![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
***Meinara***
Selama jam pelajaran pertama, aku benar-benar tidak fokus belajar.. Aku merasa kalau ini semua percuma. Michael sudah merusak masa depan ku.
Michael
Dasar monster
Noara menghampiri ku saat jam istirahat. "Mei? Emm.. Apa kau baik-baik saja? " tanya Noara.
Aku mengangguk. Sekarang Noara duduk sebangku dengan ku. Teman-teman nya tidak bersama nya lagi.
Tidak, mereka masih hidup. Michael menghukum mereka tapi tidak membunuh mereka.
Sekarang Noara di pihak ku. Dan mungkin teman-teman nya jadi membully dia dan aku mulai sekarang.
"Mei, 3 hari kau tidak sekolah, Ardhan selalu menanyakan keadaan mu pada ku.. Aku berbohong aku bilang kau sakit di rumah.. Dia memaksa ingin menjengukmu.. Tapi aku melarangnya.. Dia mencintai mu" kata Noara.
"Aku tahu" kata ku pendek.
"Apa? Kurasa lebih baik kau menjauhi dia, Mei.. Atau Dr. Michael akan menghabisi nya " kata Noara dengan ekspresi cemas.
"Iya" jawab ku.
"Oh ya, apa Dr. Michael tidak menyakiti mu selama kau tinggal di mansion nya? " tanya Noara.
Aku menggeleng. Mana mungkin aku bilang pada Noara kalau aku di perkosa oleh Michael. Aku malu karena pernah mencaci maki dia juga karena bercinta dengan Pak Bagas.
"Tiba-tiba, Ardhan menghampiri kami. Aku terkejut. Semoga dia tidak mendengar pembicaraan kami tadi.
"Bu Sindi tidak masuk nanti dan sebagai gantinya, beliau memberikan tugas.. Ini tugas nya " kata Ardhan sambil memperlihatkan selembar kertas berisi tugas yang di amanatkan bu Sindi.
Aku dan Noara melihat nya.
"Tugas kelompok.. Ayo sebentar lagi bell berbunyi.. Kita harus mengerjakan soal yang menumpuk ini" kata Ardhan.
Kami mengangguk.
__ADS_1
♡♥♡♥♡♥♡
Aku satu kelompok dengan Ardhan dan Noara. Ternyata tugas nya banyak sekali. Jadi kami memutuskan untuk mengerjakan nya bersama di rumah ku.
Kami bertiga pulang ke rumah ku dengan mobil yang di bawa Noara.
Sesampai nya di rumah, kami mengerjakan tugas kami. Noara menyajikan cemilan. Ibu tidak ada di rumah. Noara bilang ibu sedang mengawasi kinerja orang kantor.
Ya, ayahku punya sebuah perusahaan. Dan sebelum usiaku menginjak 24 tahun, perusahaan itu di tangani ibu ku. Aku tidak keberatan sama sekali.
"Soal yang ini sulit sekali. Kenapa ada pelajaran kimia di kelas IPS" gerutu Ardhan. Ya, aku juga tidak terlalu paham dengan pelajaran bidang IPA. Kimia lintas minat menjadi salah satu pelajaran di kelas kami.
Ponsel Noara bergetar. Noara segera mengangkat panggilan nya. Sesekali dia tersenyum menanggapi seseorang di sebrang sana.
Noara pun permisi untuk menjawab panggilan telepon nya di ruangan lain. Oh ya sekarang aku yakin itu panggilan dari kekasih nya. Siapa lagi kalau bukan pak Bagas.
Jadi sekarang aku dan Ardhan yang mengerjakan tugas ini.
"Oh, tunggu ya, aku akan mengambil kalkulator ku dulu" kata ku kemudian berlalu ke kamar ku.
Aku mencari ke setiap sudut ruangan di kamar ku. Aku lupa dimana aku menyimpan kalkulator ku itu. Pasti ibuku sudah membereskan kamar ku dan memindahkan kalkulator ku entah kemana.
"Ardhan.. A.. Apa yang kau lakukan disini? Aku akan segera kembali pergi lah ke bawah " kataku gugup.
Aku merasakan Ardhan menghirup aroma tubuhku. Aku mulai merasakan firasat buruk.
"Kau wangi sekali.. Kau juga cantik dan.. Aku iri kenapa harus Michael yang pertama merasakan tubuh mu"
Deg
Apa-apaan ucapan nya itu. Aku berontak namun pelukan nya semakin erat.
"Jangan malu-malu, Meina.. Sudah berapa kali kau melayani nafsu bejat pria sialan itu huh? "
Deg
Aku benar-benar tersinggung dengan ucapan nya. "Lepaskan aku! Ardhan! Kau benar-benar brengsek! " teriak ku.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskan mu jalang! "
Deg
Jalang? Aku bukan jalang!!
Ku rasakan Ardhan mendorong ku sampai tersungkur ke ranjang dan dia menindihku. Aku berontak. Tapi kedua tangannya mengunci pergerakan ku.
"Aku yang lebih dulu mencintai mu! Aku yang begitu mencintai mu! Aku tulus mencintai mu! Tapi kenapa harus pria sialan itu yang memiliki mu! " bentak Ardhan keras sampai telinga ku berdengung.
"Bibir ini, seharusnya menjadi milik ku " kata Ardhan sambil menyentuh bibir ku. Aku menggeleng. Dia mendekatkan wajah nya dan melahap bibir ku.
Aku terkejut dan kelabakan berusaha mencakar nya dan menghajar pria brengsek ini. Namun ternyata tenaga nya tidak kalah dari Michael.
Aku merasakan asin di bibir ku. Mungkin bibir ku berdarah. Dia sangat kasar bahkan lebih kasar dari Michael.
Aku berontak dan terus berusaha melepaskan diri. Namun Ardhan malah menggigit bibir ku. Aku juga merasa keberatan dengan tubuh nya yang besar menghimpit tubuh ku yang kecil.
Dia melepaskan ciuman nya dan menatap ku dengan napas nya yang tak beraturan. Dia meraih kerah seragam ku dan menarik nya.
"Tidak! Jangan! " teriak ku. Dia menarik nya. Semua kancing seragam ku berhamburan kemana-mana. Ardhan tersenyum mesum dan menghisap leher ku.
"Ardhan! Hentikan! " teriak ku. "Noara!! Noara tolong aku!!! " aku berteriak sekeras mungkin.
"Diam!! " bentak Ardhan. Aku takut dengan sikap nya yang tidak seperti biasanya. Dia sangat kasar dan kejam hari ini.
"Kalau begitu hentikan ini! "
Plaakkk
Aku merasakan pandangan ku buram setelah tamparan keras mengenai pipi ku.
"Kau milikku! Kau hanya milik ku " desis nya di telinga ku. Aku merasakan rambut ku di tarik dengan kasar.
"Nikmati saja! "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah