdua terkejut mendapati Cecil meminum alkohol di ruang tengah.



Meina melirik Michael yang terlihat sangat terkejut.



"Cecil! "




"Darimana kalian huh! "



Michael mengerutkan dahinya. Meina bersembunyi di belakang Michael. Dia tidak ingin Cecil menyakiti nya karena dia sedang lemah untuk saat ini.



"Cecil, apa yang kau lakukan! " bentak Michael sambil mencengkram kedua lengan adik nya.



Cecil menangkup wajah Michael. "Kakak.. Kau tampan sekali.. Aku sangat menyayangi mu, tapi karena wanita itu! Dia merebut mu dari ku!! " teriak Cecil sambil berusaha menjangkau Meina. Michael menahan Cecil.



"Cecil! Kau sedang tidak sadar! Cecil cepat kau harus mandi dan minum air mineral agar kau sadar! " bentak Michael sambil menyeret Cecil ke kamar mandi.



Meina bergidik ngeri. Dia melirik botol- botol berisikan air haram itu di meja. Meina bergegas memasuki kamar nya dan dia berpapasan dengan Emma.



"Bibi? "



"Ny.. Baru kembali? Selamat malam Nn.. Sekarang mau saya buat kan apa? " tanya Emma.



"Ah tidak perlu.. "



"... Oh ya, kemarilah"



Emma mendekat. "Iya Ny? "



"Emm.. Tolong belikan aku tespeck ya" bisik Meina.


__ADS_1


"Apa! Jadi Ny... " ucapan Emma tidak di lanjutkan karena Meina mendesis.



"Maaf.. Ny.. Memang nya kenapa harus diam- diam? "



"Tn. Tidak tahu, jadi lebih baik aku rahasiakan saja biar kan nanti jadi kejutan"



Emma mengangguk. "Baiklah Ny"



Terdengar suara seseorang menaiki tangga. Meina memberikan isyarat kalau pembicaraan nya sudah selesai.



Emma mengangguk kemudian berlalu dan berpapasan dengan Michael. Dia membungkukkan badan nya pada Michael.



"Selamat malam, Tn"



"Malam"



Michael memasuki kamar nya. Dia melihat Meina melepaskan anting- anting nya. Michael tersenyum. Dia memeluk Meina dari belakang.



"Bagaimana keadaan Cecil? "



"Dia sedang tidur sekarang.. "



"Sudah ku bilang dia tidak menyukai ku"



"Tapi aku menyukai mu"



"Dia kan adikmu"



"Tapi dia tidak berhak mengatur hidup ku"



"Lambat laun dia akan menyingkirkan ku"



"Itu tidak akan terjadi, dia adikku tersayang yang selalu menyayangi ku dan pasti nya dia akan menyayangi mu juga"



"Terserah"



"Entah kenapa dia tidak menyukai mu"



"Mungkin karena aku menikah dengan mu, memang nya apa lagi "



"Kenapa dia kesal? Seharusnya dia senang aku bahagia dengan mu"



"Karena dia mencintai mu, mencintai kakak kandung nya sendiri "



Meina beranjak dari duduk nya kemudian dia melelapkan tubuh nya ke ranjang diikuti Michael.



"Happy nice dream"



"You too"



♡♥♡♥♡♥♡



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2